Selasa, 14 April 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 14 April 2026
Yohanes 3:13-15 (Yoh 3:7-15)
”Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”
Pandanglah Salib Yesus
Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Yesus memyampaikan pesan yang indah kepada kita mengenai rencana keselamatan Allah bagi semua umat manusia.
Oleh dosanya manusia tidak mampu lagi untuk selamat. Yesus mengingatkan Nikodemus tentang apa yang terjadi dengan umat Israel ketika mereka memberontak terhadap Musa di padang gurun. (Lihat Bilangan 21:4-9).
Mereka sudah diselamatkan dari perbudakan Mesir tapi tidak tahu berterimakasih. Mereka diberi makan ‘manna’ itulah roti yang turun dari surga, tapi mereka malah muak dengan roti yang hambar rasanya itu.
Begitu marahnya Allah sehingga Ia mengirim ular berbisa membunuh mereka. Tapi karena mereka akhirnya menyesal dan bertobat, maka Allah menyelamatkan mereka melalui patung ular tembaga yang ditinggikan Musa. Dalam Kitab Bilangan 21:9, dikisahkan bahwa siapa yang memandang ular tembaga itu tidak binasa.
Demikian Yesus menyampaikan apa yang akan terjadi dengan diriNya. Seperti ular tembaga yang ditinggikan Musa untuk menyelamatkan umat Israel dari kematian, demikian juga Yesus harus ditinggikan di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan dosa.
Yesus telah turun dari surga, menjadi sama dengan manusia, menderita dan wafat di salib untuk menuntun kita berjalan bersamaNya menuju surga.
Kini salib Yesus telah terpajang di mana-mana untuk mengingatkan kita setiap kali kita memandang salib Yesus, betapa berharga kita di mata Allah, sehingga PutraNya rela tergantung di salib untuk menebus kita.
Pandanglah salib Yesus agar kita kuat dan tabah berjalan terus bersama Yesus, menghadapi semua kesulitan dan persoalan hidup ini dengan iman yang teguh dan pengharapan yang kokoh akan kasih dan pertolongan Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat menikmati kasih Tuhan di hari yang baru, dengan semangat iman yang baru.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Apr 2026
Selasa Paskah II
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:15
Bacaan Injil: Yoh 3:7-15
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 3:15
Anak manusia harus ditinggikan
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.
Bacaan Injil
Yoh 3:7-15
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata,
“Janganlah engkau heran
karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Angin bertiup ke mana ia mau;
engkau mendengar bunyinya,
tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang
atau ke mana ia pergi.
Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Nikodemus menjawab, katanya,
“Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
Jawab Yesus,
“Engkau adalah pengajar Israel,
dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui,
dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat,
tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
Kamu tidak percaya
waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi,
bagaimana kamu akan percaya
kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,
demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Apakah Anda merasakan kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda? Dalam perikop Injil hari ini, Yesus memberikan sebuah gambaran tentang bagaimana Roh Kudus bekerja di dalam diri kita. Ia menganalogikan Roh Kudus dengan angin. Kita dapat mendengar angin bertiup tetapi tidak dapat melihatnya. Akan tetapi, kita dapat merasakan dampak dari angin tersebut. Sebagai contoh, ketika Anda melihat sebuah pohon bergoyang, Anda tahu bahwa angin bertiup.
Demikian juga halnya dengan Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus datang kepada kita dari sumber yang tidak kita lihat. Kita mungkin tidak dapat melihat Roh Kudus itu sendiri, tetapi kita dapat melihat dampak dari Roh Kudus. Ketika kita merasakan kekuatan baru di dalam diri kita, atau peningkatan kebajikan, atau kemampuan untuk mengampuni, kesetiaan untuk tetap melayani meskipun lelah, dan sebagainya, kita sadar akan fakta bahwa Roh Kudus hadir, memimpin kita, mentransformasi kita dan membimbing kita. Roh Kudus menyatakan kehadiran-Nya dalam buah-buah-Nya (bdk. Galatia 5:22-23) yang membuat kita merasakan indahnya hidup bersama Allah, dan dengan karunia-karunia-Nya yang beraneka ragam.
Selain itu, kita tidak tahu ke mana arah angin pergi setelah angin berlalu. Begitu pula dengan Roh Kudus. Ketika hidup kita berada di bawah kuasa dan pemeliharaan Roh Kudus, tidak serta merta kita tahu ke mana kita akan dibawa. Roh Kudus memimpin kita pada saat itu juga, tetapi biasanya tidak mengungkapkan seluruh masa depan kita. Kita harus puas dipimpin oleh kehadiran Allah yang lembut setiap hari, membiarkan diri kita digerakkan ke sana kemari, bahkan tidak jarang dengan pelbagai kesulitan yang kita hadapi. Hal ini membutuhkan banyak kepercayaan dan penyerahan diri.
Renungkanlah hari ini tentang kehadiran Roh Kudus yang penuh kuasa dalam hidup Anda. Perhatikanlah pengaruh Roh Kudus untuk mengetahui apakah Anda benar-benar dipimpin oleh Tuhan atau tidak. Efek atau buah Roh seharusnya dapat dilihat dalam setiap orang yang telah lahir dari “air dan Roh”, yang dibaptis dengan Roh yang mengubah hidup. Semangat apa yang hidup dalam diri saya? Apakah orang melihat dinamika Roh dalam diri saya? Atau dingin-dingin saja? Apakah Roh Kristus yang bangkit masih menjadi sumber inspirasi saya? Apakah iman saya masih merupakan sumber inspirasi? Apakah api Roh itu masih menyala dalam diri saya?
Datanglah Roh Kudus, perbaharuilah di dalam diriku anugerah Pembaptisanku dan pimpinlah aku setiap hari sesuai dengan kehendak ilahi-Mu. Aku menyerahkan diriku pada pemeliharaan-Mu yang mulia dan percaya pada bisikan kehadiran-Mu dalam hidupku. Amin.
Selamat beraktivitas. Turuti tuntunan Roh-Nya. ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC