Selasa, 14 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 19:7.6
Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang mahakuasa. Alleluya.
PENGANTAR:
Dalam Kisah Para Rasul, dikatakan bahwa di antara para pengikut Kristus tiada seorang pun yang berkekurangan. Tak seorang pun berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri. Maka semua berkecukupan. Bila kita bertemu di sini dan membagi-bagikan rezeki, maka hendaknya kita bagikan lebih lanjut cinta kasih Yesus, sehingga tiada yang menderita kelaparan dan tiada di antara kita yang berkekurangan. Marilah kita sehati dan sejiwa saling memperhatikan. Itulah kelahiran baru dalam Roh yang dibicarakan Yesus dalam Injil.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, utuslah Roh Kudus dan jadikanlah kami manusia baru. Ciptakanlah dunia ini menjadi baru dan perkenankanlah kami sehati sebudi mengakui kemurahan hati-Mu terhadap kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 4:32-37
“Mereka sehati dan sejiwa.”
Kumpulan orang yang telah percaya akan Yesus sehati dan sejiwa. Dan tidak ada seorang pun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Di antara mereka tidak ada seorang pun yang berkekurangan. Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 93:1ab.1cd-2.5
Ref. Segala bangsa bertepuk-tanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
- Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
- Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah! Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
- Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan sepanjang masa.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 3:14b.15) Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 3:7b-15
“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.”
Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus, “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui, dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Deodentus Ola SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para pendengar resi Dehonian yang sungguh saya kasihi, salam jumpa kembali dengan saya Fr Deodentus Ola, SCJ dari Komunitas Visma Vijaya Praya SCJ Yogyakarta dalam renungan singkat Dehonian edisi Selasa, 14 April 2026. Marilah kita bersama-sama mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan dari Injil Yohanes 3: 7 – 15.
Para pendengar resi Dehonian yang sungguh saya kasihi. Dalam hidup ini dan di tengah dunia yang semakin sekular, menjadi orang yang percaya memang tidak mudah. Bahkan mempercayai sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh indra manusia adalah sesuatu yang sulit. Kebanyakan orang hanya akan percaya pada sesuatu yang dapat dilihat, dapat didengar dan dapat dicerna. Sama halnya dengan prinsip hidup, hidup dalam prinsip yang keliru berdampak pada sulitnya seseorang menerima pendapat bahkan usul saran dari sesama. Jika prinsip yang salah itu dipegang dan dipelihara, semua pandangan yang berbeda akan ditentang. Dalam Injil hari ini, Nikodemus ditonjolkan sebagai pribadi yang keliru memahami apa yang dikatakan Yesus. Ia sulit menerima dan percaya pada pengajaran Yesus, sebab ia teguh berpegang pada prinsip keyahudiannya. Ia tak menerima gagasan yang ditawarkan Yesus perihal kelahiran baru.
Para pendengar resi Dehonian yang sungguh saya kasihi. Melalui bacaan Injil hari ini “Yesus menuntut keterbukaan hati Nikodemus, bahkan Yesus juga menuntut keterbukaan hati kita semua. Sebab hanya dengan hati yang terbuka, pengajaran yang disampaikan oleh Yesus dapat dipahami.” Maka, kita diajak oleh Yesus untuk menanggalkan prinsip-prinsip hidup yang salah/keliru. Untuk itu, keterbukaan hati membuat sapaan dan pengajaran Yesus mudah diterima. Keterbukaan hati juga membuat kita bisa menerima orang lain dan pendapatnya. Dan keterbukaan hati memampukan kita untuk membaharui diri sehingga kita tidak mudah salah paham. Sebab dalam hidup ini, kita dapat menerima hal-hal baik dari orang lain, bahkan dari mereka yang sederhana dan menderita.
Para pendengar resi Dehonian yang sungguh saya kasihi. Ada seorang bijak mengatakan bahwa: “Percaya kepada Tuhan itu, sama seperti orang buta yang percaya pada matahari. Bukan karena ia melihatnya, tetapi ia merasakan kehadirannya.” Saya sangat stuju dengan kata-kata itu dan di masa paskah adalah masa kebangkitan iman. Salah satu bentuk kebangkitan iman adalah belajar untuk memperdalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus. Maka, marilah saudara-saudari ku yang terkasih, kita terus belajar dan berjalan dalam terang kebangkitan, sehingga kita selalu dikaruniai rahmat keselamatan. Tuhan memberkati. Amin…
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah menerima persembahan ini sebagai lambang kesediaan kami untuk saling melayani menurut teladan Putra-Mu yang telah wafat dan bangkit guna menganugerahkan kedamaian kepada kami. Sebab Dialah ….
ANTIFON KOMUNI – lih. Lukas 24:46.26
Kristus harus menderita dan bangkit dari alam maut untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Alleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup sejati, semoga kami selalu bersedia menerima bisikan Roh-Mu, dan semoga telinga kami selalu memperhatikan sabda Putra-Mu, yang bagi kami merupakan jaminan hidup abadi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/04/13/selasa-14-april-2026-hari-biasa-pekan-ii-paskah/
Podcast: Play in new window | Download