Minggu, 12 April 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 12 April 2026
Hari Minggu Paskah II
Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Yohanes 20:29 (Yoh 20:19-31)
Kata Yesus kepada Tomas: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Percaya Akan Kerahiman Allah Dalam Yesus
Hari Minggu ini adalah hari ke 10 sejak Jumat Agung, saat Yesus wafat di salib. Pengorbanan Yesus melalui kematianNya untuk menebus dosa manusia, menjadi ungkapan nyata belas kasih Allah yang tak terbatas bagi kita manusia.
Benarlah kata Yesus, “Tak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13). Pengorbanan Yesus itulah kasih yang terbesar dari Allah untuk kita.
Sesudah berdoa Novena Kerahiman Ilahi 9 hari berturut-turut, tibalah kita pada kepenuhan kerahiman Allah yang tak bertepi pada hari Minggu Kerahiman Ilahi ini.
Bahasa kita, bahasa Indonesia dengan sangat indah menggambarkan kasih Allah yang tak terbatas, dengan menggambarkan wujud kasih itu sebagai “rahim”.
Inilah tempat paling bahagia dan damai di dunia, saat kita berada dalam rahim ibu kita.
Kita tidak melihat wajah ibu kita, tapi semua asupan kehidupan mengalir tak henti melalui rahim ibu.
Dari rahim ibu kita menyadari indahnya Sabda Yesus kepada Tomas, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29b).
Allah bukan hanya Bapa tapi juga Ibu yang memberi kita kelahiran baru melalui pembaptisan. Allah selalu memelihara dan menjaga kita, membenamkan kita dalam lautan kasihNya, membersihkan kita dari noda dosa, oleh darah dan air yang mengalir dari hati dan lambung Yesus.
Dalam kisah Injil hari ini dikisahkan bahwa pintu-pintu terkunci. Namun Yesus tiba-tiba hadir dan menyapa murid-muridNya, “Damai sejahtera bagi kamu!”.
Tak ada tempat di dunia ini yang dapat menghalangi Yesus untuk hadir di tengah-tengah kita dan mengalirkan kasih sayangNya yang maharahim bagi kita.
Tak perlu kita bersandar pada keamanan dan kenyamanan dunia yang bersifat sementara. Kita sepenuhnya percaya dan hanya mengandalkan Yesus untuk menjaga dan memelihara kita.
Seperti Tomas kita berseru dengan iman, “Ya Tuhanku dan Allahku.”
”Yesus, aku percaya padaMu. Engkaulah andalanku!”
Selamat Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Allah yang Maharahim memberkati kita. Haleluya!🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Apr 2026
Minggu Paskah II
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 20:29
Bacaan Injil: Yoh 20:19-31
***********
Bait Pengantar Injil
Yoh 20:29
Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.
Bacaan Injil
Yoh 20:19-31
Delapan hari kemudian Yesus datang.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Setelah Yesus wafat di salib,
pada malam pertama sesudah hari Sabat,
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat
dengan pintu-pintu yang terkunci
karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.
Pada waktu itu datanglah Yesus,
berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
“Damai sejahtera bagi kamu.”
Sesudah berkata demikian,
Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka.
Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi,
“Damai sejahtera bagi kamu!
Sama seperti Bapa mengutus Aku,
demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Dan sesudah berkata demikian,
Yesus mengembusi mereka dan berkata,
“Terimalah Roh Kudus.
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni,
dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
Pada waktu Yesus datang itu
Tomas, seorang dari kedua belas murid,
yang juga disebut Didimus,
tidak ada bersama-sama mereka.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,
“Kami telah melihat Tuhan!”
Tetapi Tomas berkata kepada mereka,
“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,
dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu,
dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,
aku sama sekali tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian
murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu,
dan Tomas bersama-sama dengan mereka.
Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang.
Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
“Damai sejahtera bagi kamu!”
Kemudian Yesus berkata kepada Tomas,
“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku,
ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku,
dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah!”
Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Kata Yesus kepadanya,
“Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Memang masih banyak tanda lain
yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,
yang tidak tercatat dalam kitab ini.
Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,
supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya oleh imanmu itu
kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Dalam Injil, kita menemukan kisah tentang hakikat iman, keraguan, dan belas kasih ilahi. Kisah ini mencatat penampakan Yesus yang telah bangkit kepada murid-murid-Nya, pertama tanpa Thomas, dan kemudian bersama Thomas. Ini mengungkapkan kebenaran mendalam tentang iman, keraguan, dan jalan menuju pemahaman.
Setelah Kebangkitan, para murid berkumpul dan bersembunyi karena diliputi rasa takut dan ketidakpastian. Dalam suasana keputusasaan ini, Yesus masuk, membawa kedamaian dan menunjukkan luka-luka-Nya sebagai bukti pengorbanan dan kemenangan-Nya atas kematian. Momen ini menyatakan tentang bagaimana terang menembus kegelapan, dan kebenaran menghilangkan keraguan.
Thomas, yang sering dikenang sebagai ‘Thomas yang Ragu-ragu,’ menuntuk bukti nyata kebangkitan Yesus, namun ia tidak disambut dengan teguran, melainkan dengan belas kasihan. Yesus mengundang Thomas untuk menyentuh luka-luka-Nya. Ini adalah sebuah tindakan belas kasihan ilahi yang menggambarkan kedalaman cinta dan kesabaran Allah. Melalui perjumpaan ini, keraguan Thomas berubah menjadi pernyataan iman yang mendalam: “Tuhanku dan Allahku!”
Injil ini mengajak kita untuk menyadari bahwa iman sering kali melewati perjalanan keraguan. Tanggapan Yesus kepada Thomas menunjukkan kepada kita bahwa pertanyaan dan tuntutan bukanlah kegagalan iman, melainkan kesempatan untuk memperdalam iman. Yesus berkata “Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya,” merupakan undangan kepada kita untuk menemukan berkat dalam iman, mendorong kita untuk percaya melampaui apa yang dapat kita lihat dan sentuh.
Di saat ada keraguan dan ketakutan kita, marilah kita ingat bahwa kita tidak sendirian. Kristus yang telah bangkit datang kepada kita, menawarkan kedamaian dan ajakan untuk percaya. kita diingatkan bahwa iman kita bukanlah sesuatu yang statis melainkan sebuah perjalanan dinamis, yang diperkaya oleh pertanyaan dan keraguan kita serta ditopang oleh janji kehadiran Kristus di antara kita.
P. PAUL KERANS, SVD