Jumat, 10 April 2026
Sabda Kehidupan
Jumat 10 April 2026
Hari Jumat Dalam Oktaf Paskah
Yohanes 21:7a (Yoh 21:1-14)
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”
Yesus Ada Dan Kita Punya Segalanya
Sepeninggalnya Yesus, para murid kembali kepada rutinitas keseharian mereka. Tapi hari itu, semalam-malaman mereka tak dapat menangkap apa-apa. Mereka pulang dengan tangan hampa.
Saat Yesus meminta ikan hasil tangkapan mereka, dengan kecewa mereka menjawab, “tidak ada.” Yesus-pun menyuruh mereka menebarkan jala di sekitar tempat mereka berada. Hasilnya luar biasa banyak! Sadarlah mereka bahwa Yesus-lah yang datang menolong mereka. Seruan Yohanes ”Itu Tuhan!” tiba-tiba membangunkan mereka dari kelesuan, patah semangat dan kehampaan hidup.
Hadirnya Yesus membawa gairah hidup baru. Bila Tuhan ada, tak ada lagi kata ‘tidak ada’. Dalam Yesus, dalam namaNya yang kudus, kita punya segalanya. Bila Yesus hadir dan campur tangan dalam hidup kita, kita punya harapan baru, semangat baru untuk kembali hidup penuh gairah, serta hidup yang berkelimpahan.
Mari kita melanjutkan pekerjaan kita. Kali ini dengan semangat baru, semangat Paskah. Mari bekerja lebih giat dan penuh semangat. Mari melayani lebih sungguh, dan berbagi berkat dengan setulusnya. Putus asa dan kecewa, merasa hampa tak bergairah, hidup tanpa arti dan tujuan, biarlah menjadi masa lalu kita. Yesus bangkit dan membangkitkan semangat iman, harap dan kasih kita.
Selamat hari Jumat. Mari berkarya penuh semangat dan gairah.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Apr 2026
Jumat Oktaf Paskah
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Yoh 21:1-14
*””*********
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan.
Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Yoh 21:1-14
Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid;
demikian juga ikan.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sesudah bangkit dari antara orang mati,
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
di pantai danau Tiberias.
Ia menampakkan diri sebagai berikut:
Di pantai itu berkumpul Simon Petrus,
Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea,
anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.”
Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.”
Mereka berangkat lalu naik ke perahu,
tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai;
akan tetapi murid-murid itu tidak tahu,
bahwa itu adalah Yesus.
Kata Yesus kepada mereka,
“Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?”
Jawab mereka, “Tidak ada.”
Maka kata Yesus kepada mereka,
“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu,
maka akan kamu peroleh.”
Lalu mereka menebarkannya,
dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus,
“Itu Tuhan!”
Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan,
maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian,
lalu terjun ke dalam danau.
Murid-murid yang lain datang dengan perahu
karena mereka tidak jauh dari darat,
hanya kira-kira dua ratus hasta saja;
dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
Ketika tiba di darat,
mereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti.
Kata Yesus kepada mereka,
“Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu.”
Simon Petrus naik ke perahu,
lalu menghela jala itu ke darat,
penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya;
dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak.
Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!”
Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani
bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”
Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.
Yesus maju ke depan,
mengambil roti dan memberikannya kepada mereka;
demikian juga ikan itu.
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri
kepada murid-murid-Nya
sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Dalam perikope Injil hari ini diceriterakan bagaimana Yesus menampakkan diri di tepi Danau Tiberias. Jika kita bandingkan dengan penampakan-penampakan sebelumnya, Kristus menampakkan diri ketika para murid sedang berkumpul, mungkin sedang berdoa pada hari Tuhan, atau mereka sedang berkumpul serta menantikan-Nya. Kali ini Ia menampakkan diri saat mereka bekerja, menangkap ikan. Menarik untuk memperhatikan bahwa beberapa kisah penampakan sesudah kebangkitan, juga seperti dikisahkan dalam Injil hari ini, terjadi pada saat makan. Tuhan hadir saat makan.
Ada sesuatu yang kudus dalam makan bersama, saat kita memohon Tuhan memberkati makanan kita. Kita makan agar kita dapat melaksanakan karya Tuhan. Saat makan, kita juga berbagi baik makanan maupun kasih persaudaraan.
Yesus yang adalah Tuhan dan Guru memberi para murid makan. Ia menyiapkan sarapan. Ia melayani, memberi mereka dan memberi kita Ekaristi. Kita ingat pada masa pandemi yang lalu, ketika kita tidak dapat merayakan Ekaristi bersama-sama secara “offline”, betapa kita merindukan Ekaristi. Kerinduan akan Ekaristi itu pun menginspirasi pelbagai permenungan dan karya seni, seperti penciptaan lagu. Namun yang paling utama, kesempatan tersebut menjadi undangan untuk bertanya: apa makna Ekaristi untuk saya?
Ia telah senantiasa mengundang kita untuk datang, makan makanan yang telah disiapkan-Nya bagi kita, yakni tubuh-Nya. Semoga semangat yang sama juga menjiwai kita: mengundang sesama jauh dan dekat untuk berbagi apa yang terbaik yang kita miliki, yakni kasih dan belarasa. Apa yang dapat kita buat bagi mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan uluran tangan kita? Semoga apa yang kita buat menjadi tanda bahwa Ia bangkit dan hidup di tengah-tengah kita.
Tuhan, Engkau memberi kami makan tubuh-Mu dan minum darah-Mu dalam Ekaristi. Semoga kami semakin bersatu dengan-Mu dan persatuan dengan-Mu semakin mendorong kami untuk melayani dan berbagi.
Selamat hari Jumat. Tetap sehat dan semangat! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC