Rabu, 08 April 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 08 April 2026
Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Jangan Biarkan Persoalan Hidup Menutup Mata Kita Akan Kehadiran Yesus
Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua impian dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Tak ada harapan ke depan karena Yesus tidak ada lagi. Begitu dalam kekecewaan mereka karena persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang tengah menemani mereka berjalan bersama.
Prihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci.
Yesus berkisah tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias. Ia adalah Hamba Yahwe yang harus menderita untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Hati merekapun mulai berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan Ekaristi, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus telah bangkit dan hadir di tengah mereka!
Semoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan dan kesulitan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Sengsara dan derita, duka nestapa serta sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.
Paskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.
Mari mengenali wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita dengan sesama. Kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Alamilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam perayaan Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Yesus tak pernah meninggalkan kita berjalqn sendirian.
Tetaplah optimis, penuh gairah dan harapan, Tuhan Yesus berjalan bersama kita.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 08 Apr 2026
Rabu Oktaf Paskah
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:13-35
************
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Luk 24:13-35
Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,
dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung
bernama Emaus,
yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu
yang telah terjadi.
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,
datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,
lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,
sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Yesus berkata kepada mereka,
“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”
Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,
“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,
yang tidak tahu apa yang terjadi di situ
pada hari-hari belakangan ini?”
Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?”
Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!
Dia adalah seorang nabi,
yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan
di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami
telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati
dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami dahulu mengharapkan,
bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi.
Dan beberapa perempuan dari kalangan kami
telah mengejutkan kami:
Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
dan tidak menemukan mayat-Nya.
Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,
yang mengatakan bahwa Yesus hidup.
Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,
bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.”
Lalu Ia berkata kepada mereka,
“Hai kamu orang bodoh,
betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya
akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka
apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,
mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.
Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,
“Tinggallah bersama-sama dengan kami,
sebab hari telah menjelang malam
dan matahari hampir terbenam.”
Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu duduk makan dengan mereka,
Ia mengambil roti, mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,
tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
“Bukankah hati kita berkobar-kobar,
ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.
Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.
Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Kata mereka kepada kedua murid itu,
“Sungguh, Tuhan telah bangkit,
dan telah menampakkan diri kepada Simon.”
Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
RUPA KRISTUS YANG BANGKIT DALAM EKARISTI KUDUS
Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: “Bersyukurlah jika Anda seorang Katolik karena tidak ada ruang kosong yang hampa nan membingungkan. Semua peristiwa iman bisa dijelaskan lewat simbol dan sarana, tapi lebih mempesona lagi ketika di dalam Ekaristi, Yesus yang bangkit tidak dilambangkan melainkan sungguh nyata hadir dan ada seperti pengalaman dua murid ke Emaus.”
Firman penguat:”Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia.” ( ayat 30 – 31 )
Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:
1) Anda bisa dibuat terkagum-kagum, tertawa, bersemangat, pun bisa sedih dan menangis ketika mendengarkan kotbah, tapi hanya dalam Ekaristi kuduslah Anda disatukan secara pribadi dengan Yesus, yang membiarkan Tubuh dan Darah-Nya disantap; darah-Nya mengalir, bercampur dan membersihkan darahmu, dan tubuh-Nya menyatu dengan dagingmu;
2) Setiap kali Anda hadir dan merayakan Ekaristi maka Anda seperti dua murid yang telah sampai di Emaus; Anda mencari Yesus dan Dia membiarkan diri-Nya ditemui olehmu;
3) Undanglah Yesus untuk datang ke rumahmu, keluargamu dan jiwamu lewat doa yang Anda naikan kepada-Nya baik secara pribadi maupun secara bersama di dalam rumah dan komunitasmu.
Hanya di dalam Ekaristilah Anda tidak hanya mendengar Yesus yang bersabda, melainkan Anda diizinkan dan dilayakkan untuk bersatu erat dengan-Nya lewat tindakan menyantap Tubuh dan Darah-Nya.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )