Selasa, 07 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – lih. Yesus bin Sirakh 15:34
Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Aleluya.
PENGANTAR :
Segala kebaikan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk kita nikmati sendiri, tetapi untuk kita nikmati bersama. Maria Magdalena dapat bertemu dengan Tuhan di taman, namun ia tak boleh memegang Dia erat-erat. Maria harus menemui sau dara-saudaranya dan menyampaikan kabar sukacita, “Tuhan telah bangkit dan aku telah melihat Dia!” Sukacita Paskah bagi kita juga merupakan tugas untuk mewartakan bahwa Tuhan telah bangkit dan bahwa kita harus menjadi manusia baru.
DOA PEMBUKA:
Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, Engkau telah memulihkan kami dengan perayaan Paskah. Bimbinglah kami dengan rahmat-Mu, agar kami memperoleh kebebasan sempurna, sehingga dapat bergembira di dunia dan bersukacita di surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita, ajarilah kami percaya akan Yesus Putra-Mu, dan percaya pula akan sabda-Nya, yang memberi pengampunan dan pengharapan. Sebab Dialah Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 2:36-41
“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus.”
Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:4-5.18-19.20.22
Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.
- Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
- Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
- Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mzm 118:24) Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:11-18
“Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.”
Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka bahwa orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepada-Nya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!” artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Rafael Sudibyo SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari selasa dalam oktaf paskah, 7 April 2026.
Kesedihan Maria Magdalena di depan makam yang kosong adalah potret kasih yang begitu tulus sekaligus rapuh. Ia menangis bukan hanya karena kehilangan seorang Guru, tetapi karena merasa kehilangan harapan terakhirnya. Bahkan dalam keterbatasannya yang mengira Yesus telah tiada, ia tetap menyebut-Nya sebagai “Tuhan,” sebuah pengakuan iman yang melampaui logika kematian. Menariknya, mata Maria sempat terhalang oleh air mata dan duka hingga ia salah mengira Yesus sebagai seorang tukang kebun. Namun, kegelapan duka itu seketika sirna hanya dengan satu sapaan lembut: Yesus memanggil namanya. Momen ini membuktikan bahwa seorang pengikut sejati akan selalu mengenali suara “Gembalanya” meski di tengah badai emosi yang paling hebat sekalipun.
Perjumpaan ini bukan sekadar reuni yang emosional, melainkan sebuah pengumuman tentang perubahan tatanan dunia yang radikal. Ketika Maria mencoba memeluk atau memegang Yesus, Beliau melarangnya bukan karena menolak kasih Maria, melainkan untuk menegaskan bahwa hubungan mereka kini telah naik ke level yang lebih tinggi. Yesus tidak lagi hadir secara fisik yang bisa “ditahan” di dunia, melainkan sedang bergerak menuju kemuliaan kekal bersama Bapa. Di sinilah Maria menerima kehormatan yang luar biasa; ia dipilih menjadi “Rasul bagi para Rasul,” orang pertama yang dipercaya membawa berita paling penting dalam sejarah manusia kepada mereka yang justru sedang bersembunyi dalam ketakutan.
Lebih jauh lagi, kebangkitan ini membuka pintu hubungan yang baru antara manusia dengan Penciptanya. Melalui kalimat “Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,” Yesus mendeklarasikan bahwa kemenangan-Nya atas maut telah menjadikan kita semua sebagai saudara-Nya dan anak-anak Allah. Kenaikan-Nya ke surga bukanlah sebuah perpisahan yang menyedihkan, melainkan penyelesaian misi yang sempurna agar Roh Kudus dapat hadir memenuhi hati setiap orang percaya. Kita diajak untuk belajar dari keberanian Maria—untuk tidak berlama-lama meratapi “makam” kegagalan kita, melainkan segera bangkit dan mewartakan sukacita bahwa Tuhan hidup, membawa perubahan nyata bagi dunia yang sedang haus akan harapan.
Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.
Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita, + Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Allah Bapa maha pengasih, terimalah persembahan umat-Mu. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, ….
ATAU :
Allah Bapa sumber kekuatan, berkenanlah menampakkan diri dalam roti anggur dan berilah kami kekuatan serta Roh-Mu, agar dapat hidup mempersembahkan diri kepada-Mu. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI – Kolose 3:1-2
Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka, arahkanlah usahamu kepada alam hidup yang mulia, tempat Kristus memerintah di sisi kanan Allah. Arahkanlah perhatianmu kepada harta surgawi. Aleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, dengarkanlah permohonan kami. Kami telah Kauanugerahi rahmat pembaptisan, semoga kami dapat memperoleh kebahagiaan abadi. Demi Kristus,…
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami selalu Kaudampingi dengan perantaraan Roh-Mu. Kami mohon, ajarilah kami menyapa nama-Mu seturut ajaran Putra-Mu: Bapa kami, Bapa Yesus Penebus kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/04/06/selasa-07-april-2026-hari-selasa-dalam-oktaf-paskah/
Podcast: Play in new window | Download