Jumat, 27 Maret 2026
ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 31:10.16.18
Sayangilah aku, ya Tuhan, sebab aku menderita. Lepaskanlah aku dari tangan musuh yang mengejar aku. Tuhan, jangan sampai aku kecewa, sebab aku berseru kepada-Mu.
PENGANTAR:
Dalam bacaan hari ini, telah terasa kepahitan Jumat Agung. Nabi Yeremia mengungkapkan kegelisahannya, ditinggalkan oleh siapa pun, bahkan sahabat-sahabatnya. Dalam Injil, sema kin berkembang pertentangan antara Yesus dengan orang-orang Yahudi. Rakyat harus memilih: mengimani Yesus sebagai Utusan Bapa dan sebagai Putra Allah, atau menyingkirkan Yesus karena menghojat Allah.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengampun, kami ini orang lemah yang sering jatuh. Ampunilah kejahatan kami dan bebaskanlah kami dari belenggu dosa. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, Engkau berbelas kasih kepada siapa saja yang memohon kemurahan hati-Mu. Kasihanilah kami, dan semoga kami semakin memahami Engkau, sebagaimana Engkau memahami diri kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 20:10-13
“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”
Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7
Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.
- Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
- Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
- Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
- Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Yoh 6:64b,69b) Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:31-42
“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”
Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.”
Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?” Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!” karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm Cornelius Maruli SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci, Riau, Keuskupan Padang, Indonesia, dalam RESI (Renungan Singkat) Edisi Jumat, 27 Maret 2026, Jumat – Pekan V Prapaskah. Semoga Kasih Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Kesatuan dengan Yesus sebagai sumber kekuatan” Namun sebelumnya, mari kita persiapkan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. AMIN
Pendengar Resi Dehonian terkasih, dimanapun engkau berada. Dalam perikop yang tadi kita dengarkan, kita merasakan adanya ketegangan yang memuncak ketika orang-orang Yahudi mencoba menyalahartikan pengakuan akan identitas Yesus sebagai penyesatan. Yesus menyatakan diri-Nya satu dengan Bapa.
Meskipun Yesus telah menunjukkan pekerjaan-pekerjaan baik yang berasal dari Bapa, hati mereka tetap tertutup oleh ketaatan buta terhadap hukum dan prasangka. Mereka lebih memilih mengambil batu untuk melempari-Nya daripada membuka diri terhadap kebenaran bahwa Allah sedang bekerja di tengah-tengah mereka, melalui Yesus.
Ketegasan Yesus dalam menghadapi penolakan ini memberikan teladan luar biasa bagi kita. Ia tidak mundur atau membalas dengan kemarahan, melainkan menantang mereka untuk melihat “pekerjaan-pekerjaan” yang dilakukan-Nya.
Kita diingatkan, bahwa terhadap kritik atau penolakan karena iman, cara terbaik untuk merespons bukanlah dengan perdebatan tanpa ujung, atau mengikuti arus saja supaya orang lain senang dan tidak terganggu, tetapi kita diajak tetap konsisten melakukan kebaikan dan mewujudkan kasih Kristus dalam aksi nyata.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mengalami “pelemparan batu” berupa gosip, pengucilan, atau kesalahpahaman saat mencoba hidup benar. Mari meneladan Yesus. Ia tak membalasnya, tapi menyingkir ke seberang sungai Yordan dan tetap melayani di sana. Kita pun diajak untuk tidak membiarkan kebencian orang lain menghentikan misi kebaikan dalam hidup kita. Penolakan dunia tidak menentukan siapa kita; yang menentukan adalah hubungan kita dengan Bapa, dan Yesus. Kesatuan hati dengan Yesus memampukan kita bukan hanya menemukan terang dalam perjalanan kita, namun juga menemukan kekuatan yang akan menopang kita untuk tetap bertahan dalam iman dan kebaikan.
Sahabat Resi terkasih, Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Dan, Semoga Allah Mahakuasa memberkatimu, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maharahim, semoga kami selalu merayakan upacara suci ini dengan pantas dan memperoleh keselamatan-Mu. Demi Kristus, .
ATAU :
Allah Bapa sumber segala rahmat, berilah kami rahmat-Mu, agar dapat mengimani bahwa Engkaulah Allah kami yang maha esa, yang berkenan menjadi rezeki bagi setiap orang yang mendambakan kedamaian. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI — I Petrus 2:24
Yesus menanggung dosa kita dalam tubuh-Nya di salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup suci. Karena bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa, pengungsian kami, semoga kurban yang telah kami sambut selalu menjadi sumber perlindungan bagi kami dan menghindarkan kami dari segala malapetaka. Demi Kristus, ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, nyatakanlah kepada kami siapakah Engkau itu melalui karya Putra-Mu di tengah-tengah kami, dan semoga kerahiman-Nya selalu menjiwai kami. Sebab Dialah ….
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/03/25/jumat-22-maret-2024-hari-biasa-pekan-v-prapaskah-2/
Podcast: Play in new window | Download