Kamis, 26 Maret 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 26 Maret 2026
Yohanes 8:58-59 (Yoh 8:51-59)
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Yesus Allah Yang Kekal
Kita yang hidup dalam dunia yang ditentukan oleh dimensi ruang dan waktu tentu saja sulit mengerti bahasa Tuhan yang melampaui ruang dan waktu.
Abraham telah hidup ribuan tahun sebelumnya, dan sudah mati serta tidak ada lagi di dunia ini.
Bagaimana mungkin Yesus yang usianya 30-33 tahun sudah ada sebelum Abraham ada? Bukankah tidak masuk akal?
Jangan heran bahwa orang-orang Yahudi menganggap Yesus kerasukan setan. Kata mereka kepada Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Sabda Yesus hanya bisa kita pahami dengan iman, yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kehidupan kekal adalah kehidupan Allah yang menciptakan langit dan bumi hanya dengan bersabda.
Oleh kasih karunia Allah, Sang Sabda Kekal telah menjelma menjadi manusia dan tinggal di antara kita.
Berbahagialah kita yang percaya kepada Kristus, Anak Allah yang datang ke dunia untuk mewahyukan hidup abadi bagi orang yang percaya kepadaNya.
Di minggu-minggu sengsara ini, kita bersyukur karena Yesus telah membuka misteri hidup kekal lewat sengsara, wafat dan kebangkitanNya.
Melalui jalan salibNya, Yesus menuntun kita pada jalan yang harus kita tempuh untuk ambil bagian dalam kehidupan abadi bersama Bapa di surga dan semua yang dipilih Allah ambil bagian di dalamnya.
Mari kita jalani jalan salib kehidupan kita bersama Yesus, tetap taat dan setia, percaya dan berserah. Dia-lah Allah yang kekal yang menuntun kita untuk hidup bersamaNya selamanya.
Selamat menikmati cahaya hidup ilahi di hari yang baru ini. Tuhan Yesus menyinari hati kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Mar 2026
Kamis Prapaskah V
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Yoh 8:51-59
***********
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Janganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.
Bacaan Injil
Yoh 8:51-59
Abraham bapamu bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,
“Aku Berkata kepadamu:
Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku,
ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus,
“Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.
Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi,
namun Engkau berkata:
Barangsiapa menuruti firman-Ku,
ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham,
yang telah mati!
Nabi-nabi pun telah mati!
Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri,
maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya.
Bapa-Kulah yang memuliakan Aku.
Tentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
padahal kamu tidak mengenal Dia.
Sebaliknya, Aku mengenal Dia,
dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia,
maka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu.
Tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya.
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku;
ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus,
“Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun
dan Engkau telah melihat Abraham?”
Kata Yesus kepada mereka,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia;
tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Demikianlah janji Yesus yang sangat menghibur. Perkataan-Nya itu memancing kemarahan di antara para pendengar-Nya, yang mempertanyakan kuasa-Nya. Namun, Yesus sedang mengungkapkan inti dari perjanjian Allah yang kekal – janji akan kehidupan.
Mazmur hari ini pun mengingatkan: “Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.” Kesetiaan Allah itu teguh. Dia memilih Abraham, memberikan janji bahwa ia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa, dan meneguhkan perjanjian yang akan berlangsung sepanjang masa. Abraham percaya, bahkan ketika penggenapannya tampak mustahil.
Kehidupan Kristiani mengikuti pola yang sama. Kita telah dipilih oleh Allah, bukan karena perbuatan dan jasa kita. Baptisan kita lebih dari sekadar surat baptis! Baptisan kita adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk hidup dalam perjanjian dengan Tuhan, untuk mengatakan “ya” setiap hari kepada janji-Nya, dan untuk tetap setia melalui cobaan hidup. Kesetiaan inilah jalan menuju kebebasan dan sukacita sejati.
Yesus meyakinkan kita bahwa mereka yang menaati firman-Nya tidak akan pernah mengalami maut. Tentu ini tidak berarti bahwa kita tidak akan menderita atau menghadapi kesulitan. Iman tidak menghindarkan kita dari penderitaan; iman mengubah cara kita memandang dan menghadapinya. Apa yang tadinya tampak sebagai sebuah akhir atau kehilangan dapat menjadi sebuah kesempatan untuk bertumbuh dan kepercayaan yang lebih dalam pada rencana Allah. Melalui iman, penderitaan kita menjadi batu loncatan menuju sukacita.
“Abraham bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Ia bersukacita karena penggenapan janji Allah – keselamatan – dalam Kristus. Sukacita sejati timbul dari kesetiaan memegang janji-janji Allah, percaya pada kesetiaan-Nya, dan berjalan di jalan kasih, bahkan ketika itu sulit.
Tuhan, berilah kami kasih karunia untuk percaya kepada firman-Mu dan juga menaatinya dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC