Selasa, 03 Maret 2026
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 12:4-5
Terangilah mataku, agar aku jangan tertidur dalam maut; jangan sampai musuhku berkata: Dia telah kukalahkan!
PENGANTAR:
Bila kita mengatakan tentang seseorang, “Dengarkan kata katanya, tetapi jangan lihat tingkah lakunya”, maka kita telah mengadili dia. Sebab dalam lubuk hati, kita mengharapkan ke selarasan antara “ada”, “bertindak” dan “berbicara”. Yesus mem benci kemunafikan kaum Farisi. Namun, penuh harapan ajakan-Nya untuk mengakui kesalahan.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, kami mohon lindungilah Gereja-Mu senantiasa. Tanpa Engkau, segala usaha manusia akan gagal. Luputkanlah kami dari segala yang jahat dan bantulah kami mencapai kebahagiaan abadi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahaagung, semoga hati kami selalu terbuka terhadap segala yang tertulis tentang Dikau. Berilah kami semangat, bukan untuk mendengarkan saja, melainkan untuk benar-benar menghayati sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 1:10.16-20
“Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan.”
Dengarlah firman Tuhan, hai para pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuanganlah perkara janda-janda! Lalu kemarilah, dan baiklah kita berperkara! Firman Tuhan. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri ini. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, Tuhan sendirilah yang mengucapkan ini.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 50:8-9.16bc-17.21.23
Ref. Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
- Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu, atau kambing jantan dari kandangmu.
- Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
- Itulah yang engkau lakukan, apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan engkau? Aku menggugat engkau dan ingin beperkara denganmu.
- Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan dari Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Yeh 18:31) Buanglah daripadamu segala durhaka yang kamu buat terhadap-Ku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 23:1-12
“Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.”
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah suka disebut rabi; karena hanya satulah Rabimu, dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satulah Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapapun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Guntoro SCJ
Vivat Cor Iesus per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Perikopa ini mengajari kita tentang standard hidup dan cara hidup sebagai pengikut Kristus. Pertama-tama, kita dipanggil untuk meneladan Allah Bapa yang maha murah. Kemurahan hati-Nya mencapai puncak pada peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Putera-Nya pada peristiwa Paskah. Bapa yang mahamurah memberikan segalanya kepada manusia supaya manusia memperoleh keselamatan. Kemurahan hati-Nya ditunjukkan dengan memberikan Putera-Nya yang tunggal sebagai penebusan dosa manusia. Apakah kita bisa memiliki kemurahan hati seperti itu?
Pastilah banyak dari kita yang akan menjawab tidak bisa, karena kita bukan Allah. Tetapi panggilan untuk menjadi murah hati itu bukan panggilan untuk menjadi Allah Bapa. Yesus memanggil kita untuk menjadi murah hati dengan meneladan kemurahan hati Bapa. Itulah jalan ideal kita sebagai seorang Kristiani: murah hati seperti Bapa yang murah hati.
Salah satu tantangan besar yang membuat kita sering kali gagal menghidupi panggilan itu adalah adanya pemikiran murah hati sama dengan menjadi murahan. Awalnya kita berniat untuk menjadi murah hati, namun ketika mendengar orang lain mengatakan ‘dasar murahan’, lalu berpikir bahwa apa yang saya lakukan itu menjadi murahan, niat awal kita menjadi negatif lalu mengagalkan keutamaan kemurahan hati.
Itulah jalan ideal yang Yesus tunjukkan kemudian: menghakimi. Sering kali kita mudah sekali menghakimi orang lain, dan bahkan juga menghakimi diri sendiri. Dengan mengatakan ‘kebaikan orang lain’ sebagai tindakan murahan, dan juga berpikiran bahwa tindakan baik yang saya lakukan adalah murahan atau kebodohan, kita sedang menghakimi diri sendiri. Dengan tidak lagi menjadi orang yang murah hati, bisa jadi kita sedang menghukum diri sendiri. Jalan hidup Kristiani yang ditunjukkan oleh Yesus terhalang oleh penghakiman yang kita buat sendiri.
Dan akhirnya, Yesus mengingatkan kita supaya kita kembali kepada ajakan yang pertama untuk menjadi murah hati seperti Bapa, yakni hanya dengan mengampuni dan memberi. Dua tindakan ini menjadi sentral jalan ideal untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. Mengampuni dan memberi mengandaikan bahwa dibalik tindakan itu, Allah Bapa lah yang kita tiru untuk menjadi pribadi yang murah hati.
Hari ini kita bisa menjadikan dua kata itu sebagai mantra nafas hidup: mengampuni, memberi.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah kami dalam ibadat ini. Semoga kami disucikan dari noda dosa, agar layak memperoleh anugerah surgawi. Demi Kristus, ….
ATAU :
Allah Bapa mahakudus, semoga roti anggur ini mengingatkan kami akan sabda-Mu, bahwa Yesus saksi-Mu sejati, merupakan berkat bagi kami. Sebab Dialah ….
ANTIFON KOMUNI – Mazmur 9:23
Aku hendak mewartakan karya-Mu yang agung. Aku hendak bergembira dan bersukaria seraya memuji nama-Mu yang mahatinggi.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: semoga santapan kudus Allah Bapa maha pengasih, yang kami sambut dari altar-Mu, tetap membantu kami dan memberi kami kekuatan untuk hidup lebih baik. Demi Kristus, ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahaluhur, yang paling luhur di antara sesama manusia telah merendahkan diri sampai wafat untuk membela kami. Kami bersyukur dan memohon, semoga hanya Dia sajalah guru dan pemimpin kami. Sebab Dialah ….
Resi-Selasa 03 Maret 2026 oleh Rm Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas Generalat SCJ Roma – Italia
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/03/02/selasa-03-ferbuari-2026-hari-biasa-pekan-ii-prapaskah/
Podcast: Play in new window | Download