Rabu, 25 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 25 Februari 2026
Lukas 11:29-30 (Luk 11:29-32)
Berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.”
Sakramen Tanda Keselamatan Tuhan
Sebagai manusia yang mengandalkan bukti dan penglihatan, orang Israel meminta tanda dari surga kepada Yesus bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan.
Yesus lalu mengingatkan mereka bahwa sudah begitu banyak tanda yang dianugerahkan Allah agar mereka melihat dan percaya bagaimana Allah hadir dengan pelbagai tanda keselamatan bagi mereka. Tapi orang Israel tetap keras kepala, tidak mau percaya dan tidak mau bertobat dari kepicikannya.
Yesus menunjuk tanda keselamatan Allah ketika Nabi Yunus diutus ke tengah orang Niniwe untuk mewartakan pertobatan. Orang Niniwe bukanlah umat pilihan Allah seperti umat Israel, tapi diingatkan Allah melalui Nabi Yunus agar bertobat dan meninggalkan kejahatan mereka. Tidak menunggu lama, mereka mendengarkan Yunus dan berbalik dari sikap hidupnya yang salah.
Bagaimana dengan kita sekarang ini?
Yesus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Ia telah rela mati di salib, dimakamkan selama 3 hari, namun bangkit dengan jaya.
Misteri Paskah Kristus ini menjadi tanda perjanjian baru Allah dan manusia agar kita diselamatkan. Yesus adalah tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan.
Ia telah naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita di surga, agar kita juga dapat sampai ke surga.
Yesus tetap hadir di tengah kita oleh Roh KudusNya dan turut bekerja untuk keselamatan kita melalui Sakramen-sakramen Gereja yang telah dianugerahkanNya melalui para Rasul.
Sakramen-sakramen ini menandai setiap tahap hidup kita dari awal hingga akhir kehidupan kita. Sejak kita lahir dan dibaptis. Sebagai anak-anak Allah kita diberi santapan ilahi, Tubuh Kristus sendiri dalam sakramen Ekaristi. Kita dikuatkan oleh Roh Kudus untuk mengikuti Kristus dan menjadi saksiNya melalui Sakramen Penguatan atau Krisma.
Saat kita jatuh dalam dosa, ada Sakramen Tobat untuk kita mendapatkan pengampunan dan bangkit kembali. Seperti halnya ketika kita kotor dan dibersihkan lagi.
Dalam perjalanan ziarah kita di dunia ini, kita dituntun dan dibimbing oleh gembala-gembala yang dipilih dan diutus Allah melalui Sakramen Imamat. Mereka menguduskan, mewartakan sebagai nabi dan memimpin gereja.
Untuk melahirkan dan menghadirkan anak-anak Allah untuk memenuhi bumi ini, perkawinan menjadi Sakramen keselamatan, agar keluarga-keluarga dikuduskan dan Yesus tinggal di dalamnya mempersatukan mereka.
Saat jatuh sakit dan menjelang ajal, Allah hadir mengurapi kita dengan Sakramen Perminyakan untuk orang sakit.
Semua sakramen ini dimahkotai dengan Ekaristi yang dirayakan setiap hari. Yesus setiap hari mengundang kita bersatu denganNya melalui santapan sabda dan tubuhNya.
Semua tanda keselamatan ini menjadi bukti kasih setia Tuhan untuk menemani dan menguatkan kita berjalan di dunia ini menuju rumah Bapa di surga.
Selamat melanjutkan perjalanan hidup ini, di hari yang baru yang diciptakan Tuhan untuk kita. Salve!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Feb 2026
Rabu Prapaskah I
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yl 2:12-13
Bacaan Injil: Luk 11:29-32
***********
Bait Pengantar Injil
Yl 2:12-13
Sekarang juga, demikianlah firman Allah,
berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu,
sebab Aku ini pengasih dan penyayang.
Bacaan Injil
Luk 11:29-32
Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia,
“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.
Mereka menuntut suatu tanda,
tetapi mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe,
demikian pulalah
Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini.
Pada waktu penghakiman
ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini
dan akan menghukum mereka:
Sebab ratu ini datang dari ujung bumi
untuk mendengarkan hikmat Salomo,
dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!
Pada waktu penghakiman,
orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini
dan mereka akan menghukumnya.
Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat
waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus,
dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Saat kita menjalani masa Prapaskah yang suci ini, kita diingatkan bahwa ini adalah waktu untuk pertobatan, pembaruan, dan transformasi. Injil berbicara tentang Tanda Yunus sebagai panggilan untuk bertobat dan berubah. Demikian pula, Yesus memanggil kita hari ini untuk kembali kepada Allah dengan ketulusan dan keberanian.
Orang-orang Niniwe tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan Yunus; sebaliknya, mereka merendahkan diri, berpuasa, dan mencari belas kasihan Allah. Berbanding terbalik dengan orang-orang pada masa Yesus, mereka ditegur dengan keras oleh Yesus karena mereka meminta tanda, padahal Dia sendiri adalah tanda terbesar — kehadiran Allah di tengah-tengah mereka.
Seringkali, kita menjadi dingin, menolak perubahan yang sejati. Bahayanya bukan hanya dosa itu sendiri, tetapi ketidakpedulian kita yang mendorong kita meyakinkan diri sendiri bahwa segala sesuatu baik-baik saja meskipun kita tahu kita perlu berubah, perlu bertobat. Orang-orang Niniwe mengajarkan kepada kita untuk tidak menunda-nunda kembali kepada Allah dengan hati yang tulus.
Tanda-tanda apa yang Allah kirimkan ke dalam hidup kita hari ini? Terkadang, mereka datang sebagai pergulatan, terkadang sebagai momen kasih karunia, tetapi semuanya mengundang kita untuk bertobat. Orang-orang Niniwe merespons dengan puasa, doa, dan kerendahan hati. Pada masa Prapaskah ini, mari kita memeriksa hati nurani kita, mengakui kesalahan kita, dan mengambil tindakan untuk mendekati Allah.
Orang-orang Niniwe harus mengubah cara hidup mereka, dan pertobatan mereka bukan hanya untuk sesaat tetapi komitmen untuk hidup atas cara yang baru. Perjalanan pertobatan kita seperti pertempuran — kita jatuh, kita berjuang, tetapi kita harus bangkit kembali dan terus maju dalam kekudusan.
Prapaskah adalah waktu kita untuk merespons — untuk bertobat, percaya, dan memperbarui hati kita. Mari kita tidak menyia-nyiakan saat rahmat ini tetapi menerimanya dengan hati yang terbuka, mengetahui bahwa tujuan akhir kita adalah Surga.
Tuhan, aku tahu Engkau bersabda kepadaku dengan cara yang tak terhitung jumlahnya. Bukalah telinga hatiku untuk mendengarkan panggilan-Mu untuk bertobat. Amin.
Selamat beraktivitas. Dengarkan panggilann-Nya untuk bertobat! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC