Sabtu, 21 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Sabtu 21 Februari 2026
Lukas 5:31-32 (Luk 5:27-32)
Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Yesus Datang Untuk Memanggil Orang Berdosa
Almarhum Paus Fransiskus selalu mengingatkan bahwa Gereja itu adalah rumah sakit. Di sinilah tempat orang sakit datang berobat, orang berdosa datang bertobat.
Gereja sebagai umat Allah adalah tempat kita mengalami pengampunan dan didamaikan kembali dengan Tuhan dan sesama. Semakin orang jauh dari Tuhan semakin besar upaya kita untuk mencari mereka yang hilang, dan pintu Gereja selalu terbuka untuk menyambutnya kembali.
Sama seperti Bapa di surga yang menyambut dengan sukacita anakNya yang hilang dan kembali pulang ke rumah. Demikian juga halnya yang dilakukan Yesus untuk Lewi (Matius) si pemungut cukai.
Ia sudah lama terbeban dengan pekerjaannya, yang membuatnya hidup dengan rasa bersalah. Sebagai orang Yahudi, ia menjadi pengkhianat bangsa. Apalagi sebagai pemungut cukai, dia menjadi kaya karena curang dan suka mengancam orang.
Ketika Yesus memanggilnya pulang untuk mengembalikan martabatnya, ia langsung berdiri dan mengikuti Yesus.
Gereja adalah rumah Allah, rumah kita, rumah sakit kita.
Mari datang untuk check up. Barangkali kolesterol egoisme terlalu tinggi; ada penyumbatan saluran nadi belas kasih karena rasa benci, dendam dan irihati; mungkin asam urat terlalu tinggi karena terlalu banyak asupan pikiran negatif dan prasangka.
Demikian juga, jangan sampai karena beban dosa yang berat membuat kita stroke dan lumpuh karena dihantui rasa bersalah. Bukankah Yesus adalah “penyembuh segala luka, penegak hukum cinta?”
Yesus adalah dokter keluarga kita. Dia tahu semua jenis penyakit kita. Pada Dia-lah kita datang memohon kesembuhan dan pengampunan. Yesus adalah tempat kita mencurahkan isi hati yang penuh luka batin.
”Ampunilah kami ya Yesus. Tolong angkat kami yang tak mampu berdiri tegak karena beban dosa kami. Jadikanlah kami pengampun dan penyembuh luka hati. Biarlah ada damai dan sukacita di hati kami karena boleh mengampuni dan mencintai sebagaimana Engkau tetap mencintai dan mengampuni kami sekalipun kami banyak kali melukai hatiMu. Ya Yesus, ampunilah kami, orang berdosa ini. Amin.”
Selamat berakhir pekan. Syalom, damailah di hati!🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 21 Feb 2026
Sabtu Rabu Abu
PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yeh 33:11
Bacaan Injil: Luk 5:27-32
***********
Bait Pengantar Injil
Yeh 33:11
Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik,
melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.
Bacaan Injil
Luk 5:27-32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi,
sedang duduk di rumah cukai.
Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu,
lalu mengikut Dia.
Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya.
Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut
kepada murid-murid Yesus,
“Mengapa kamu makan dan minum
bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Lalu jawab Yesus kepada mereka,
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,
tetapi orang sakit!
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Dalam Injil hari ini, kita bertanya: Apa yang membuat Yesus memanggil Lewi untuk mengikuti-Nya dan apa yang membuat Lewi meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus? Alasan utamanya adalah bahwa Lewi yg adalah seorang berdosa dan dia sdh lelah hidup dalam dosa. Karena itu ketika Lewi dipanggil oleh Yesus, dia mengabaikan semua pertimbangan untuk mengikuti Yesus. Karena dia tahu bahwa akhirnya ada seseorang yang tidak menghakiminya dan seseorang yang bersedia memberinya kesempatan kedua untuk hidup jauh dari dosa.
Dalam Injil ini, Yesus memberi kita pelajaran berharga tentang bagaimana kita dapat mengajak orang lain untuk bertobat.
Pertama, janganlah kita menghakimi orang-orang yang kita anggap berdosa. Siapakah kita sehingga berhak menghakimi, padahal kita sendiri juga berdosa?
Kedua, marilah kita selalu memberi orang lain kesempatan kedua, betapapun berdosanya mereka.
Tentu saja byk orang yang sangat ingin menjalani hidup yg jauh dari dosa, tetapi tidak seorang pun mau memberi mereka kesempatan kedua. Tampaknya bagi org berdosa hampir semua orang menghukum mereka.
Marilah kita berjanji untuk tidak menghakimi. Marilah kita berjanji untuk memberi kesempatan kedua bg mereka yang kita anggap sebagai orang berdosa. Adanya orang berdosa karena ada orang yang menghakimi mrk dan tidak mau memberi mereka kesempatan kedua.
RP. PAUL KERANS, SVD