Minggu, 15 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 15 Februari 2026
Hari Minggu Biasa VI
Matius 5:17 (Mat 5:17-37)
”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”
Yesus Wujud Nyata Cinta Sejati Akan Allah Dan Cinta Allah Tak Terhingga Bagi Manusia
Atas apa yang sangat radikal yang diajarkan dan dilakukan Yesus yang sangat berbeda yang dilakukan orang Yahudi, mereka mengira bahwa Yesus datang untuk meniadakan Hukum Taurat.
Hukum Taurat atau Taurat Musa tertuang dalam 5 Kitab pertama dalam Alkitab yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.
Kelima Kitab ini sangatlah penting bagi orang Yahudi karena di dalamnya terdapat 10 Perintah Allah. Itulah perintah untuk mencintai Allah dan sesama dengan segenap hati dan sepenuh jiwa.
Yesus tidak merubah perintah ini, akan tetapi Ia menggenapinya dengan menunjukkan hakekat terdalam dan radikal (mengakar), bagaimana mencintai Allah dan sesama, sebagaimana tertuang dalam 10 perintah Allah, namun sekaligus bagaimana Allah mencintai kita manusia, dengan cara Allah menjelma menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan menyempurnakan kurban persembahan kepada Allah dengan menjadi Anak Domba yang dikurbankan untuk menebus dosa manusia, sekali untuk selamanya.
Di dalam Yesus, hukum cinta kasih mendapatkan wujudnya yang sempurna, yakni “Mengampuni tanpa batas, mencintai tanpa syarat, dan berkorban sampai mati.”Menjadi seperti Yesus, inilah kepenuhan hidup kita.
Karena itu Yesus berpesan, “Hendaklah kmu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yoh 15:12).
Mari mencintai Tuhan dan sesama sebagaimana Yesus telah mencintai kita. Mencintailah dengan sepenuh hati, hilangkanlah kebencian dan balas dendam, sucikanlah hati dan pikiran, persembahkanlah kurban hati yang penuh pengampunan, dan berdamailah dengan semua orang.
Damainya hati serta bahagianya hidup kita menjadi wujud nyata cinta Yesus bagi sesama, dan cinta kita yang total kepada Allah.
Selamat Hari Minggu. Mari sujud menyembah Tuhan di baitNya yang kudus. Damailah selalu di hati🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
INSPIRASI FIRMAN TUHAN MINGGU BIASA VI
Minggu, 15 Februari 2026
Bacaan I: Sir. 15 : 15 – 20
Bacaan II: 1 Kor 2 : 6 – 10
Injil: Mat. 5 : 17 – 30
BERDAMAI DAN MENGAMPUNI ADALAH SYARAT PENGABULAN DOA
Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu:”Tuhan tidak akan pelit dalam hal mengabulkan doa-doamu asalkan engkau rela berdamai dan saling mengampuni. Berdamai dan mengampuni selalu menyiapkan ruang di hatimu sehingga Allah bebas mengisinya dengan berkat-berkat surgawi-Nya.”
Bacaan I; “Mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut kepada-Nya, dan segenap pekerjaan manusia la kenal.” ( ayat 19 )
Refleksi: Jika engkau takut akan Allah dan hidup suci maka dirimu akan berkenan di hati Allah. Ia akan mencurahkan kepadamu berkat-berkat yang engkau perlukan dalam hidupmu.
Bacaan II: “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ( ayat 9 )
Refleksi: Jika hidupmu suci sehingga berkenan kepada Allah maka Ia akan menganugerahkan kepadamu berkat-berkat yang baik yang engkau minta maupun yang tidak pernah engkau minta tapi sangat memerlukan menurut kehendak-Nya.
Bacaan Injil: :”Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”( ayat 23 – 24 )
Refleksi: Berdamai dan mengampuni adalah syarat utama untuk pengabulan doamu. Tuhan ingin agar hatimu siap menerima curahan berkat-Nya di dalam hati yang suci sehingga berkat-Nya tidak sia-sia.
Ingatlah bahwa Tuhan tak pernah pelit memberikan berkat-Nya asalkan hatimu siap menerimanya.
Selamat berhari Minggu untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )