Rabu, 11 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 11 Februari 2026
Hari Orang Sakit Sedunia
Markus 7:15 (Mtk 7:14-23)
”Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
Hati Yang Menyembuhkan
Inti terdalam diri kita adalah hati. Apa yang datang dari hati itulah yang paling menentukan pikiran, perasaan, perkataan, serta perbuatan kita.
Oleh karena itu, pada saat gereja merayakan “Hari Orang Sakit Sedunia” (HOS) hari ini, Yesus mengajak kita untuk masuk ke dalam hati untuk melihat, ‘sejauh mana hati kita selalu tergerak oleh belaskasihan.’ Atau sebaliknya oleh kebencian, prasangka, atau perasaan negatif (ill-feel)?
Hati yang berbelas kasih, hati yang mencintai, sekalipun ia sendiri terluka, adalah hati yang menyembuhkan. Karena itu Paus Leo XIV mengajak kita merenungkan tema, “Orang Samaria yang baik hati” sebagai tema permenungan dan pelayanan kita di hari orang sakit ini.
Kita menjadi penyembuh bagi yang sakit oleh empati kita, belarasa kita dalam ikut menanggung penderitaan dan sakit orang lain, menjadikannya penderitaan kita sendiri.
Inilah persis yang dibuat Yesus. Ia bisa menyembuhkan luka fisik atau penyakit, tapi Ia sendiri ikut mengalami sakit dan luka oleh cambuk para algojo, pikulan salib yang berat, tapi lebih dari itu Yesus merasakan luka hati – sakit hati oleh fitnahan, cercaan, makian dan hujatan orang-orang yang pernah Ia bantu, orang-orang yang Ia cintai.
Yesus menjadi penyembuh yang sejati saat Ia ikut mengalami derita, dan karena itu kita yang sakit, ikut merasakan belarasa Tuhan, yang juga mengalami derita yang sama.
Pastor Henri Nouwen, menyebut pelayanan dengan empati ini sebagai “the wounded healer”, penyembuh yang sendiri terluka.
Empati kita, karena pernah terluka dan sakit hati, menguatkan orang yang terluka. Bahwa mereka tidak sendirian, bahwa mereka dicintai dan diampuni. Maka ketika hati seorang pasien bisa mencintai dan mengampuni, menerima deritanya bukan sebagai hukuman tapi sebagai ambil bagian dalam derita Yesus, ia dikuatkan dan luka hatinya sembuh.
Arti sebenarnya “rumah sakit” adalah “hospital” dari bahasa Latin “hospes” yang berarti ‘tamu-orang asing’ yang miskin, susah, sakit, yang diterima, dijamu, dirawat di rumah penginapan. Kemudian secara historis menjadi tempat pelayanan medis yang penuh keramah-tamahan (hospitality) atau menjadi ‘rumah’ di mana orang merasa diterima, dicintai dan dirawat dengan kasih dan empati mendalam.
Di sinilah orang mengalami ajakan Yesus, “tinggallah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu.”
Perjumpaan dan persahabatan dengan Yesus, mengalami belaskasih dan empatiNya, inilah penyembuhan mendalam, luka hati dan luka fisik kita.
Mari menjadi Yesus (orang Samaria) yang tergerak oleh belaskasih agar kita dapat menyembuhkan, luka hati kita sendiri dan sesama yang sakit.
Selamat berbelarasa. Biarlah hati kita menjadi seperti Hati Yesus.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr