Selasa, 10 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 10 Februari 2026
Peringatan St Skolastika
Markus 7:6b (Mrk 7:1-13)
”Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”
Selaras Yang Di Bibir Dan Yang Di Hati
Yesus menegur orang-orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka hanya mementingkan hal-hal yang luaran, namun tidak peduli dengan apa yang di dalam. Seperti kata pepatah, lain di bibir lain di hati.
Yesus-pun mengingatkan mereka agar jangan melakukan sesuatu dengan motivasi yang dangkal yakni hanya sekedar mengikuti kebiasaan atau hanya sekedar mengikuti perintah dan aturan tanpa mendalaminya.
Apapun yang kita lakukan untuk Tuhan maupun sesama, mari melakukannya dengan setulus hati dan dengan sepenuh hati.
Apabila hidup rohani terasa kering dan hampa, mengikuti ibadah atau misa tanpa makna, itulah tandanya kita melakukan rutinitas ibadah hanya sekedar menuruti perintah dan kebiasaan.
Orang bisa saja hadir dan terlibat, tapi hati dan pikirannya tidak tertuju kepada Tuhan. Badannya ada di gereja tapi pikirannya sudah di tempat lain.
Orang kehilangan gairah dan semangat untuk berdoa dan beribadah bila hatinya jauh dari Tuhan. Mari mendorong hati kita untuk melekat di hati Tuhan. Alami dan rasakan kasih setiaNya di setiap tarikan nafas hidup kita. Hanya oleh kasihNya kita masih bisa bernafas dan hidup. Kesadaran ini menumbuhkan rasa syukur selalu dalam hati dan kerinduan untuk berdoa menyampaikan terimakasih.
Mari memperdalam motivasi kita dalam melakukan sesuatu, seperti kata Paulus, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol 3:24)
”St Skolastika, doakanlah kami.”
Selamat memulai hari baru. Mari selaras antara kata dan perbuatan, berdoa dan bekerja.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Feb 2026
Selasa Pekan Biasa V
PW S. Skolastika, Perawan
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:36a.29b
Bacaan Injil: Mrk 7:1-13
**********
Bait Pengantar Injil
Mzm 119:36a.29b
Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah,
dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.
Bacaan Injil
Mrk 7:1-13
Kamu mengabaikan perintah Allah
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari
serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat
dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis,
yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Sebab orang-orang Farisi
– seperti orang-orang Yahudi lainnya –
tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu,
karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang.
Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan
kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.
Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang,
umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga.
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu
bertanya kepada Yesus,
“Mengapa murid-murid-Mu
tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?
Mengapa mereka makan dengan tangan najis?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,
hai orang-orang munafik!
Sebab ada tertulis:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku,
sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Yesus berkata kepada mereka,
“Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah,
supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu!
Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’
Tetapi kamu berkata:
Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya:
‘Apa yang ada padaku,
yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu,
sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,’
maka kamu membiarkan dia
untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya.
Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku
demi adat istiadat yang kamu ikuti itu.
Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KUPANG
MULIAKAN ALLAH DENGAN HATI YANG MURNI
Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi ini: “Tuhan rindu mendengar pujian dan sembah kita yang murni dari hati, bukan sekedar kata-kata manis. Maka murnikanlah hatimu setiap saat ketika mulutmu memuji dan memohon kepada-Nya.”
Dalam injil ini Yesus mengingatkan kita untuk menyelaraskan kemurnian hati dengan kata-kata yang terucap kepada-Nya: “Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” ( ayat 6 )
Pesan Tuhan bagimu hari ini:
– Murnikanlah hatimu setiap kali engkau memuji dan menyembah Allah;
– Rangkaikanlah kata-kata yang keluar dari hatimu yang tulus dan murni;
– Jadilah pelaksana utama dari apa yang engkau katakan.
Akhirnya kemurnian hati memang tidak bisa dilihat dan diukur, tapi kata-kata yang Anda ucapkan mengekspresikan sebagian dari apa yang ada di hatimu. Maka bijaklah berbicara kepada orang lain, karena mereka bisa menilai dirimu dari kata-katamu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )