Sabtu, 07 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Sabtu 07 Februari 2026
Markus 6:31a (Mrk 6:30-34)
Yesus berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!”
Refleksi Di Tengah Aksi
Menyendiri bersama Yesus sangatlah penting bagi kita untuk dapat memaknai lebih dalam lagi tugas dan karya perutusan kita di dunia ini.
Kesibukan memang mengasyikkan, tapi bisa membuat orang kehilangan orientasi. Bukannya sibuk untuk tujuan yang jelas, tapi sibuk dengan diri sendiri, bahkan sibuk hanya sekedar sibuk. Orang lupa diri, karena fokus pada diri sendiri bukan lagi pada Tuhan yang ia layani. Dipikirnya, semua yang ia capai adalah karena kehebatannya. Ia merasa mampu, karena itu ia berhenti menimba kekuatan dari Tuhan.
Untuk sampai pada rasa syukur yang dalam, aksi haruslah disertai refleksi, kata lain dari berdoa dan bekerja, ora et labora.
Kita perlu masuk dalam keheningan bersama Yesus dalam doa dan kontemplasi untuk mengalami dan merasakan hadirnya Dia.
Sebutlah nama Yesus dalam setiap tarikan dan hembusan nafas, biarlah Ia menyatu di relung hati kita, hingga kita dapat berkata seperti Paulus: “bukan lagi aku, melainkan Yesus yang hidup dalam diriku.’
Biarlah hening bersama Yesus menjadi kekuatan kita, karena mendapatkan energi kasih yang baru. Seperti halnya baterei yang baru di-charge, penuh dengan energi kasih Tuhan.
Saat berjumpa dengan Yesus dalam doa, kita sungguh yakin bahwa “Aku diterima, aku dikasihi, aku diampuni, aku diberkati. Aku diutus, aku siap melayani. Betapa hidupku berarti dalam Tuhan.“
Oleh kekuatan rohani yang baru ini, kita kembali melangkah dengan penuh keyakinan akan kasih dan penyertaan Tuhan. Move on, terus melangkah meninggalkan masa lalu dan menyongsong masa depan dengan semangat pembaharuan diri.
Selamat berakhir pekan dalam naungan berkat Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Feb 2026
Sabtu Pekan Biasa IV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mrk 6:30-34
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.
Bacaan Injil
Mrk 6:30-34
Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada waktu itu
Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.
Setelah menunaikan tugas itu
mereka kembali berkumpul dengan Yesus
dan memberitahukan kepada-Nya
semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Marilah ke tempat yang sunyi,
supaya kita sendirian, dan beristirahatlah Sejenak!”
Memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi,
sehingga makan pun mereka tidak sempat.
Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat,
dan mereka mengetahui tujuannya.
Dengan mengambil jalan darat
segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu
dan mereka malah mendahului Yesus.
Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak,
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.
Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Perikope Injil hari ini menampilkan Yesus dengan Hati-Nya yang penuh belas kasih. Ia dengan kasih-Nya mengundang para Rasul untuk “bertolak ke tempat yang sunyi” supaya mereka beristirahat. Para Rasul baru kembali dari perutusan mereka untuk berkotbah dan menyembuhkan orang-orang sakit ke kota-kota serta desa-desa sekitar. Tentu saja mereka memerlukan istirahat yang cukup. Itu juga menjadi kesempatan mendengarkan “sharing” para murid tentang pengalaman perjalanan misioner mereka. Namun ternyata orang banyak mendahului mereka. Melihat mereka tergeraklah Hati Yesus sebab mereka seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.
Yesus digambarkan sebagai Sang Gembala Baik. Perjanjian Lama sering juga menampilkan Allah sebagai Gembala bagi umat-Nya. “Tuhanlah Gembalaku, tak kan kekurangan aku,” (Mzm 23: 1). Nabi Yesaya juga menubuatkan bahwa Sang Juruselamat akan “memberi makan kawanan-Nya seperti seorang gembala, Ia akan mengumpulkan domba-domba dalam pelukan tangan-Nya (Yes 40: 11). Yesus sendiri berkata kepada para murid bahwa Ia adalah Gembala yang Baik, yang rela menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.
Kita bersyukur karena kita mempunyai seorang Gembala yang amat baik. Hati-Nya yang penuh belas kasih senantiasa terbuka bagi kita. Maka marilah kita menyediakan waktu untuk bersama-Nya setiap hari. Menjadi murid-murid Kristus yang efektif, tidak cukup kita menjadi orang sibuk saja. Menjadi murid-murid Yesus diperlukan “connectedness” dengan Dia. Dengan kebersamaan dengan Dia, cinta kasih manusiawi dan pelayanan kita dimurnikan. Sebab apa yang kita bagikan dan kita komunikasikan dalam pelayanan kita adalah kasih dan bela rasa Sang Gembala Utama. Belas kasih, belarasa dan perhatian Sang Gembala Baik yang kita bagikan kepada mereka yang dipercayakan kepada pelayanan kita.
Mari kita juga menjadi domba-domba yang baik, dengan mengusahakan hidup yang suci, rendah hati, melayani dan memberikan diri secara tulus, serta melaksanakan perintah-perintah kasih-Nya.
Hari ini adalah hari Sabtu Imam. Doakan agar para Imam menghidupi kasih, perhatian dan bela rasa Sang Gembala Baik.
Tuhan Yesus, Engkaulah Gembala yang Baik. Engkau menjaga dan melindungi kami dari segala bahaya. Bantu kami untuk berdiri teguh dalam Sabda-Mu dan percaya pada bantuan-Mu dalam segala situasi. Semoga kami selalu menemukan istirahat dan perlindungan dalam penjagaan dan pemeliharaan-Mu.
Selamat berakhir pekan. Mari saling menggembalakan. ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC