Kamis, 05 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 05 Februari 2026
Peringatan St Agata
Markus 6:7-8a (Mrk 6:7-13)
Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka….
Menjadi Pembawa Kristus
Injil hari ini mengingatkan kita pada maksud utama kehadiran kita di dunia ini sebagai murid-murid Kristus adalah menjadi pengemban misi Allah, pewarta Kerajaan Allah, dengan tugas utama menjadi pembawa Kristus bagi dunia melalui kesaksian hidup dan karya kita.
Bekal utama kita adalah iman kita akan Yesus dan kasih Allah yang tak terhingga dalam Yesus. Bukan roti, uang atau pakaian. Kita bersandar pada kasih Tuhan. Semua yang kita perlukan pasti akan ditambahkan. Yesus telah bersabda, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33).
Bila Tuhan mengutus kita, Ia pasti membekali kita dengan rahmatNya yang perlu untuk itu.
Lihatlah ke sekeliling, orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup dan perutusan kita. Kita tidak sendirian dan kita punya segalanya yakni iman kita akan Yesus. Ingatlah kata Petrus, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kis 3:6).
Ingatlah semua kenangan kita bersama Yesus, sejak dibaptis hingga kini. Semua kebaikanNya bagi kita melalui pengalaman iman berjalan bersamaNya. Bagaimana Yesus hadir di saat suka duka hidup kita. Baik pengalaman perjumpaan dalam doa, Ekaristi, pembacaan Injil dan SabdaNya. Bagaimana Ia hadir melalui persekutuan Gereja, melalui orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita: orangtua, teman, pasangan hidup, kakak beradik bahkan siapa saja yang menjadi bagian dalam perjalanan hidup kita.
Ingatlah bagaimana Yesus mengatasi persoalan-persoalan hidup kita, semua perkara yang bisa kita tanggung dan jalani oleh Dia.
Biarlah semua orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan sahabat kita, Dia adalah Penebus dan Penyelamat kita, Dia juga adalah Pendamping yang rela berbagi dan berkorban bersama kita.
Kita tidak sendirian. Banyak teman menyertai kita. Dalam satu persekutuan dan persaudaraan kita berjalan bersama, membawa Kristus bagi sesama.
Selamat melayani bersama Tuhan dan sesama saudara lainnya. Yesus menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 05 Feb 2026
Kamis Pekan Biasa IV
PW S. Agata, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15
Bacaan Injil: Mrk 6:7-13
***********
Bait Pengantar Injil
Mrk 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil
Mrk 6:7-13
Yesus mengutus murid-murid-Nya.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid
dan mengutus mereka berdua-dua.
Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
dan berpesan kepada mereka
supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan,
kecuali tongkat;
roti pun tidak boleh dibawa,
demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang;
mereka boleh memakai alas kaki,
tetapi tidak boleh memakai dua baju.
Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu,
“Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah,
tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu,
dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,
keluarlah dari situ dan bebaskanlah debu yang di kakimu
sebagai peringatan bagi mereka.”
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.
Mereka mengusir banyak setan,
dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak,
dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Dalam Injil hari ini, Yesus mengutus Dua Belas rasul-Nya berdua-dua. Mengapa berpasangan? Alasannya adalah kredibilitas. Dalam tradisi Yahudi, diperlukan dua saksi untuk membuktikan kebenaran suatu perbuatan. Ia memerintahkan para murid untuk melakukan pekerjaan yang Ia lakukan, yaitu mengusir roh jahat, menyembuhkan, dan menyampaikan firman Allah. Ia juga memerintahkan mereka untuk tidak membawa apa pun dalam perjalanan mereka kecuali tongkat; tidak ada roti, tidak ada bekal, tidak ada uang di ikat pinggang mereka; boleh mengenakan alas kaki tetapi tidak mengenakan dua jubah.
Sekarang, para misionaris kita terbang dengan pesawat dan mengemudi mobil. Mereka memiliki lebih dari sekadar tongkat dan sandal. Mereka menggunakan fasilitas dan sarana modern untuk berkomunikasi seperti: radio, televisi, telepon seluler, Internet, dan sebagainya. Sebagian besar dari mereka juga tidak sendirian tetapi didukung oleh jemaat dengan sumber dayanya. Mengapa Yesus memerintahkan untuk tidak membawa apa pun? Hal ini menunjukkan semangat misi, yaitu kesaksian atau meninggalkan segala sesuatu untuk meneladani hidup Kristus dan apa yang Dia perjuangkan. Tentu saja, misionaris harus selalu mengingat pedoman yang tidak akan berubah: mempercayai Allah lebih dari diri sendiri; memberitakan bukan diri sendiri tetapi Allah, dan bahwa hasil usaha mereka tidak bergantung pada diri mereka sendiri tetapi pada Allah.
Namun, perlu kita ingat bahwa ketika kita berbicara tentang menjadi misionaris, kita tidak hanya berbicara tentang misionaris yang dikirim oleh tarekat-tarekat religius untuk memberitakan Injil kepada orang lain di negara lain. Sebab, masing-masing dari kita yang dibaptis adalah misionaris Tuhan!
Hari ini kita diingatkan bahwa kita semua diutus oleh Tuhan untuk sebuah misi. Wilayah misi kita bisa jadi rumah kita sendiri, di mana seluruh anggota keluarga perlu dibawa kepada Kristus. Wilayah misi kita bisa jadi tempat kita bekerja, di mana atasan atau rekan kerja hidup seolah-olah nilai-nilai Kristen hanya berlaku pada hari Minggu saja. Lingkungan sekitar kita juga bisa menjadi ladang misi kita, di mana kita diutus untuk membawa damai dan harmoni kepada orang-orang yang saling curiga, bertengkar, dan saling membenci. Untuk misi kita, kita hanya membutuhkan tongkat kepercayaan kepada Allah dan sandal kasih.
Apa yang merintangi saya untuk mewartakan Injil? Sesuatu yang baik selalu ada di depan mata. Marilah kita maju, bersatu dalam misi, untuk membagikan sukacita Injil kepada dunia!
“Saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka dan kotor karena telah keluar ke jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman dengan diri sendiri,” kata mendiang Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium no. 49.
Tuhan, mereka hanyalah nelayan yang sedang membersihkan jala, tetapi Engkau memanggil para rasul-Mu untuk memberitakan Kabar Baik-Mu. Beranikan untuk menyampaikan firman-Mu. Mampukan kami menyuarakan Firman-Mu tanpa ragu, bahkan kepada orang-orang yang tidak tidak mau mendengarkannya. Amin.
Selamat berkativitas. Selamat bermisi! ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC