Jumat, 30 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Jumat 30 Januari 2026
Markus 4:31-32 (Mrk 4:26-34)
”Hal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
Cara Allah Bapa Bekerja
Yesus melukiskan dengan indah bagaimana Allah Bapa bekerja. Mulanya kelihatan begitu kecil dan tak diperhitungkan. Namun oleh kuasa Allah benih yang begitu kecil kemudian menjadi pohon yang besar dan menghasilkan buah yang melimpah serta tempat bernaung yang teduh bagi burung-burung di udara.
Begitulah hidup kita di tangan Allah Bapa kita. Jauh melampaui akal budi manusia. Apa yang kecil dan hina di mata dunia, tidaklah demikian di mata Allah.
Daud yang kecil dan imut, kelihatan lemah dan tak sekuat kakak-kakaknya, dipilih Allah menjadi raja Israel.
Betlehem yang kecil, kandang yang hina, gembala-gembala yang tak punya kedudukan, dan bayi kecil di Betlehem, serta semua kisah sejenis dalam Alkitab, sesungguhnya adalah kisah tentang kemahakuasaan Allah yang melampaui segala akal, dan daya cinta ilahiNya yang tak terkirakan.
Salib sebagai lambang penghinaan dan tempat penjahat yang paling keji dihukum, telah menjadi lambang cinta Allah dalam diri Yesus yang tersalib untuk kita.
Adakah hal di dunia ini yang membuat kita kecil hati, putus asa dan hilang harapan, merasa tak berdaya dan tak punya masa depan?
Allah adalah sumber pertumbuhan kita. Yesus telah diutusNya menemani kita berjalan bersama. Roh KudusNya tinggal dalam hati kita untuk kita terus bertumbuh dalam kasihNya dan menghasilkan banyak buah.
Tentu di pihak kita, kita perlu merawat dan mengembangkan anugerah iman yang kita terima, sekecil apapun itu. Kita berserah dan memberi diri untuk dibentuk oleh Allah melalui pelbagai peristiwa hidup ini, baik suka maupun duka. Agar kita mampu melihat ada Allah Trutunggal Mahakudus di semua proses pertumbuhan kita.
Biarlah dari semua yang kita kerjakan, kita dapat bersaksi bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rom 8:28).
Selamat hari Jumat. Mari ikut memperluas Kerajaan kasih Allah melalui hidup dan karya kita hari ini.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 30 Jan 2026
Jumat Pekan Biasa III
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Mrk 4:26-34
************
Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Bacaan Injil
Mrk 4:26-34
Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih.
Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu ketika Yesus berkata,
“Beginilah hal Kerajaan Allah:
Kerajaan Allah itu seumpama orang
yang menaburkan benih di tanah,
malam hari ia tidur, siang hari ia bangun,
dan benih itu mengeluarkan tunas
dan tunas itu makin tinggi!
Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu!
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah,
mula-mula tangkai, lalu bulir,
kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu.
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit,
sebab musim menuai sudah tiba.”
Yesus berkata lagi,
“Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu?
Atau dengan perumpamaan manakah
kita hendak menggambarkannya?
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.
Memang biji itu yang paling kecil
daripada segala jenis benih yang ada di bumi.
Tetapi apabila ia ditaburkan,
ia tumbuh dan menjadi lebih besar
daripada segala sayuran yang lain
dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,
sehingga burung-burung di udara
dapat bersarang dalam rimbunannya.”
Dalam banyak perumpamaan semacam itu
Yesus memberitakan sabda kepada mereka
sesuai dengan pengertian mereka,
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka.
Tetapi kepada murid-murid-Nya
Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Dalam Injil hari ini Yesus mengajar pendengar-Nya tentang Kerajaan Allah. Ia tidak berbicara tentang suatu kerajaan seperti yang mereka pikirkan, atau yang juga sering kita bayangkan, tetapi tentang Allah yang meraja. Kerajaan itu, menurut Yesus, tumbuh perlahan tetapi mempunyai potensi yang luar biasa. Ia gambarkan dengan pertumbuhan benih mulai dari ditabur, mengeluarkan tunas, bertumbuh semakin tinggi dan menghasilkan buah. Prosesnya, tidak ada orang yang tahu. Ia juga menggambarkan Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi yang kecil, ditabur, hingga bertumbuh menjadi besar dan bercabang-cabang, hingga burung-burung pun bersarang dalam naungannya.
Kerajaan Allah itu adalah Allah yang meraja. Di mana Allah meraja, di sanalah Kerajaan Allah berada. Kerajaan Allah itu ada dalam diri kita dan menanti saatnya untuk melepaskan kekuatannya mengalahkan kejahatan. Tetapi untuk itu diperlukan kerjasama kita. Bukan berarti bahwa Kerajaan Allah tergantung pada diri kita, tetapi kita dapat memberinya tempat untuk bertumbuh secara penuh dalam diri kita.
Bagaimana caranya? Pertama-tama dengan taat kepada kehendak Allah. Kita membiarkan Allah memerintah hidup kita dan membiarkan diri kita diarahkan selalu oleh kehendak-Nya. Ketika kehendak kita selaras dengan kehendak-Nya, Allah meraja. Hidup kita akan dipenuhi dengan damai, kasih, sukacita dan kita hidup secara penuh.
Ketika Allah meraja, keselamatan adalah tujuan kita. Kita tidak akan pernah ingin terpisah dari-Nya. Kita bersatu dengan-Nya. Uang, popularitas dan kuasa tak akan menarik kita dari tujuan itu. Allah saja cukup.
Akhirnya, menjadi warga Kerajaan Allah membuat kita semua utusan-Nya. Kita tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira keselamatan. Kita peduli terhadap merela yang berkebutuhan. Kita berbagi waktu, bakat, dan apa yang kita miliki. Keselamatan itu bukan hanya urusan pribadi. Keselamatan itu bersama-sama. Yesus menghendaki semua orang selamat. Kita pun hendaknya mempunyai semangat yang sama. Tak seorangpun dibiarkan hilang.
Kerajaan Allah itu ada dalam diri kita; dalam hati, pikiran, kehendak, jiwa, dalam seluruh diri kita. Dengan mengikuti kehendak-Nya, mengarahkan diri pada keselamatan dan kasih kepada sesama, Kerajaan itu bertumbuh dan menghasilkan buah.
Tuhan, sirami kami dengan rahmat-Mu agar benih Kerajaan Allah dalam diri kami bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah. Amin.
Selamat beraktivitas. Semoga benih Kerajaan Allah yang ditanamkan oleh Tuhan dalam diri anda bertumbuh dan memberikan manfaat bagi dunia dan sesama. ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC