Kamis, 29 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 29 Januari 2026
Markus 4:25 (Mrk 4:21-25)
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Hidup Yang Berkelimpahan Dalam Tuhan_
Tuhan telah menciptakan kita dengan segala kepenuhan Tuhan ada dalam diri kita, karena Tuhan menciptakan kita seperti gambaranNya.
Kita adalah citra Allah melalui keberadaan kita, melalui seluruh anggota tubuh kita dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.
Mari kita lihat segala kelimpahan yang Tuhan berikan pada kita.
Kita punya anggota tubuh yang diciptakan Tuhan untuk hadir bagi sesama, untuk menghangatkan suasana, untuk berbagi pendapat, ide, pikiran. Untuk mengulurkan tangan, mengangkat dan meneguhkan. Untuk memberi semangat lewat senyuman kecil kita. Untuk menemani dan berjalan bersama teman. Untuk mendengarkan, mengerti isi hati teman, untuk berbelangsungkawa.
Kita punya energi, tenaga, waktu dan begitu panjang lagi daftar kekayaan diri yang bisa kita berikan. Mengapa berkata, “saya tidak punya apa-apa?”
Itu sama saja dengan mempermalukan Tuhan yang menciptakan kita.
Bukankah Yesus adalah Pokok Anggur dan kita ini ranting-rantingNya? Segala kepenuhan Kristus, mengalir dalam diri kita, untuk kita teruskan bagi yang lain.
Mulailah melihat segala kekayaan yang Tuhan berikan pada kita. Jangan melihat apa yang tidak ada. Kita punya banyak, banyak sekali, bahkan melimpah. Berbagilah dengan sesama, pancarkan cahaya api Roh Kudus dalam hati kita, jadilah tangan kasih Allah, teman seperjalanan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita.
Selamat hari baru. Tuhan Yesus melimpahi kita dengan berkat-berkatNya dari surga.
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Jan 2026
Kamis Pekan Biasa III
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105
Bacaan Injil: Mrk 4:21-25
***********
Bait Pengantar Injil
Mzm 119:105
Sabda-Mu itu pelita bagi langkahku,
dan cahaya bagi jalanku.
Bacaan Injil
Mrk 4:21-25
Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian.
Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan
di bawah gantang atau di bawah tempat tidur,
melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi
yang tidak akan dinyatakan,
dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar,
hendaklah ia mendengar!”
Lalu Ia berkata lagi,
“Camkanlah apa yang kamu dengar!
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur
akan dikenakan pula padamu;
dan malah akan ditambah lagi!
Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi,
tetapi siapa yang tidak mempunyai,
apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu,” (Mrk 4: 24)
Sabda Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahwa cara kita hidup, menilai dan mencintai akan menentukan bagaimana kita dinilai, baik sekarang maupun pada akhir hidup kita. Ini bukan sekadar ajakan untuk berbuat baik atau menghindari kejahatan, tetapi undangan untuk mengadopsi gaya hidup yang menyerupai Kristus — cara hidup sehari-hari yang berakar pada kerendahan hati dan belas kasih.
Bagaimana kita mengukur orang lain? Apakah kita menghakimi dengan hati yang murah hati, dipenuhi kasih Allah, atau dengan keserakahan dan kekejaman? Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ukuran yang kita gunakan — sikap, tindakan, dan penilaian kita — akan menjadi ukuran yang sama yang digunakan untuk kita. Jika kita bertindak tanpa belas kasih, kita akan menghadapi penghakiman tanpa belas kasih. Tetapi jika hidup kita ditandai oleh belas kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, kita akan menerima belas kasih yang melimpah sebagai balasannya.
Hidup Kristen yang sejati ditandai dengan kesediaan untuk menerima kerendahan hati, bahkan di hadapan penghinaan. Yesus, meskipun adalah Allah, memilih untuk merendahkan diri-Nya, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Ia memanggil kita untuk mengikuti teladan-Nya, menolak sikap duniawi yang mengutamakan kebanggaan, status, atau keuntungan pribadi di atas cinta tanpa pamrih.
Apakah kita melihat kegagalan dan pengorbanan sebagai hukuman, atau apakah kita menerimanya sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Kristus? Ukuran Kristen adalah menghargai kerendahan hati, menerima salib, dan menempatkan orang lain di atas diri sendiri. Mari kita berdoa memohon anugerah untuk hidup sesuai dengan ukuran Kristus, menerima kerendahan hati dan belas kasih sebagai prinsip panduan kita.
Tuhan, biarkan cahaya belas kasih kami bersinar ketika kami berusaha untuk lebih saling memahami dan ramah satu sama lain, dan ketika kami lebih bersedia berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Amin.
Selamat beraktivitas. Biarlah terangmu bersinar! ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC