Senin, 26 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Senin 26 Januari 2026
Pesta St Timotius dan St Titus
Lukas 10:3-4 (Luk 10:1-9)
”Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut…”
Bersama Yesu Menghadapi Serigala Kehidupan
Bukanlah maksud Yesus untuk memasukkan murid-muridNya ke dalam bahaya atau menjadikan kita mangsa keganasan dunia ini.
Yesus menghendaki agar semua muridNya selalu waspada karena menyadari semua resiko dan tantangan hidup di dunia ini. Tidak lengah dan cepat putus asa. Tidak kehilangan akal untuk terus mengembangkan diri dan berikhtiar mencari solusi.
Yesus sendiri menjadi pelatih kita agar kuat menghadapi tantangan terberat sekalipun dan keluar sebagai pemenang. ‘Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati’ (Mat 10:6).
Untuk itu Yesus meminta kita berserah sepenuhnya padaNya dan mengandalkan Dia dalam setiap keputusan dan langkah yang diambil. Jangan menyerah dan pasrah pada keadaan seakan tidak ada jalan atau mustahil untuk merubah keadaan.
Berani mengambil sikap dan inisiatif sambil tetap percaya dan berharap pada pertolongan dan penyertaan Tuhan. Yesus yang memanggil dan mengutus kita, akan selalu memperlengkapi kita dengan hikmat dan daya ilahiNya, menerangi kita degan Roh KudusNya agar mampu menjalankan misi mulia menjadi saksi Injil yang rela berkorban seperti anak domba.
Kuatkanlah hati seperti kekuatan iman sang Pemazmur, “Tuhanlah Gembalaku… Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku.” (Mzm 23:4).
Kita percaya seperti Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Flp 4:13).
Semangat Senin. Teruslah merasul di tengah serigala kehidupan. Tuhanlah kekuatan kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Jan 2026
Senin Pekan Biasa III
PW S. Timotius dan Titus, Uskup
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Luk 10:1-9
***********
Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus aku
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin
dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.
Bacaan Injil
Luk 10:1-9
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu hari
Tuhan menunjuk tujuh puluh murid,
lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya
ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak,
tetapi pekerjanya sedikit!
Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.
Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba
ke tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,
dan janganlah memberi salam kepada siapa pun
selama dalam perjalanan.
Kalau memasuki suatu rumah,
katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’
Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,
maka salammu itu akan tinggal padanya.
Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu.
Tinggallah dalam rumah itu,
makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,
sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Janganlah berpindah-pindah rumah.
Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ,
makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ.
Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.” (Luk 10: 3 – 4).
Hari ini kita peringati St. Timotius dan Titus. Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengutus 70 murid-Nya. Mereka diutus berdua-dua, dengan instruksi: “Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,” (Luk 10: 4).
Kita pasti pernah merasakan betapa beratnya ketika kita mengadakan perjalanan dengan banyak barang bawaan. Apalagi kalau kita membawa barang terlarang. Bebannya akan berlipat-lipat sebab kita bukan hanya lelah tetapi juga cemas dan takut, jangan-jangan nanti disita oleh petugas, atau kita ditangkap.
Mengapa para murid “dilarang” membawa pundi-pundi atau bekal? Para murid diharapkan lebih fokus untuk membawa Kristus daripada hal-hal “tambahan” yang lain. Demikian juga, dalam perjalanan hidup, kita diperintahkan untuk membawa Tuhan dalam perjalanan kita. Ada begitu banyak orang yang dalam hidup tangannya penuh tetapi hatinya kosong, sebab mereka membawa diri mereka sendiri, bukan Tuhan. Kita harus belajar untuk meletakkan agenda pribadi kita, rencana-rencana kita, dan menjadikan Kerajaan Allah prioritas utama dalam perjalanan kita. Jika anda silap mata karena harta dan lupa salib, maka hidup anda akan kosong dan kecewa dalam peziarahan hidup.
Berikutnya, seperti para murid kita diperintahkan untuk berjalan berdua-dua dan melaksanakan tugas perutusan bersama. Kita diutus dan mewartakan damai dan memaklumkan Kerajaan Allah sebagai team. Lupakan keinginan untuk menjadi selebriti dan superstar di jalan. Tuhan yang kita abdi, bukan diri sendiri! Selain itu, hidup Kristiani harus dijalani dalam, bersama, dan melalui komunitas Gereja. Tidak ada Kristianitas tanpa komunitas.
Akhirnya kita diperintahkan oleh Yesus agar berjalan dengan sukacita. Kita dibekali dengan karunia-karunia untuk melaksanakan pelayanan kita, tetapi sukacita terbesar kita adalah bahwa “nama kita tercatat di surga”. Adalah hal yang menggembirakan saat kita tahu bahwa hidup kita bermakna dan ada karunia yang menanti bukan hanya di perjalanan tetapi juga di akhir perjalanan. Hal yang perlu kita ingat bahwa tangan kita harus terbuka, kita pakai untuk bekerja, melayani dan berbagi dan hati kita dipenuhi oleh Tuhan sendiri.
Tuhan ingatkan kami untuk mengutamakan Dikau, untuk berjalan bersama sesama dan berjalan dalam sukacita dalam peziarahan hidup kami. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Tetap semangat mewartakan Kristus! ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC