Sabtu, 24 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Sabtu 24 Januari 2026
Peringatan St Fransiskus de Sales
Markus 3:20-21
Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Sampai Tergila-gila
Yesus sampai lupa makan, lupa lelah, lupa istirahat karena tak henti melayani dan membantu orang. Itulah alasan bagi keluarga Yesus untuk mengatakan bahwa Dia tidak waras lagi alias gila.
Akan tetapi tahukah kita ungkapan inilah yang justru menjadi ukuran dan tanda sejauh mana komitmen kita untuk secara total hidup bagi Tuhan dan sesama yakni bila kita menjadi tergila-gila memberi diri.
Jadi apabila kita bekerja hanya pada tahap biasa-biasa saja, rata-rata, atau pas-pasan, itu tandanya tidak ada yang istimewa dari karya kita.
Tapi ketika orang mengatakan bahwa kita sudah tidak waras lagi karena tidak mengenal waktu dan tenaga serta tidak ingat diri sendiri, itu berarti kita telah memiliki hati, pikiran, dan perasaan seperti Yesus!
Ingatlah bahwa dalam melakukan perubahan, ada begitu banyak tantangan, resistensi dan penolakan yang akan kita alami. Apalagi kalau ingin memperjuangkan idealisme, memberantas ketidakadilan, menegakkan kebenaran, melawan arus, memulihkan keadaan, melakukan transformasi demi mewujudkan cita-cita.
Butuh orang gila, tepatnya orang yang tergila-gila untuk mewujudkannya.
Dalam sejarah, para pembaharu dunia adalah orang yang tidak waras, yang tidak biasa, alias luar biasa.
”Ketidakwarasan” Yesus membawaNya sampai di kayu salib. Namun Yesus tampil sebagai pemenang. Ia menjadikan salib sebagai tanda kemenangan bukan lagi tanda penghinaan.
Demikian juga orang yang mau disebut ‘tidak waras’ karena cinta yang berkobar-kobar. Itulah para pemikul salib, para pencinta Tuhan dan pejuang sejati.
Beranilah menjadi salah satunya.
Selamat berakhir pekan! Kobarkan terus semangat melayani dalam Tuhan🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Jan 2026
Sabtu Pekan Biasa II
PW S. Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi : Putih
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b
Bacaan Injil: Mrk 3:20-21
***********
Bait Pengantar Injil
Kis 16:14b
Bukalah hati kami, ya Allah,
agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.
Bacaan Injil
Mrk 3:20-21
Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya
masuk ke sebuah rumah.
Maka datanglah orang banyak berkerumun pula,
sehingga makan pun mereka tidak dapat.
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,
mereka datang hendak mengambil Dia,
sebab kata mereka, “Ia tidak waras lagi.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
TETAP TEKUN DAN TABAH SERTA BERSEMANGAT MELAKUKAN BERBAGAI KEBAIKAN DAN KEBENARAN SERTA PENCERAHAN
(RD.John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng).
Perbuatan baik, benar dan mulia tdk selamanya menuai pujian dan penerimaan. Malah adakalanya yang terjadi justru sebaliknya. Perbuatan baik menimbulkan perbantahan, kecurigaan, kecemburuan atau kebencian terhadap pelakunya. Ironisnya lagi, pelaku yang memberi respon negatip itu bukan saja datang dari orang luar yang tidak simpatik perilakunya, tetapi justru dari orang2 dalam/dekatnya.
Hal yang sama terjadi pada diri Yesus. Segala pengajaran dan mukjizat Yesus, segala perbuatan/karya baik dan benarNya (mewartakan Kabar Baik/Gembira dan Kerajaan Allah, membawa keselamatan untuk manusia), segala “pencerahan” yang disampaikanNya, selain mengundang decak kagum banyak orang, juga malahirkan cibiran bibir dan kecurigaan. Ada yang tidak mau menerimaNya, mengolok2Nya, meremehkan, tidak menghiraukanNya dan TIDAK MAU MEMAHAMINYA, bahkan ada yang menganggapNya tidak waras (Mrk. 3:21), bahkan ahli2 Taurat dari Yerusalempun berkata:” Ia kerasukan Beelzebul, dan dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan” (Mrk.3: 22).
Yesus benar2 pribadi yang memiliki integritas kuat. Ia berbuat baik kp siapapun bukan didorong oleh harapan akan pujian dan sanjungan. Ia tidak haus pujian. Ia hanya melaksanakan titah BapaNya. Karena itu, Ia sungguh2 iklas melakukan kebaikan2. Bahkan ketika dianggap tidak waras, Yesus tidak lekas menyerah. Ia masih giat mewarkakan Kabar Gembira/Sukacita perhal Kerajaan Surga.
Saya, anda juga pasti mengalami hal yang sama seperti Yesus, ketika saya, anda melakukan kebaikan2 sekalipun. Selalu saja ada orang yang tidak simpatik dan merasa jijik. Putus asa atau menyerahkah saya, anda??? Janganlah!!Saya, anda tetap tekun dan tabah serta bersemangat melakukan berbagai kebaikan dan kebenaran serta “pencerahan” demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan orang lain, apapun keadaan yang dihadapi meski saya dan anda dicap tidak waras.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang tetap tekun dan tabah serta bersemangat melakukan berbagai kebaikan dan kebenaran serta pencerahan saat ini di sini. Amin.