Minggu, 11 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 11 Januari 2026
Pesta Pembaptisan Tuhan
Matius 3:16-17 (Mat 3:13-17)
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Yesus Dan Kita Semua Adalah Anak Kesayangan Allah
Secara liturgis, masa Natal berakhir pada perayaan pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, itulah hari Minggu ini. Yesus sudah berumur 30 tahun, dan sudah saatnya berkarya sebagai Guru. Usia 30 tahun adalah syarat bagi seorang Israel untuk memulai karya sebagai seorang guru.
Untuk memulai karyaNya secara resmi maka Allah Bapa di surga memproklamasikan siapakah Yesus itu sesungguhnya di hadapan khalayak ramai di sungai Yordan, saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.
Semua penginjil Synoptik, Matius-Markus-Lukas menulis dengan indah suara Bapa dari sorga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Sementara itu, penginjil Yohanes menyampaikan atas cara lain dengan maksud yang sama, siapakah Yesus melalui pewartaan Yohanes Pembaptis: “Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:34).
Bagi Yesus, ungkapan kasih Bapa “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi” menjadi kekuatan utama Yesus menjalankan perutusanNya di dunia ini. Ia harus menghadapi godaan Iblis sesudah berpuasa 40 hari lamanya. Selanjutnya Ia harus berjalan dari kota ke kota, menghadapi pelbagai pujian dan hinaan, penerimaan dan penolakan, akhirnya menderita sengsara dan wafat di atas kayu salib.
Semuanya ini dijalani Yesus dengan gagah berani, dengan taat dan setia, tidak tergoda oleh bujukan Iblis untuk melawan kehendak Allah, dan sepenuh jiwa raga mempersembahkan seluruh hidupNya demi menyelamatkan seluruh umat manusia.
Itulah kekuatan kasih Allah BapaNya yang selalu menguatkanNya dan membawa Yesus pada kemenangan atas dosa dan maut.
Kita juga telah diangkat menjadi anak Allah di dalam Yesus saat kita dibaptis. Maka ungkapan Bapa di Surga saat pembaptisan Yesus menjadi juga ungkapan Bapa untuk kita anak-anakNya: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadamu Aku berkenan.”
Inilah kekuatan kita menjalani hidup di dunia ini yang diwarnai pelabagai ujaran kebencian. Apapun yang terjadi, kita sepenuhnya berada dalam rangkulan kasih Bapa kita di surga yang mencintai kita sebagai anak kesayanganNya.
Inilah martabat luhur kita yang tak seorangpun dapat mengambilnya. Apapun kata orang tentang kita, yakinlah dengan sepenuh hati, “Aku adalah anak kesayangan Allah.”
Bila ada ungkapan yang sebaliknya, yang merendahkan, penuh penolakan bahkan hinaan, itu bukanlah diri kita yang sebenarnya. Kita adalah anak kesayangan Allah. Bapa di surga yang mencintai kita tanpa syarat dan tanpa batas.
Ingatlah Yesus telah lahir dan mati bagi kita, bukan ketika kita sudah menjadi kudus dan suci. Ia mati bagi kita saat kita masih berdosa. Maka jasa kita bukanlah ukuran Allah mencintai kita.
Hiduplah sesuai martabat kita sebagai anak-anak kesayangan Allah. Yesus menjadi Kakak sulung kita, dan kita semua adalah adik-adik Yesus yang sangat mengasihi kita.
Selamat Pesta Pembaptisan Tuhan. Mari menjalani hidup dengan gagah berani dan tulus ikhlas sebagai anak Allah❤️
Ps Revi Tanod Pr
ℍ
Minggu 11 Januari 2026, Pesta Pembaptisan Tuhan
Bacaan: Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a-2,3ac-4.3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17.
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat 3: 13 – 17)
Hari ini kita rayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Mungkin ada banyak pertanyaan yang muncul di benak kita. Putra Allah koq dibaptis? Mengapa Ia dibaptis oleh Yohanes? Mengapa bukan Allah Bapa saja yang langsung membaptisNya? Jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu nampak dalam peristiwa terbukanya langit dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dialah Putra Allah sendiri. Tetapi Putra Allah yang hendak tinggal di tengah-tengah kita. Putra Allah yang menjadi sama dengan saya dan anda dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Ia ingin menjadi sama dengan saya dan anda; ingin dekat dengan; ingin senasib sepenanggungan; ingin solider; ingin sehidup – semati dengan saya dan anda. Dialah Firman yang telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita.
Pesta Pembaptisan Tuhan juga mengingatkan kita akan siapa kita. Jika dalam pembaptisan Yesus dinyatakan sebagai “Anak yang dikasihi” oleh Bapa, maka pembaptisan kita juga telah membuat kita anak-anak Allah. “Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah,” (1 Yoh 5: 1). Kita lahir dari Allah. Dan lagi, St. Yohanes menegaskan: “Semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Sebagai umat beriman kita harus menyadari bahwa iman akan Yesus akan memampukan kita mengalahkan kuasa dunia yang sering membelenggu kita dengan rantai dosa. Iman akan Yesus akan menjadikan kita generasi pemenang atas dunia.
Akan tetapi tentu saja dengan dibaptis kita tidak otomatis menjadi generasi pemenang. Tidak cukup kita menerima baptisan secara pasif sebagai sesuatu yang dilakukan kepada kita. Kita juga harus membiarkannya menjadi kekuatan operatif yang mendorong kita untuk bertindak seperti Kristus.
Secara konkret, bagaimana saya terlibat misalnya dalam pelayanan-pelayanan paroki; dalam playanan yang menjangkau mereka yang kurang beruntung; melayani yang berduka; atau bersaksi sebagai keluarga Kristen yang baik atau pejabat pemerintah yang mengedepankan nilai-nilai moral keadilan, kejujuran, dan integritas, dan sebagainya.
Semoga baptisan Tuhan mengingatkan kita akan identitas dan misi kita, serta berkomitmen penuh untuk menghidupi dan menjalankannya.
Syukur kepadaMu Tuhan Sumber segala rahmat.
Meski kami tanpa jasa, Kau pilih dan Kau angkat.
Dosa kami Kau ampuni, Kau beri hidup ilahi
Kami jadi PutraMu.
Kau Tumbuhkan dalam hati, Pengharapan dan Iman.
Kau kobarkan cinta suci, dan semangat berkorban.
Kami Kau lahirkan pula untuk hidup bahagia.
Dalam kerajaanmu.
Kami hendak mengikuti, Jejak Yesus Sang Abdi.
Mengamalkan cinta bakti di masyarakat kami.
Syukur kepadaMu Tuhan, Atas baptis yang mulia.
Tanda rahmat dan iman.
Selamat Pesta Pembaptisan Tuhan. Andalah Anak yang Ia kasihi! ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC