Selasa, 06 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 06 Januari 2026
Markus 6:34 (Mrk 6:34-44)
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Cinta Akan Selalu Menemukan Jalan
Selalu tergerak hati oleh belaskasihan, itulah sifat utama Hati Kudus Yesus.
Diceritakan oleh Markus bahwa sebenarnya Yesus dan murid-muridNya ingin beristirahat. Ditulis dalam Injil Markus 6:31–34: Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”
Hati Kudus Yesus yang penuh cinta selalu tergerak oleh belaskasihan dan gerakan hatiNya mengatasi semua kelelahan fisikNya. Tak sampai hati Yesus membiarkan orang yang datang meminta tolong padaNya pergi dengan tangan hampa. Ia pasti bertindak. CintaNya yang begitu besar bagi umat manusia pasti menemukan jalan bagiNya untuk bertindak.
Biarlah keyakinan ini yang menjadi pegangan kita untuk tidak pernah ragu datang pada Yesus membawa semua beban hati kita. Ia selalu berkata, “Marilah kepadaKu kalian semua yang letih lesu berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”
Di pihak lain, semoga hati kita juga selalu tergerak untuk berbelaskasih. Hati yang penuh belaskasih akan selalu menemukan jalan untuk membantu.
Selamat memulai hari baru dengan semangat belaskasih Yesus.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Jan 2026
Selasa Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Mrk 6:34-44
***********
Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang miskin,
dan memberitakan pembebasan
kepada orang tawanan.
Bacaan Injil
Mrk 6:34-44
Dengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Begitu banyak orang mengikuti Yesus.
Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak,
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.
Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Ketika hari mulai malam,
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
“Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam.
Suruhlah mereka pergi
supaya mereka dapat membeli makanan
di desa dan kampung-kampung di sekitar ini.”
Tetapi jawab Yesus,
“Kamu harus memberi mereka makan!”
Kata mereka kepada-Nya,
“Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan dua ratus dinar
dan memberi mereka makan?”
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
“Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!”
Sesudah memeriksanya, mereka berkata,
“Lima roti dan dua ikan.”
Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu
supaya semuanya duduk berkelompok-kelompok
di atas rumput hijau.
Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok,
ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu,
Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkan roti itu
dan memberikannya kepada para murid,
supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu;
begitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua.
Dan mereka semua makan sampai kenyang.
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti:
dua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan.
Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka,” (Mrk 6: 34).
“Sedikit menjadi kelimpahan ketika Allah bekerja di dalamnya.” Dalam Injil hari ini, Yesus memberi makan lebih dari lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, menunjukkan kasih-Nya yang mendalam terhadap orang banyak yang mencari penyembuhan dan pengajaran-Nya. Tergerak hati-Nya oleh kelaparan mereka — bukan hanya akan makanan tetapi juga akan harapan — Yesus mengubah persembahan yang sedikit menjadi kelimpahan.
Mukjizat ini menunjuk pada realitas yang lebih dalam. Tindakan Yesus — mengambil, memberkati, memecah, dan memberikan — mencerminkan Ekaristi. Dalam pemecahan roti, misi Kristus sepenuhnya terwujud: Ia mengambil rupa manusia, memberkati umat manusia dengan kehadiran-Nya, dipecah dalam penderitaan, dan memberikan diri-Nya untuk keselamatan dunia. Pola yang sama terwujud dalam hidup kita sebagai orang-orang Katolik.
Yesus menerima kita apa adanya — bercacat, terluka, dan tidak sempurna. Ia memberkati kita, mencurahkan kasih karunia meskipun kita memiliki kekurangan. Ia merengkuh keterpecahan kita dalam kasih-Nya, mengubah penderitaan kita menjadi kesempatan untuk bertumbuh. Akhirnya, Ia memberikan diri kita kepada sesama, memanggil kita untuk berbagi kasih-Nya dengan dunia.
Misi ini bukan tanpa tantangan. Berbagi kasih, pengampunan, dan waktu seringkali terasa tidak dihargai, bahkan melelahkan. Namun, kebaikan kecil yang berakar pada Kristus memiliki kekuatan yang luar biasa. Sapaan sederhana kepada teman yang kesepian, kesabaran terhadap seseorang yang membuat kita frustrasi, atau kata-kata penghiburan bagi yang putus asa dapat menjadi keajaiban bagi siapa saja yang haus akan kasih dan keterhubungan.
Di dunia yang kekurangan belas kasih, kesediaan kita untuk berbagi — waktu, pengampunan, atau bahkan telinga (hati) yang mendengarkan — menghadirkan Kristus bagi sesama. Sama seperti Yesus melipatgandakan roti, Dia akan melipatgandakan usaha kecil kita, menggunakannya untuk membangun kerajaan kasih-Nya.
Tuhan, gerakkan hati kami agar membangun komunitas kami menjadi komunitas pelayanan, kasih, dan harapan, yang terbuka bagi semua kebutuhan dan aspirasi yang adil. Amin.
Selamat berbagi kehidupan. ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC