Jumat, 02 Januari 2026
Sabda Kehidupan
Jumat 02 Januari 2026
Peringatan St Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze
Yohanes 1:19-20,23 (Yoh 1:19-28)
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Misi Kita Di Tahun Baru Ini
Kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai siapakah dia, untuk apa ia datang ke dunia, apa yang seharusnya ia lakukan, dan apa sesungguhnya tanggungjawabnya terhadap Allah yang mengutusnya, kiranya membantu kita untuk menyadari misi perutusan kita di awal tahun yang baru ini.
Dari segi usia, Yohanes Pembaptis lebih tua dari Yesus. Dalam hubungan keluarga, Yesus harusnya memanggil Yohanes ‘kakak’. Tapi Yohanes menempatkan Yesus di atas segalanya. Ia bahkan merasa tak layak membuka tali kasut Yesus. Yohanes pernah berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).
Bagi Yohanes Pembaptis, statusnya sebagai kakak bagi Yesus bukanlah yang penting. Yohanes tidak meminta dihormati sebagai senior. Ia diutus Allah mempersiapkan kedatangan Yesus. Bukan dirinya yang utama, melainkan Yesus yang harus ia perkenalkan kepada dunia sebagai “Anak Allah.” (Yoh 1:34)
Demikian juga halnya dengan kita. Kita ada di dunia ini dan diperkenankan Tuhan menjalani hidup di tahun 2026 untuk misi Allah. Kita bukan pertama-tama hidup untuk tujuan kita, tapi untuk memuliakan Tuhan melalui hidup dan karya kita.
Kita adalah alat di tangan Tuhan dan kita diciptakan Allah untuk kemuliaanNya (Yes 43:7). Kata Paulus: “Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”(Roma 11:36).
Mari mengisi hari-hari hidup kita untuk memuliakan Allah. Kita mengembangkan semua karunia dan talenta yang Tuhan berikan untuk dapat sepenuhnya melayani Tuhan. Sebagai bapa atau ibu, suami atau istri, orangtua atau anak, pegawai atau profesional, pengusaha atau pekerja, religius rohaniwan atau pelayan awam, muda atau lansia, kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus seperti Yohanes Pembaptis.
Mari membaharui komitmen kita, memperdalam semangat pelayanan kita, menguatkan hasrat kita untuk memberi yang terbaik, sebisanya menambah kompetensi baru dengan terus belajar, untuk kita dapat lebih sungguh melayani dan mengasih Tuhan maupun sesama. Baik denga karya aktif maupun dalam hening doa.
Biarlah Yesus semakin besar dan kita semakin kecil. Ad Maiorem Dei Gloriam, Demi Kemuliaan Allah yang lebih besar!
Selamat berkarya. Biarlah nama Tuhan dimuliakan dalam hidup dan karya kita di sepanjang tahun ini.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 02 Jan 2026
Jumat Masa Natal
PW S. Basilius Agung dan S. Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2
Bacaan Injil: Yoh 1:19-28
***********
Bait Pengantar Injil
Ibr 1:1-2
Dahulu kala
dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita
dengan perantaraan para nabi;
pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita
dengan perantaraan Anak-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 1:19-28
Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Inilah kesaksian Yohanes
ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya
beberapa imam dan orang-orang Lewi
untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah engkau?”
Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya,
“Aku bukan Mesias!”
Lalu mereka bertanya kepadanya,
“Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?”
Yohanes menjawab: “Bukan!”
“Engkaukah nabi yang akan datang?”
Ia pun menjawab, “Bukan!”
Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau?
Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka
yang mengutus kami.
Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
Jawab Yohanes,
“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Luruskanlah jalan Tuhan
seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Di antara orang-orang yang diutus itu
ada beberapa orang Farisi.
Mereka bertanya kepadanya,
“Mengapa engkau membaptis
jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia,
dan bukan nabi yang akan datang?”
Yohanes menjawab kepada mereka,
“Aku membaptis dengan air;
tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia
yang tidak kamu kenal,
yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku.
Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
Hal ini terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan,
di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” [Yoh 1: 26 – 27]
Pada bagian akhir perikope Injil hari ini, Yohanes Pembaptis berkata kepada mereka yang menanyakan identitasnya, “Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.” Yesus, Anak Allah, Firman yang menjadi daging, berdiri di tengah-tengah mereka, tetapi mereka tidak menyadari arti penting-Nya. Yohanes tahu siapa Yesus yang sebenarnya. Ia dapat melihat lebih dalam daripada mereka yang mempertanyakannya.
Ia ingin membuka mata orang-orang semasanya agar mereka dapat melihat Yesus seperti yang ia lihat dan mengenal-Nya seperti yang ia kenal. Yesus berada di dekat mereka, berdiri di tengah-tengah mereka. Namun, Ia juga jauh dari mereka, karena mereka buta terhadap siapa Dia. Allah hadir di tengah-tengah mereka melalui Yesus, tetapi mereka tidak menyadarinya.
Yohanes Pembaptis dapat menggunakan kata-kata yang sama untuk ditujukan kepada kita hari ini, ‘Ia ada di tengah-tengah kalian, tetapi kalian tidak mengenal-Nya’. Yesus, yang kini telah bangkit sebagai Tuhan, berdiri di tengah-tengah kita. Dia hadir bagi kita sebagaimana Dia hadir bagi sesama-Nya. Meskipun Ia berdiri di tengah-tengah kita, tetapi kita tidak mengenalnya. Kita tidak selalu menyadari kehadiran-Nya. Kita gagal menghargai makna kehadiran-Nya bagi kita. Kita kadang-kadang hidup seolah-olah Dia tidak berada di antara kita.
Kita sering membutuhkan sosok seperti Yohanes Pembaptis untuk membantu kita melihat Tuhan yang berada di tengah-tengah hidup kita. Kita semua membutuhkan bimbingan orang lain yang melihat lebih dalam daripada kita. Orang lain dapat membantu kita melihat Tuhan yang berdiri di tengah-tengah kita, tetapi kita juga dapat membantu diri kita sendiri. Kita dapat belajar menjadi lebih peka terhadap Tuhan yang berdiri di tengah-tengah kita. Kita dapat menjadi lebih responsif terhadap undangan Tuhan setiap saat untuk ‘datanglah dan lihatlah’.
Di awal tahun yang baru ini, kesadaran bahwa Ia “berdiri di tengah-tengah kita” memberi kita keyakinan untuk melangkah dengan mantap dan optimis. Ia sendiri telah berjanji: “Aku menyertai kamu sampai akhir jaman,” (Mat 28: 20).
Tuhan, buka mata hati kami, agar mampu melihat Engkau yang berdiri di tengah-tengah kami. Kami percayakan awal peziarahan kami tahun ini dalam penyertaan-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat Jumat Pertama. ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC