Jumat, 19 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 19 Desember 2025
Lukas 1:6-7 (Luk 1:5-25)
Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Hidup Yang Dipersembahkan Kepada Tuhan
Kutipan Injil ini berbicara mengenai imam Zakharia dan istrinya Elisabet, orangtua dari Yohanes Pembaptis. Mereka berdua adalah orang benar di hadapan Allah dan setia menaati semua perintah Tuhan.
Tetapi apa yang menjadi doa dan kerinduan mereka untuk mendapatkan keturunan sampai usia mereka sudah tua, belumlah terwujud. Saat mereka sendiri sudah tidak berharap lagi untuk mendapatkan keturunan, barulah doa mereka dijawab Tuhan.
Tapi coba kita dalami, apakah betul doa mereka terkabul? Mendapatkan anak, ya! Tapi menjadi imam di Bait Suci untuk melanjutkan tugas imamat Zakharia, ternyata tidak! Anak mereka Yohanes Pembaptis tidak melanjutkan fungsi imamat suku Lewi mengikuti ayahnya imam Zakharia. Bahkan lebih tragis, hidup Yohanes begitu singkat dan ia mati dipenggal kepalanya oleh Herodes. Maka orang bisa saja mengatakan, kalau begitu, lebih baik tidak lahir daripada mengalami nasib seperti itu.
Akan tetapi Injil diwartakan sebagai Kabar Gembira, bukan kabar duka. Kabar gembira ini bukan hanya bagi 1 keluarga tapi bagi seluruh umat manusia. Di sinilah kita melihat, betapa Keluarga Zakharia-Elisabet-Yohanes Pembaptis dipakai Tuhan untuk berita keselamatan datangnya Mesias, Yesus Tuhan kita, Penyelamat manusia.
Bukanlah rancangan manusia yang menjadi ukuran pengabulan doa dan berhasilnya hidup sesuai cita-cita kita, namun terlaksananya rancangan Allah melalui hidup dan karya kita. Keluarga Zakharia-Elisabet-Yohanes menjadi keluarga kudus, karena seluruh hidup dan karya mereka dipersembahkan kepada Tuhan. Mereka menjadi alat Tuhan untuk tujuan Kerajaan Allah. Dalam hal ini, apa yang mereka dapatkan jauh melebihi harapan mereka.
”Bapa di Surga, pakailah kami, pribadi maupun keluarga kami, demi recanaMu yang indah, untuk menyatakan kasih karuniaMu bagi dunia dan umat manusia. Dalam tanganMu kami persembahkan keluarga kami, seluruh hidup dan krya kami. Amin.”
Selamat hari Jumat. Biarlah rencana Allah terwujud dalam hidup kita❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Des 2025
Jumat Masa Adven
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Luk 1:5-25
************
Bacaan Injil
Luk 1:5-25
Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Di zaman Herodes, raja Yudea,
hiduplah seorang imam yang bernama Zakharia,
dari kalangan imam Abia.
Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
Keduanya hidup benar di hadapan Allah,
dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Tetapi mereka tidak mempunyai anak,
sebab Elisabet mandul, dan keduanya telah lanjut usia.
Sekali peristiwa, waktu tiba giliran kelompoknya,
Zakharia melakukan tugas sebagai imam di hadapan Allah.
Sebab ketika diundi,
sebagaimana lazimnya untuk menentukan imam yang bertugas,
dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait allah
dan membakar ukupan di situ.
Pada saat pembakaran ukupan itu
seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan
berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
Melihat kejadian itu Zakharia terkejut dan menjadi takut.
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya,
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan;
Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu,
dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
Engkau akan bersukacita dan bergembira,
bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya.
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan,
dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras;
ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia
untuk membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya,
dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar.
Dengan demikian
ia menyiapkan suatu umat yang layak Tuhan.”
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu,
“Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi?
Sebab aku sudah tua, dan isteriku pun sudah lanjut umurnya.”
Jawab malaikat itu kepadanya,
“Akulah Gabriel yang melayani Allah.
Aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau
dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Sesungguhnya, engkau akan menjadi bisu
dan tidak dapat berkata-kata
sampai kepada hari semuanya ini terjadi,
karena engkau tidak percaya akan perkataanku
yang pada waktunya akan terbukti kebenarannya.”
Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia.
Mereka begitu heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
Ketika ia keluar dan tidak dapat berkata-kata kepada mereka,
mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci.
Lalu Zakharia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Ketika selesai masa tugasnya, ia pulang ke rumah.
Tak lama kemudian mengandunglah Elisabet, isterinya,
dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri.
Katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku!
Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” (Luk 1: 13)
Bacaan Injil hari ini mengisahkan kabar sukacita bagi Zakharia dan Elizabeth. Kabar sukacita, yang dalam perhitungan dan pertimbangan manusia rasanya tidak mungkin terjadi. Dan karena keraguannya, Zakharia menjadi bisu. Ia lupa bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Ada beberapa hal dapat kita renungkan dari perikope Injil hari ini: Pertama, Allah mempunyai rencana keselamatan untuk umat manusia. Rencana keselamatan itu mungkin perlu waktu berabad-abad untuk dinyatakan, namun tetap akan dilaksanakan. Zakharia dan Elisabet mempunyai peran di dalamnya: menjadi orang tua dari pendahulu Sang Juruselamat, yakni Yohanes. Bahwa mereka sudah lanjut usia dan Elisabet mandul, itu tidak relevan, sebab tiada yang mustahil bagi Allah. Bagaimana dengan kita? Apakah kita siap dipakai oleh Allah untuk rencana-rencana-Nya kapanpun? Apakah kita mau melaksanakan kehendak-Nya dalam hidup kita, walau itu sulit?
Kedua, Allah memilih sesuai dengan kehendak-Nya. Ia memilih Zakharia, Elisabet, dan orang-orang lainnya lagi untuk rencana-rencana-Nya. Ia memilih setiap orang untuk panggilan tertentu. Apakah kita akan melewatkan tugas yang diembankan kepada kita oleh Allah? Entah itu sebagai imam, biarawan-biarawati, single, atau menikah. Kita memang tidak layak, tetapi tugas kita adalah menjawab panggilan itu sebaik-baiknya, seperti Maria melaksanakan kehendak-Nya.
Ketiga, Allah melaksanakan rencana-Nya. Mungkin untuk melaksanakan rencana-Nya itu dibutuhkan waktu yang sangat panjang, tetapi tetap akan terlaksana. Zakharia dan Elisabet terlalu lama menantikan kelahiran anak. Sisa-sisa Israel juga terlalu lama menantikan Sang Juruselamat. Dalam hidup kita, tak jarang kita merasakan seperti itu. Kita mengharapkan sesuatu dari Tuhan, namun seakan-akan Tuhan membutuhkan waktu terlalu panjang untuk bertindak. Tetapi siapakah kita ini yang mempertanyakan Tuhan? Konsep kita tentang waktu adalah kronos (kronologi) dan kita khawatir dengan waktu kita yang terbatas. Akan tetapi, waktu Tuhan adalah kairos (penggenapan), waktu rahmat, dan bagi-Nya segala sesuatu dan setiap peristiwa memiliki waktu-waktu terbaiknya. Waktu Tuhan pasti yang terbaik!
Oleh karena itu, memiliki iman yang besar kepada Tuhan berarti tidak hanya berharap – tetapi berharap dengan kesabaran. Marilah kita berdoa agar kebajikan ini menjadi salah satu berkat Adven kita. Renungkan, apa alasan Anda menjadi tidak sabar?
Tuhan, aku percaya kepada-Mu, atas rencana-Mu untuk hidupku. Aku percaya bahwa rencana-Mu pasti akan terlaksana. Jika Engkau menunda untuk melaksanakannya, itu karena engkau memberikan yang lebih sempurna sesuai rencana-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Tetap teguh percaya. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC