Senin, 15 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Senin 15 Desember 2025
Matius 21:23 (Mat 21:23-27)
Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
Kuasa Yang Sejati: Melayani
Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi telah lama mendapatkan kedudukan dan status sosial yang tinggi di kalangan umat Israel. Maka ketika Yesus datang dan membuat mujizat, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan membangkitkan orang mati, mereka semua merasa tersaingi bahkan terancam oleh orang baru yang lebih hebat dari mereka. Karena itu mereka mempertanyakan dari manakah otoritas yang diterima Yesus. Dari Tuhan atau manusia?
Yesus tidak mau menanggapi pertanyaan seperti ini. Ia tahu pertanyaan ini datang dari rasa takut bahwa ada orang yang lebih besar dari mereka. Pertanyaan seperti ini sama dengan pertanyaan, ‘siapakah yang terbesar dalam kerajaan Allah?’ Inilah pertanyaan orang yang takut dianggap kecil, karena itu selalu ingin dianggap paling hebat, paling jago, paling pintar, paling berkuasa. Mereka menempatkan harga dirinya pada kuasa dan kelebihannya dibandingkan yang lain, maka mereka akan merasa terancam, bila ada orang atau kelompok lain yang lebih hebat.
Yesus mengajar kita untuk rendah hati dan melayani. Kata Yesus, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Mrk 10:43-44).
Mari memurnikan hati. Tidak perlu merasa terancam dengan kelebihan orang lain, apalagi merasa iri. Mari menjadi seperti Yesus, Tuhan kita yang punya hati sebagai hamba yang datang untuk melayani. Inilah kuasa yang sejati.
Kita melayani bukan karena diberi kuasa dari siapapun, atau diperintah oleh atasan, tapi karena melayani adalah pilihan hidup kita.
Selamat melayani Tuhan dan sesama. Tuhan Yesus menginspirasi kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Des 2025
Senin Masa Adven III
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 85:8
Bacaan Injil: Mat 21:23-27
************
Bait Pengantar Injil
Mzm 85:8
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan,
dan berilah kami keselamatan-Mu.
Bacaan Injil
Mat 21:23-27
Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah.
Ketika Ia sedang mengajar,
datanglah imam-imam kepala
serta pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya;
mereka bertanya,
“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?
Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu,
dan jika kalian memberi jawabannya,
Aku pun mengatakan kepada kalian
dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?
Dari surga atau dari manusia?”
Mereka lalu berunding satu sama lain,
“Jikalau kita katakan, ‘Dari surga,’
Ia akan berkata kepada kita,
‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?
Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia,’
kita takut kepada orang banyak,
sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.”
Maka Yesus pun berkata kepada mereka,
“Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian
dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” (Mat 21: 23)
Banyak orang yang tidak tahu cara menggunakan kuasa mereka dengan benar. Mereka menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas, menggertak, korup, mengeruk keuntungan dan memandang rendah mereka yang tidak berdaya dan miskin.
Para imam kepala dan tua-tua Yahudi yang datang kepada Yesus dan menanyakan asal kuasa Yesus sering seperti itu. Mereka juga selalu mengintai Yesus, mengawasi setiap gerakannya sehingga mereka dapat mempermalukan Dia. Mereka merasa terancam oleh popularitas Yesus.
Yesus memiliki Kuasa terbesar. Tetapi bagaimana Dia menggunakannya? Dia menggunakannya dengan kerendahan hati, Dia menggunakannya untuk menyembuhkan, Dia menggunakannya untuk menghibur orang, Dia menggunakannya untuk memberi harapan dan untuk melayani. Tidak pernah Dia membanggakan diri tentang kuasa-Nya, tidak pernah Dia mengatakan kepada siapa pun agar menyembah Dia karena kuasa-Nya. Hal ini mengajak kita untuk memeriksa bagaimana kita mengekspresikan kekuasaan dalam hidup kita — baik di keluarga, tempat kerja, maupun komunitas. Apakah kita menggunakan otoritas dengan kerendahan hati dan pelayanan, ataukah kita berusaha untuk mendominasi?
Masa Adven mengundang kita untuk merenungkan misteri Tuhan, yang sebenarnya dapat langsung saja menyelamatkan dunia dengan kuasa-Nya saja. Tidak perlu Ia susah-susah mengalami pahit getir, duka sengsara manusia. Tetapi Ia tidak melakukan hal itu.
Itulah misteri Allah yang menjadi manusia untuk menunjukkan kepada umat manusia bagaimana menjalani kemanusiaannya sendiri. Bukankah itu misteri di balik nama Emmanuel – Allah beserta kita? Misteri Natal adalah misteri Tuhan yang menyelamatkan dunia bukan dengan memaksakan kuasa-Nya tetapi dengan mengsosongkan diri, masuk dalam sejarah manusia, berjalan di bumi, dalam sejarah hidup kita. Marilah kita menyongsongNya dengan penuh syukur.
“Ajarkanlah aku jalan-Mu, Tuhan; tuntunlah aku dalam kebenaran-Mu” (Mzm 25:4-5). Semoga aku selalu berjalan dalam cahaya kuasa-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Selamat melayani. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC