Kamis, 11 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 11 Desember 2025
Matius 11:15 (Mat 11:11-15)
”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Menjadi Pendengar Yang Baik
Yesus mengingatkan kita betapa pentingnya mendengar dengan baik. Allah telah memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut agar kita levih banyak mendengar daripada berbicara.
Mendengar bukan hanya dari satu sisi tapi dari sisi yang lain juga, agar seimbang dan tak berat sebelah. Mendengar sambil menyimak, agar tidak masuk kiri lalu keluar kanan atau malah masuk kiri lantas keluar kiri. Maksudnya suara itu tidak masuk sama sekali ke telinga dan hanya mental atau terpantul. Dengan kata lain telinga kita tetap tertutup karena tidak mau mendengarkan.
Menjadi pendengar yang baik berarti memasukkan apa yang didengar ke dalam pikiran untuk disimak dan dikaji dan masuk ke dalam hati untuk dimaknai, hingga meresap ke dalam jiwa untuk diimani.
Paulus berkata, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Rom 10:17). Yohanes Pembaptis adalah suara orang yang berseru di padang gurun mewartakan kedatangan Yesus dan menyerukan pertobatan untuk kita dapat menerima Yesus dalam hidup sebagai Juru Selamat. Perlu kerendahan hati untuk menjadi pendengar yang baik dan menjadi pelaku firman yang diwartakan.
”Ya Yesus anugerahkanlah kami rahmat untuk mendengarkan bisikan suaraMu. Bukalah telinga kami agar menjadi pendengar yang baik dan dapat memahami isi hatiMu, mengikuti seruan pertobatan Yohanes Pembaptis dan menjadi pelaku firman yang setia. Semoga telinga kami peka terhadap bisikan suaraMu melalui sapaan orang di sekitar kami sebagai suaraMu sendiri. SabdaMu menghibur kami di saat susah dan sedih, membangkitkan harapan kami di saat kecewa dan putus asa, menegur kami di saat lengah dan lalai serta lupa diri, mengajak kami bertobat dan membaharui diri, serta meneguhkan iman kami saat tergoda untuk jauh dariMu.”
Selamat mendengarkan Tuhan di hari yang baru ini. Maranatha!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Des 2025
Kamis Masa Adven II
PF S. Damasus I. Paus
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yes 45:8
Bacaan Injil: Mat 11:11-15
************
Bait Pengantar Injil
Yes 45:8
Hai langit, turunkanlah embunmu,
hai awan, hujankanlah keadilan.
Hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.
Bacaan Injil
Mat 11:11-15
Tak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak,
“Aku berkata kepadamu,
Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan
tidak pernah tampil seorang yang lebih besar
daripada Yohanes Pembaptis.
Namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya.
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,
Kerajaan Surga dirongrong,
dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya.
Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat,
bernubuat hingga tampilnya Yohanes.
Dan jika kalian mau menerimanya,
Yohanes itulah Elia yang akan datang itu.
Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya,” (Mat 11: 11).
Pernahkah anda merintis sesuatu namun anda tidak pernah menyaksikan hasilnya? Itulah yang terjadi dengan Yohanes Pembaptis. Ia tampil sebagai nabi terakhir Perjanjian Lama yang mempersiapkan datangnya Sang Juruselamat, namun ia tidak pernah menyaksikan kepenuhan karya penebusan dalam diri Yesus. Itulah sebabnya, setelah memuji bahwa di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada yang lebih besar dari Yohanes, Yesus berkata, “yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripadanya.”
St Yohanes Pembaptis adalah salah satu tokoh penting dalam masa Advent. Seruan dan wartanya jelas: pertobatan dan pembaharuan hidup. Pujian Yesus kepada Yohanes Pembaptis, tidak hanya dimaksudkan untuk memujinya, namun terlebih mengingatkan orang akan pertobatan dan pembaharuan hidup yang diserukannya.
Sayangnya, hanya sedikit yang mendengarkannya. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Mat 11: 15). Tak semua yang bertelinga, mendengar! Terlebih lagi mendengarkan. Mendengar hanya ada pada level indrawi, seperti mendengar suara, mendengar burung berkicau, mendengar mobil lewat. Tetapi mendengarkan mengandaikan persepsi dan gerak untuk menanggapi apa yang didengarkan. Bukan hanya dengan telinga, kita perlu mendengarkan dengan hati.
Seruan Yohanes mengingatkan bahwa Natal tidaklah hanya berpusat pada hal-hal materi, kukis, baju baru dan hadiah-hadiah natal, tetapi menantang kita untuk berubah dan bertobat. Di paroki-paroki mungkin sudah mulai diselenggarakan penerimaan Sakramen Tobat. Mari gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Namun, selain itu, diperlukan aksi nyata dalam pertobatan. Kita baru saja menjadi saksi bencana yang terjadi di pelbagai penjuru negeri kita. Sebagian besar bencana itu dapat dikatakan bukan bencana alam, melainkan bencana yang terjadi karena kita sudah merusak alam. Bencana itu menjadi teguran keras untuk pertobatan ekologis yang tidak dapat ditawar lagi. Mungkin dalam skala kecil, kita masing-masing dapat berbuat sesuatu. Kita perlu menyuarakan pertobatan bersama. Selain bersuara tentang perlunya pertobatan ekologis, mari kita laksanakan tindakan nyata untuk mengubah cara pandang dan perilaku merusak terhadap alam menjadi sikap peduli dan merawat bumi, dimulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, hemat energi, memilah sampah, hingga gerakan besar seperti menanam pohon, membangun ekonomi sirkular, dan mengadopsi gaya hidup lestari, sebagai respons terhadap krisis ekologi dan panggilan untuk menjaga ciptaan Tuhan.
Mungkin yang kita buat hanyalah langkah-langkah kecil, tetapi perjalanan menuju perubahan yang kita cita-citakan tak akan pernah terjadi tanpa diawali dengan langkah-langkah kecil yang kita buat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Tuhan, anugerahkanlah kepada kami tobat yang sejati, untuk mempersiapkan ruang bagi kedatangan-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari dengarkan seruan untuk pembaharuan. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC