Rabu, 10 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 10 Desember 2025
Mat 11:28 (Mat 11:28-30)
”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Leganya Hati, Tuhan Yesus Ikut Berbeban
Beban hidup yang kita pikul menjadi begitu berat karena kita merasa berjuang sendiri, berjalan sendiri, memikul sendiri beban kehidupan. Semua ini menyebabkan kita bukan hanya lelah secara fisik tapi juga membawa keletihan di hati dan jiwa.
Apalagi ketika persoalan hidup seakan tak pernah berhenti. Selesai yang satu muncul yang lain. Kita kehilangan semangat dan ingin rasanya berhenti berjuang.
Kiranya sapaan Yesus hari ini, kembali menyemangati hati yang letih lesu berbeban berat, memberi kita kelegaan, karena Yesus tak pernah membiarkan kita sendirian memikulnya. Yesus ingin ikut berbeban bersama kita.
”Ya Yesus, aku tahu aku tak sendirian menjalani pelbagai persoalan hidup ini. Engkaulah kekuatanku. Bersandar padaMu hatiku lega. Berjalanlah bersamaku, tuntunlah langkahku. Arahkanlah pikiranku pada jalan yang Engkau kehendaki.
Berkatilah semua upaya dan kerjaku agar menghasilkan buah kebaikan dan manfaat kehidupan yang bermakna. Kuatkanlah juga aku untuk ikut memikul beban sesamaku dan menjadi teman seperjalanan bagi saudara-saudariku. Amin.”
Syalom! Damai dan lega hati kita karena Yesus berjalan bersama kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Des 2025
Rabu Masa Adven II
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Mat 11:28-30
************
Bacaan Injil
Mat 11:28-30
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih lesu.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,
“Datanglah kepada-Ku,
kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28 -30).
Demikianlah undangan lembut Yesus dalam Injil hari ini. Undangan ini bergema di sepanjang waktu, menyapa keletihan dan beban yang memberatkan hati manusia. Yesus mengerti perjuangan dan kerja keras kita dalam kehidupan, mengundang semua orang yang merasa terbebani untuk menemukan penghiburan di dalam Dia.
Gambaran kuk, yang secara tradisional merupakan simbol kerja keras dan kesulitan, memiliki arti yang baru. Yesus tidak menjanjikan kehidupan tanpa tantangan, melainkan sebuah kuk bersama, yang menandakan sebuah kemitraan di mana Dia memikul beban bersama kita. Kuk bersama ini mencerminkan belas kasih-Nya dan kesediaan-Nya untuk berjalan bersama kita melalui kesulitan-kesulitan hidup.
Janji “istirahat”atau kelegaan tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mencakup jiwa. Yesus menawarkan istirahat yang mendalam yang melampaui keletihan tubuh, memberikan kedamaian dan pembaharuan hingga ke inti keberadaan kita.
Istilah “enak” dalam janji Yesus tidak menyiratkan kehidupan yang mudah, melainkan sebuah kuk yang sesuai, yang pas, cara hidup yang selaras dengan ajaran-Nya dan prinsip-prinsip kerajaan Allah. Mengikut Yesus bukanlah sebuah kewajiban yang memberatkan, melainkan sebuah jalan yang memiliki tujuan dan penggenapan.
Panggilan untuk memikul kuk yang dipasang oleh Yesus dan belajar dari-Nya menunjukkan sifat pemuridan yang transformatif. Ini adalah undangan untuk dibentuk oleh ajaran-Nya, mengalami hati yang lembut dan rendah hati yang menjadi ciri kehidupan-Nya sendiri.
Ketika kita merenungkan perikop ini, marilah kita memeriksa tanggapan kita terhadap undangan Yesus. Apakah kita memikul beban sendirian, merasa mampu mengatasi segalanya sendiri, atau sudahkah kita memikul kuk yang Yesus tawarkan?
Semoga kita menemukan kenyamanan dan kelegaan di hadirat-Nya, menyerahkan beban berat kita dan menemukan ritme kasih karunia yang dianugerahkan karena kita berjalan dekat dengan Sang Juruselamat kita.
Tuhan, jauhkan dari hati kita segala kesombongan dan kekerasan hati, dan jadikan lemah lembut dan rendah hati karena kami belajar pada-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari pikul kuk bersama Yesus! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC