Sabtu, 06 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 06 Desember 2025
Peringatan St Nikolaus (Sinterklaas)
Matius 10:8b (Mat 9:35 – 10:1,6-8)
”Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Sinterklaas: Berbagi Berkat Tuhan
Istilah ‘gratis’ atau cuma-cuma, berasal dari bahasa Latin “gratia” yang artinya “rahmat, anugerah, berkat.”
Anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita dengan cuma-cuma adalah hidup kita. Itulah jiwa dan raga kita dengan semua talenta dan kapasitas yang luar biasa yang menyertai kehidupan kita.
Tak berhenti sebatas hidup insani kodrati, Allah Bapa menganugerahkan kepada kita hidupNya sendiri, yakni Roh KudusNya atau Roh Kristus, untuk tinggal dalam diri kita. Maka jadilah kita bait kediaman Roh Kudus.
Hidup kita yang insani menjadi hidup ilahi. Semuanya gratis dan melimpah!
Puncak dari anugerah Allah yang terbesar yakni ketika kita diangkat menjadi putra putri Allah dalam Yesus dan dimahkotai dengan keutamaan ilahi, yakni iman-harap-kasih.
Bukan main betapa melimpah kasih dan anugerah Tuhan bagi kita. Oleh karena itu, mari berikhlas hati, berbagi kasih, berbagi berkat Tuhan. Jadikanlah hati kita seperti hati Yesus yang selalu tergerak oleh belaskasihan. Bahagianya hidup saat menjadi “grace” berkat Tuhan bagi sesama.
Rasul Paulus berkata, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11 : 36)
Kita telah telah memperoleh anugerah hidup ilahi ini dengan cuma-cuma, karena itu bagikanlah berkat Tuhan ini dengan cuma-cuma.
Selamat berakhir pekan. Teruslah melayani dan berbagi kasih sampai Tuhan datang.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Des 2025
Sabtu Masa Adven I
PF S. Nikolaus, Uskup
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yes 33:22
Bacaan Injil: Mat 9:35-10:1.6-8
************
Bait Pengantar Injil
Yes 33:22
Inilah raja kita, Tuhan semesta alam.
Ia datang membebaskan umat-Nya.
Bacaan Injil
Mat 9:35-10:1.6-8
Melihat orang banyak itu tergerak hati Yesus oleh belas kasihan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
Yesus berkeliling ke semua kota dan desa.
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat
dan mewartakan Injil Kerajaan Surga
serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya,
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,
karena mereka lelah dan terlantar
seperti domba yang tidak bergembala.
Maka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit.
Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya
dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat
dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Yesus mengutus mereka dan berpesan,
“Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel!
Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;
tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.
Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,
maka berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma,” (Mat 10:8).
Apa jadinya jika Allah menagih kita untuk membayar semua berkat dan rahmat yang kita terima dari-Nya setiap hari? Seperti misalnya, matahari yang kita nikmati di siang hari, hujan, air, makanan, kehidupan kita, laut dan bahkan udara yang kita hirup. Tetapi ini bukanlah Allah yang kita kenal sejak awal dunia. Ini bukan Allah yang diberitakan Yesus kepada kita. Tetapi Allah yang kita kenal adalah Allah yang penuh kasih dan murah hati.
Sifat Allah adalah memberi. Allah adalah Pemberi. Karena Dia adalah Pemberi, kita telah menerima semua yang kita miliki sekarang seperti: penciptaan, penebusan dan pengudusan. Namun, dalam menerima semua ini dari-Nya, kita dipanggil untuk masuk ke dalam logika ilahi untuk memberi juga. Dosa tidak lain adalah menerima dan tidak memberi. Marilah kita menjadi seorang pemberi sehingga Allah berada di dalam kita dan kita di dalam Allah. “Kita telah menerima dengan cuma-cuma, maka berikanlah dengan cuma-cuma.”
Yesus menugaskan murid-murid-Nya untuk meneruskan pekerjaan yang telah Ia mulai, yaitu untuk menyampaikan firman Allah tentang Kerajaan Allah dan membawa kuasa penyembuhan-Nya kepada mereka yang letih lesu dan tertindas. Apa yang telah mereka terima dari Yesus harus mereka sampaikan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Mereka harus menunjukkan melalui sikap mereka bahwa kepentingan utama mereka adalah Tuhan dan bukan keuntungan materi. Perkataan Yesus masih tetap relevan hingga saat ini, Kerajaan Surga sudah dekat. Kita tidak dapat membeli surga; tetapi mereka yang mengenal cinta dan belas kasih Yesus telah memiliki surga di dalam hati mereka.
Pada akhirnya, Katekismus Gereja Katolik mengajarkan kepada kita: “Murid Kristus tidak hanya harus memelihara iman dan menghidupinya, tetapi juga mengakuinya, dengan penuh keyakinan memberikan kesaksian dan menyebarkannya” (KGK no. 1816). Iman adalah sebuah anugerah yang cuma-cuma dari Allah, dan dimaksudkan untuk dibagikan dan dilipatgandakan. Begitu banyak jiwa yang mencari tetapi masih belum menemukan Kristus. Mengapa? Itu karena mereka perlu melihat iman itu dihidupi. Kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi iman yang hidup.
Tuhan, melalui baptisan, Engkau memanggilku untuk menjadi murid-Mu. Ingatkanlah aku, Tuhan, dan mampukanlah aku hidup sebagai murid-Mu yang sejati, dengan berbagi apa yang telah kuterima dari-Mu. Amin.
Selamat berakhir pekan. Terima dengan cuma-cuma. Berikan dengan cuma-cuma! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC