Kamis, 04 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 04 Desember 2025
Matius 7:24-25 (Mat 7:21, 24-27)
”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”
Jadilah Pelaku Firman
Yesus menghendaki bahwa kita bukan hanya menjadi pendengar firman tapi terutama pelaku firman. Melakukan apa yang didengarkan. Atau mempraktekkan apa yang dipelajari. Jangan berhenti hanya sampai pada teori, tapi dipraktekkan.
Pepatah berkata, “action speaks louder than words” maksudnya, “perbuatan berbicara lebih keras daripada kata-kata.”
Ora et labora, berdoa dan bekerja. Keduanya haruslah menyatu. Jangan hanya berkata ‘Tuhan memberkatimu’ tapi tidak mengulurkan tangan untuk membantu.
Perkataan haruslah sejalan dengan perbuatan. “Walk the talk” – jalankan apa yang dikatakan!
Paus Paulus VI pernah berkata, “dunia tidak membutuhkan pengajar tetapi saksi!”
Biarlah orang melihat dan mengalami kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita orang percaya yang tak pernah menyerah berbuat baik lewat perbuatan yang nyata, sekalipun dalam diam.
Cinta kasih yang nyata melalui perbuatan baik dapat dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli.
Mari terus berbuat baik, Tuhan Yesus menyertai kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Des 2025
Kamis Masa Adven I
PF S. Yohanes dari Damsyik, Imam dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yes 55:6
Bacaan Injil: Mat 7:21.24-27
***********
Bait Pengantar Injil
Yes 55:6
Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
Bacaan Injil
Mat 7:21.24-27
Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan’
akan masuk Kerajaan Surga,
melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.
Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya,
ia sama dengan orang bijaksana
yang membangun rumahnya di atas batu.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,
lalu angin melanda rumah itu.
Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu.
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku
dan tidak melakukannya,
ia sama dengan orang bodoh,
yang membangun rumahnya di atas pasir.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,
lalu angin melanda rumah itu.
Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Mat 7: 24 – 27).
Dalam Injil hari ini Yesus berbicara tentang dua orang pembangun. Yang satu membangun rumahnya atas dasar batu sedangkan yang lain membangun rumahnya atas dasar pasir. Yesus memuji orang yang membangun rumahnya atas dasar batu. Dan apakah batu itu? Batu itu tentu saja adalah diri-Nya sendiri dan ajaran-ajaran-Nya. Sabda-Nya, hidup-Nya, teladan hidup-Nya.
Lalu apakah “rumah” itu? Rumah itu adalah hidup kita dengan segala rencananya. Dalam membangun rumah itu, Yesus tidak hanya ingin menjadi atap yang melindungi dari terik matahari dan hujan. Ia juga tidak hanya ingin menjadi tembok atau dinding yang melindungi kita dari segala macam gangguan dari luar. Ia juga tidak hanya ingin menjadi jendela atau pintu yang memberi kita jalan keluar. Tetapi Ia ingin menjadi batu – fondasi, dasar yang menopang keseluruhan hidup kita.
Akan tetapi, Yesus juga mengingatkan bahwa mendengar dan membaca Sabda-Nya saja tidak cukup. Apa yang kita dengar dan baca harus menjadi tindakan. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,” (Mat 7: 21).
Masa Advent menjadi saat yang baik untuk kita melihat hidup kita. Apakah hidup kita dibangun atas dasar Kristus? Dan hidup yang dibangun atas dasar Dia, adalah menerima Sabda-Nya, membiarkan Sabda-Nya menuntun dan mengarahkan hidup kita dan membuat hidup kita kokoh di atas sang “Batu Karang”.
Bangun rumahmu atas dasar batu. Bangunlah hidupmu atas dasar Tuhan dan Injil-Nya dan kamu tak akan pernah dikecewakan, sebab Ia mengasihimu dan besertamu selalu.
Tuhan, di tengah badai dan ketegangan zaman ini, kiranya iman kami tidak pernah goyah, tetapi berikanlah kami keberanian untuk hidup seperti yang kami yakini, secara konsisten dan radikal, agar bersama Putra-Mu kami dapat melakukan kehendak-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Laksanakan Sabda Tuhan! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC