Sabtu, 22 November 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 22 November 2025
Peringatan St Sesilia
Novena Kristus Raja hari ke 9
Lukas 20:34-35 (Luk 20:27-38)
Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.”
Hidup Sesudah Kematian: Mendambakan Cita-cita Surgawi
Orang-orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Untuk menolak ajaran mengenai kebangkitan, mereka mengajukan kepada Yesus sebuah kasus yang sulit dibayangkan bila sampai terjadi: ada 7 bersaudara yang kawin dengan seorang wanita semasa hidupnya di dunia.
Bila ada kebangkitan orang mati, siapa dari antara 7 bersaudara itu yang menjadi suaminya? Mereka semua adalah suaminya, jadi punya hak yang sama terhadap istrinya. Nah, bagaimana mungkin 1 orang perempuan tinggal bersama dengan 7 suami?
Sungguh sebuah kasus yang sangat rumit bila kebangkitan ingin dipahami secara logika insani. Tapi syukurlah yang menjawab pertanyaan mereka adalah Yesus yang tahu persis bagaimana sebenarnya hidup di surga itu.
Yesus telah turun dari surga untuk mewartakan kehidupan surgawi kepada kita dan menuntun kita ke sana. Jawab Yesus: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (20:34-36).
Demikianlah Yesus mematahkan cara berpikir logis rasional yang tidak menempatkan perspektif iman dalam perkara-perkara kehidupan di dunia ini. Janganlah karena dianggap tidak masuk akal secara logika lantas kita menolak kebenaran iman mengenai kebangkitan dan hidup surgawi.
Betapa Yesus ingin agar realitas surgawi bisa dinikmati dan dicicipi oleh semua putra putri Allah selafi hidup di dunia ini.
Hidup surgawi itu telah ada dalam hidup duniawi kita. Yakni hidup bersatu dengan Allah Tritunggal Mahakudus dan hidup bersatu dengan sesama. Dalam arti, bukan lagi hidup hanya untuk diri sendiri.
Entah dalam bentuk hidup perkawinan maupun dalam hidup selibat tidak kawin, kita hidup demi tujuan Allah yang menciptakan kita.
Semua jalan hidup yang kita pilih dan jalani di dunia ini adalah persiapan hidup surgawi, yang dimulai dengan saling mengasihi, saling menjadi bagian dalam iman akan Yesus dan pengharapan akan hidup kekal.
Mari kita jadikan cita-cita surgawi yakni kebahagiaan kekal di surga menjadi tujuan hidup dan karya kita di dunia ini. Yesus telah bangkit, maka kebangkitan adalah cita-cita hidup kita yang mengimani Yesus. Dalam perspektif ini, semua yang kita kerjakan di dunia adalah persiapan untuk hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Bapa Putera dan Roh Kudus serta semua keluarga Allah di surga.
Selamat berakhir pekan. Selamat mengakhiri Novena Kristus Raja. Kita siap menyambut Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Tuhan Yesus memberkati kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 22 Nov 2025
Sabtu Pekan Biasa XXXIII
PW S. Sesilia, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Luk 20:27-40
***********
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut
dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Bacaan Injil
Luk 20:27-40
Allah bukanlah Allah orang mati,
melainkan Allah orang hidup.
Inilah Injil Suci menurut Santo Lukas:
Pada suatu ketika
datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki
yang tidak mengakui adanya kebangkitan.
Mereka bertanya kepada Yesus,
“Guru, Musa menuliskan untuk kita perintah ini:
‘Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki
mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak,
maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu
dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’
Ada tujuh orang bersaudara.
Yang pertama kawin dengan seorang wanita
lalu mati tanpa meninggalkan anak.
Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga,
dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu.
Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak.
Akhirnya perempuan itu pun mati.
Bagaimana sekarang dengan wanita itu?
Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?
Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
Berkatalah Yesus kepada mereka,
“Orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
tetapi orang yang dianggap layak untuk mendapat bagian
dalam dunia yang lain itu
dan dalam kebangkitan dari antara orang mati
tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Sebab mereka tidak dapat mati lagi.
Mereka sama dengan malaikat-malaikat
dan menjadi anak-anak Allah,
karena mereka telah dibangkitkan.
Tentang bangkitnya orang-orang mati,
Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri,
di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,
karena di hadapan Dia semua orang hidup.”
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata,
“Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA FIRENZE, ITALIA
ENGKAU AKAN SEPERTI MALAIKAT DALAM KEABADIAN
Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi: “Pada hari kebangkitan, engkau dan aku hidup seperti para malaikat, maka jadilah malaikat tak bersayap di dunia ini bagi sesamamu.”
Dalam injil hari ini Yesus menggambarkan tentang kehidupan yang akan datang: “Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” ( ayat 36 )
Pesan suci hari ini bagimu:
– Percayalah bahwa hidup abadi atau kebangkitan itu nyata karena Yesus sendiri mengatakan tentang keberadaannya;
– Jalanilah hidup di dunia ini dengan rasa takut akan Allah dan cinta akan sesama;
– Jadilah seperti para malaikat yang hanya tahu berbuat baik kepada sesamamu selama hidup masih terberi kepadamu.
Ingatlah bahwa hidup kekal adalah anugrah yang harus kita perjuangkan dari dunia ini.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )