Rabu, 19 November 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 19 November 2025
Novena Kristus Raja hari ke 6
Lukas 19:26 (Luk 19:11-28)
”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.”
Nemo Dat Quod Non Habet
Pepatah bahasa Latin ini berarti, “Seseorang tak dapat memberikan apa yang ia tidak punya.”
Memberi mengandaikan bahwa ia punya sesuatu untuk diberi.
Sayangnya banyak orang yang sebenarnya punya (banyak) tapi suka berkata ‘saya tidak punya apa-apa.’ Sama halnya dengan orang orang yang berkata, ‘saya tidak mampu,’ ‘saya tidak tahu apa-apa,’ ‘saya tidak bisa.’
Mentalita ini mirip dengan orang yang cenderung menyangkal bahwa ia punya banyak tapi selalu berkata, ‘yaa cuma ini,’ ‘cuma satu,’ ‘cuma sedikit,’ ‘apalah artinya.’
Yesus menegur orang dengan mentalita ‘tidak punya’ ini karena cenderung tidak mau berbagi berkat yang ada padanya.
Yesus mengajak kita melihat apa yang ada, yang Tuhan beri, dan selalu mensyukurinya. Jangan melihat yang tidak ada, lantas mengeluh. Apalagi membandingkan dengan orang lain yang punya lebih.
Kita ingat juga mujizat perbanyakan roti dan ikan. 5 roti dan 2 ikan tak cukup bagi yang melihat kekurangan. Bagi Yesus, apa yang ada inilah awal dari keberlimpahan. Ia menengadah ke langit, mensyukurinya, mohon berkat BapaNya. Ternyata berkelimpahan dan masih ada sisanya.
Ketika Allah menciptakan kita, semua potensi pertumbuhan telah menyertainya, disertai rahmatNya untuk ikut mencipta dan melipatgandakan talenta. Mari kembangkan semua potensi yang Tuhan telah berikan, niscaya pasti melimpah. Jangan berhenti belajar, berusaha, sambil terus percaya dan bersyukur.
Yesus telah berjanji, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10).
Dalam Yesus kita sungguh berkelimpahan. Betapa kata kita dalam naungan kasih Tuhan. Sesungguhnya banyak yang bisa kita berikan, jangan hanya simpan untuk diri sendiri. Mari berbagi semangat iman, berbagi senyuman syukur dan sukacita, berbagi inspirasi untuk saling mendukung dan mencerahkan.
Jangan lupa berbagi rejeki kehidupan. Dengan memberi kita menerima.
Melimpah berkat Tuhan hari ini, mari bersyukur.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Nov 2025
Rabu Pekan Biasa XXXIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Luk 19:11-28
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi
dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.
Bacaan Injil
Luk 19:11-28
Mengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem,
orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak.
Maka Yesus berkata,
“Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh
untuk dinobatkan menjadi raja.
Sesudah itu baru ia akan kembali.
Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya,
dan memberikan mereka sepuluh mina katanya,
‘Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.’
Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia,
lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan,
‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’
Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja,
ia menyuruh memanggil hamba-hambanya,
yang telah diberinya uang itu,
untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
Orang yang pertama datang dan berkata,
‘Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.’
Katanya kepada hamba itu,
‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik.
Engkau telah setia dalam perkara kecil,
karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.’
Datanglah yang kedua dan berkata,
‘Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina.’
Katanya kepada orang kedua itu,
‘Dan engkau, kuasailah lima kota.’
Dan hamba yang ketiga datang dan berkata,
‘Tuan, inilah mina Tuan,
aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras.
Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh,
dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur.’
Kata bangsawan itu, ‘Hai hamba yang jahat!
Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.
Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras.
Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh
dan menuai apa yang tidak kutabur.
Jika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?
Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.’
Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ,
‘Ambillah mina yang satu itu
dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.’
Kata mereka kepadanya, ‘Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.’
Ia menjawab, ‘Aku berkata kepadamu,
setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi;
tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil,
juga apa yang ada padanya.
Akan tetapi semua seteruku ini,
yang tidak suka aku menjadi rajanya,
bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku’.”
Setelah mengatakan semuanya itu
Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.” [Luk 19: 17]
Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang bangsawan yang mempercayakan sejumlah uang (mina) kepada hamba-hambanya sebelum berangkat untuk dinobatkan sebagai raja. Ketika ia kembali, ia memberi ganjaran kepada mereka yang telah mengelola mina yang dipercayakan kepada mereka dengan baik — dan menghukum orang yang menyembunyikan mina yang dipercayakan kepadanya karena takut.
Perumpamaan ini mengingatkan kita pada kebenaran yang sederhana namun mendalam: Allah mempercayai kita. Ia mempercayakan karunia, kesempatan, dan orang-orang dalam pemeliharaan kita — dan kemudian Ia memberi kesempatan kepada kita untuk bertindak dengan bebas. Allah tidak mengendalikan pilihan kita seperti seorang dalang yang memainkan wayang; Ia memberi kita kebebasan karena Ia percaya pada kita. Hal terbaik tentang Allah kita adalah bahwa Ia mempercayai kita.
Setiap dari kita telah menerima sesuatu dari-Nya — waktu, iman, talenta, belas kasihan, dan mungkin berkat materi. Yang paling penting bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan apa yang kita miliki. Hamba-hamba yang setia dalam Injil dihargai bukan karena kesuksesan duniawi, tetapi karena kesetiaan dan keberanian mereka. Kesetiaan mereka dalam hal-hal kecil membawa mereka pada tanggung jawab yang lebih besar.
Injil juga memperingatkan kita bahwa tidak berbuat apa-apa bukanlah pilihan. Ketakutan dapat melumpuhkan kita — ketakutan akan kegagalan, kritik, atau mengambil risiko demi Injil. Menyembunyikan karunia kita adalah membuang kepercayaan yang Allah tempatkan pada kita. Seperti yang Yesus ajarkan, “Kepada mereka yang mempunyai, lebih banyak lagi akan diberikan.” Pertumbuhan iman hanya terjadi melalui penggunaan — dengan mencintai, melayani, dan memberikan diri kita.
Tidak ada yang namanya diam di tempat dalam kehidupan Kristen. Kita entah bertumbuh atau meredup dan padam. Mari kita hidup setiap hari sebagai pengurus yang setia atas karunia Allah, menggunakan apa yang telah kita terima untuk membangun Kerajaan-Nya — dengan sukacita, keberanian, dan hati yang penuh kepercayaan.
Tuhan, mampukan kami menjadi pengurus-pengurus yang baik dan setia atas karunia-karunia yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Jangan sia-siakan kepercayaan yang telah diberikan oleh Tuhan! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC