Minggu, 09 November 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 9 November 2025
Peringatan Pemberkatan Gereja Pertama Di Dunia: Basilika Yohanes Lateran Di Roma Tahun 324
Yohanes 2:17 (Yoh 2:13-22)
”Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Jangan Biarkan Gereja Kosong
Setiap tanggal 9 November Gereja mengajak kita untuk mengenang peristiwa bersejarah ketika untuk pertama kali dibangun dan ditahbiskan gedung gereja yang megah di atas muka bumi ini, yakni Basilika Agung St Yohanes Lateran di Roma tahun 324.
Gereja ini didirikan oleh Kaisar Konstatinus Agung, putra St Helena, kaisar Romawi pertama yang menjadi pengikut Kristus. Sejak itu gereja yang teraniaya dan menjadi gerakan di bawah tanah dalam arti sesungguhnya, karena beribadah di bawah tanah, tepatnya di dalam Katekombe atau kuburan bawah tanah, kemudian berdiri megah di atas tanah bahkan sampai menjulang tinggi.
Kita memperingati peristiwa bersejarah ini untuk menumbuhkan kecintaan kita pada iman akan Kristus dan gerejaNya. Kita bersyukur iman kristiani tersebar dari Yerusalem sampai ke Eropa – Roma, hingga ke seluruh dunia, sampai akhirnya ke tanah air tercinta Indonesia.
Kiranya kita mesti waspada bahwa sekian ribu tahun kemudian, di abad ini, bangunan-bangunan gereja di Eropa dan di mana-mana mulai kosong.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mulai menyingkirkan Tuhan dalam hidup manusia yang merasa semakin mampu tanpa bantuan Tuhan. Orang tidak lagi ke gereja dan semakin jauh dari Tuhan. Kemajuan iptek kiranya seimbang dengan pertumbuhan iman.
Saat ini gereja Asia sangat berkembang khususnya di Indonesia. Bahkan di Tiongkok yang masih menganut paham komunisme, iman kristiani tumbuh subur dan menjadi harapan dunia.
Semoga semangat membara Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh cintaNya yang meluap-luap, membersihkan dan memurnikan Bait Allah, menjadi semangat kecintaan kita akan Gereja Kristus.
”Cinta untuk rumahMu menghanguskan aku!”
Kiranya cinta akan Kristus dan gerejaNya mendesak kita untuk berjuang memperbaiki keadaan, peduli, dan terlibat untuk perubahan, pemurnian, serta kemajuan Gereja.
Hadirlah selalu dalam persekutuan dengan Yesus dan jemaatNya dalam Gereja, agar cinta kita padaNya tetap membara. Jangan biarkan gereja kosong karena sikap kita yang acuh dan tidak peduli mengembangkan iman.
Teruslah berkobar mencintai rumah Tuhan. Kasih Yesus mendorong kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 09 Nov 2025
Minggu Pekan Biasa XXXII
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 2Taw 7:16
Bacaan Injil: Yoh 2:13-22
************
Bait Pengantar Injil
2Taw 7:16
Telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,
supaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.
Bacaan Injil
Yoh 2:13-22
Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,
Yesus berangkat ke Yerusalem.
Dalam Bait Suci didapati-Nya
pedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,
dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Maka Yesus membuat cambuk dari tali
lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci
dengan semua kambing-domba dan lembu mereka;
uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,
dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,
“Ambil semuanya ini dari sini,
jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!”
Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,
“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,
“Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,
bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Rombaklah Bait Allah ini,
dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya:
“Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,
dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah
ialah tubuh-Nya sendiri.
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,
barulah teringat oleh murid-murid-Nya
bahwa hal itu telah dikatakan-Nya.
Maka percayalah mereka akan Kitab Suci
dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
Kalender Liturgi 09 Nov 2025
Minggu Pekan Biasa XXXII
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 2Taw 7:16
Bacaan Injil: Yoh 2:13-22
************
Bait Pengantar Injil
2Taw 7:16
Telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,
supaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.
Bacaan Injil
Yoh 2:13-22
Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,
Yesus berangkat ke Yerusalem.
Dalam Bait Suci didapati-Nya
pedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,
dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Maka Yesus membuat cambuk dari tali
lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci
dengan semua kambing-domba dan lembu mereka;
uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,
dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,
“Ambil semuanya ini dari sini,
jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!”
Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,
“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,
“Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,
bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Rombaklah Bait Allah ini,
dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya:
“Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,
dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah
ialah tubuh-Nya sendiri.
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,
barulah teringat oleh murid-murid-Nya
bahwa hal itu telah dikatakan-Nya.
Maka percayalah mereka akan Kitab Suci
dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali,” (Yoh 2: 19)
Hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran, Katedral Roma, dan “Ibu dan Kepala semua gereja di Roma dan di seluruh dunia.” Perayaan ini bukanlah sekadar tentang batu bata dan marmer, tetapi tentang apa yang diwakili oleh Lateran: kesatuan Gereja seluruh dunia dalam persekutuan dengan Uskup Roma, pengganti Petrus. Basilika ini adalah tanda yang kelihatan dari Gereja yang hidup, yang dibangun bukan hanya dari batu, tetapi dari orang-orang yang, melalui baptisan, menjadi tempat tinggal Allah.
Dalam Injil, Yesus membersihkan Bait Suci, mengusir para pedagang dan tukang penukar uang. Tindakan-Nya bukan sekadar untuk menjaga ketertiban di tempat suci. Sebaliknya, Ia menunjuk pada kebenaran yang lebih dalam: Bait Suci Allah yang sejati bukanlah bangunan, tetapi Tubuh-Nya sendiri. “Runtuhkan Bait Suci ini,” kata-Nya, “dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Para murid kemudian memahami bahwa Ia berbicara tentang Kebangkitan-Nya. Dalam Kristus, kehadiran Allah tidak lagi terbatas pada satu tempat suci, tetapi sepenuhnya terungkap dalam diri-Nya. Dan melalui baptisan, masing-masing dari kita menjadi bagian dari Bait Suci yang hidup ini.
St. Paulus mengingatkan kita bahwa “kamu adalah bangunan Allah” (1 Kor 3:9). Gereja adalah rumah rohani yang dibangun dari “batu-batu hidup,” dan Kristus sendiri adalah batu penjuru. Ini berarti setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi tempat tinggal Allah yang sejati. Namun, hal ini juga membawa tantangan: untuk konsisten dalam hidup sesuai dengan iman yang kita nyatakan. Kesesuaian antara iman dan kehidupan sehari-hari tidaklah mudah; hal ini membutuhkan keterbukaan yang terus-menerus terhadap Roh Kudus. Seperti yang sering diingatkan oleh Paus Fransiskus, seorang Kristen dikenali bukan semata-mata melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan, melalui cara ia hidup.
Basilik Lateran berdiri sebagai pengingat akan Gereja yang terlihat dan institusional, tetapi juga menunjuk pada realitas yang lebih dalam: bahwa misi Gereja adalah bersaksi tentang iman melalui kasih. Struktur, pelayanan, dan program pastoral ada untuk satu tujuan: membawa orang kepada Kristus dan menjadikan kasih-Nya terlihat di dunia. Iman dan kasih harus selalu berjalan bersama. Kasih adalah ungkapan iman, dan iman memberikan dasar dan makna bagi kasih.
Pesta hari ini juga memanggil kita kepada persatuan dan persekutuan. Sama seperti Basilika Lateran mempersatukan semua orang Kristen di sekitar Uskup Roma, demikian pula kita dipanggil untuk menjadi pembangun persatuan di dunia yang terpecah belah. Gereja dimaksudkan untuk menjadi tanda rekonsiliasi, sekilas gambaran kemanusiaan baru yang dibawa oleh Kristus—sebuah keluarga bangsa-bangsa yang bersatu dalam persaudaraan dan solidaritas. Di zaman kita, ketika ketidakpedulian dan permusuhan sering memisahkan komunitas, Gereja harus terus membangun jembatan dialog, pemahaman, dan perdamaian.
Marilah kita memohon perantaraan Santa Perawan Maria, tempat tinggal Firman Allah, untuk membantu kita menjadi bait suci hidup bagi kasih-Nya. Semoga hidup kita memancarkan kehadiran Kristus, sehingga Gereja, seperti Basilika Lateran, benar-benar menjadi rumah doa bagi semua bangsa dan tanda harapan bagi dunia.
Tuhan, semoga kami selalu menyadari bahwa kami bersatu dalam iman, kasih, harapan dan pelayanan bersama Paus dan Gereja Katolik di seluruh dunia, dan pada saat yang sama kami berkontribusi bagi terciptanya persatuan, di manapun kami berada. Amin.
Selamat Hari Minggu. Mari bangun persatuan. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC