Jumat, 07 November 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 07 November 2025
Lukas 16:8 (Luk 16:1-8)
”Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”
Cerdik Dan Bijaksana
Pesan perumpamaan Yesus tentang bendahara yang tidak jujur ini, bukanlah ketidakjujuran si bendahara, tapi kecerdikannya untuk bisa selamat dan lolos dari permasalahannya.
Seorang bendahara di Israel, pekerjaannya adalah mengelola harta tuannya dengan cara meminjamkannya kepada orang lain dengan memberi bunga pinjaman yang tinggi. Sebagian untuk tuannya, sebagian lagi untuk dirinya sendiri. Misalnya ia memberi bunga pinjaman 10%, 5% untuk tuannya dan 5% lainnya untuk dia sendiri.
Karena ia terancam dipecat, maka demi selamat dari kemiskinan dan tidak melarat sesudah dipecat, si bendahara berbuat baik kepada orang-orang yang berhutang kepada tuannya dengan cara ia rela melepaskan 5% yang menjadi haknya. Maka bunga pinjaman yang harus dikembalikan semula 10%, kini tinggal 5%.
Dengan berbuat kebaikan ini, ia berharap bahwa mereka yang dibantunya akan membantunya kelak bila ia dipecat oleh tuannya.
Sebagaimana anak-anak dunia ini menggunakan kecerdikan dan semua kepandaiannya untuk bisa selamat, demikian juga Yesus menghendaki kita memaksimalkan semua potensi dan anugerah yang Tuhan berikan untuk memperoleh keselamatan kekal, dengan banyak membuat kebaikan untuk menolong sesama, rela berkorban serta tulus hati dan giat bekerja, sambil tetap rajin berdoa dan mohon selalu kebijkasanaan ilahi.
Berserah pada Tuhan namun tidak menyerah pada keadaan. Yesus berkata, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Mat 10:16).
Yesus telah memperlengkapi kita dengan Roh Kudus, KebijaksanaanNya. Mari terus memohon kebijkasanaan ilahi sambil tak berhenti belajar dan mengembangkan diri agar banyak pengetahuan, cerdik dan bijaksana mengerjakan keselamatan kita di dunia ini supaya kelak oleh kemurahan Allah Bapa, kita selamat dan masuk ke dalam surga mulia.
Selamat merayakan hari Jumat pertama dalam bulan November. Ora et labora❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Nov 2025
Jumat Pekan Biasa XXXI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 1Yoh 2:5
Bacaan Injil: Luk 16:1-8
***********
Bait Pengantar Injil
1Yoh 2:5
Sempurnalah kasih Allah
dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.
Bacaan Injil
Luk 16:1-8
Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya
daripada anak-anak terang.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,
“Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara.
Kepadanya disampaikan tuduhan,
bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata,
‘Apakah yang telah kudengar tentang dirimu?
Berilah pertanggungan-jawaban atas urusanmu,
sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.’
Berkatalah bendahara itu dalam hatinya,
‘Apa yang harus kuperbuat?
Tuanku memecat aku dari jabatanku.
Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
Aku tahu apa yang akan kuperbuat,
supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara,
ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.’
Lalu ia memanggil satu demi satu
orang yang berhutang kepada tuannya.
Berkatalah ia kepada yang pertama,
‘Berapa besar utangmu kepada tuanku?’
Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak.’
Lalu kata bendahara itu, ‘Inilah surat hutangmu.
Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga:
Lima puluh tempayan.’
Kemudian ia berkata kepada yang lain,
‘Dan Saudara, berapa utangmu?’
Jawab orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’
Katanya kepada orang itu, ‘Inilah surat utangmu.
Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.’
Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya,
karena ia telah bertindak dengan cerdik.
Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya
dari pada anak-anak terang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang,” (Luk 16: 8 )
Hari ini Yesus memberi kita perumpamaan yang membingungkan yakni tentang bendahara yang tidak jujur. Sekilas, sepertinya Tuhan memuji ketidakjujuran. Namun, sebenarnya Ia sedang mengajarkan kita tentang cara hidup yang bijak dan bertanggung jawab, karena hidup kita bukanlah milik kita sendiri. Kita adalah pengurus, pengelola, bukan pemilik hidup kita.
Pertama, Yesus memperingatkan kita tentang pemborosan. Hidup adalah harta paling berharga yang Allah percayakan kepada kita, tetapi kadang-kadang kita menyia-nyiakannya. Kita berpikir kita adalah tuan atas hidup kita, padahal kita hanyalah pengurus. Ketika kita lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga, atau kesenangan daripada tanggung jawab, kita kehilangan keseimbangan. Santo Agustinus mengingatkan kita: “Jaga keteraturan, dan keteraturan akan menjaga kamu.” Kita dipanggil untuk hidup dengan keseimbangan, sadar bahwa hidup kita milik Allah.
Kedua, perumpamaan ini mendorong kita untuk bertanya: “Apa yang harus aku lakukan?” Bendaharawan itu, yang menghadapi krisis, mencari cara untuk maju. Kita pun harus bertanya pada diri sendiri: Apa jalan hidupku? Apa misiku? Apa talenta yang Allah percayakan kepadaku? Setiap dari kita memiliki karunia, cara unik untuk membawa kehidupan dan kebahagiaan bagi sesama. Ketika kita menemukannya, kita tak lagi mengambang dan mulai hidup dengan tujuan.
Ketiga, Yesus menyoroti kecerdikan sang bendahara tersebut. Ia mempersiapkan masa depannya, meskipun dengan cara yang tidak jujur. Pelajaran bagi kita adalah: jadilah bijak, baik hati, dan perlakukan orang lain dengan baik. Posisi, kekuasaan, dan kekayaan semua akan berlalu. Hidup berputar seperti roda—hari ini kita mungkin di atas, besok di bawah. Itulah sebabnya kita tidak boleh melupakan kerendahan hati dan kebaikan, karena pada akhirnya, yang penting bukanlah status, tetapi cinta.
Dan di sinilah tantangan Injil bagi kita: jika orang-orang dunia begitu berkomitmen untuk memastikan kenyamanan mereka, bukankah kita, anak-anak terang, harus lebih berkomitmen untuk memastikan kehidupan kekal? Yesus mengajak kita untuk menempatkan energi, kreativitas, dan keteguhan yang sama dalam iman kita seperti yang sering kita curahkan dalam pekerjaan atau kesenangan.
Mari kita hidup dengan bijaksana. Mari kita kelola hidup kita bukan untuk keuntungan sementara, tetapi untuk Kerajaan Allah. Maka, pada akhirnya, Kristus akan menyambut kita—bukan sebagai bendahara yang tidak jujur, tetapi sebagai hamba yang setia ,yang hidup dengan cinta.
Tuhan, karuniailah kami kecerdasan Kristiani, suatu kebijaksanaan yang menggabungkan kehati-hatian dengan kemurnian hati, sehingga kami dapat melayani Dikau dan sesama dengan jujur, penuh kasih dan bertanggung-jawab. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat Jumat Pertama! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC