Sabtu, 01 November 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 1 November 2025
Hari Raya Semua Orang Kudus
Matius 5:3 (Matius 5:1-12a)
”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Menjadi Orang Yang Bahagia
Hari ini gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Hampir setiap hari dalam setahun Gereja memperingati orang-orang kudus. Tapi apakah hanya ada 365 orang kudus yang kita rayakan pestanya sepanjang tahun?
Maka setiap tanggal 1 November, Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus yang tak terbilang jumlahnya, yang memuji-muji Allah dalam kebahagiaan surgawi.
Perayaan ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada hakekat kekudusan umat pilihan Allah yang adalah persekutuan “Para Kudus”.
Oleh Pembaptisan dalam nama Allah Tritunggal Mahakudus, kita telah dikuduskan Allah oleh penebusan Kristus. Kita mati dan bangkit bersama Kristus, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan berhak mewarisi kebahagiaan surgawi sebagai satu keluarga Allah.
Allah menghendaki agar hidup bahagia di surga menjadi cita-cita dan tujuan perjuangan iman kita di dunia, untuk masuk dalam persekutuan para kudus di surga.
Siapakah orang-orang kudus itu?Mereka adalah orang-orang yang miskin di hadapan Allah. Hanya mengandalkan Allah sebagai milik pusakanya.
Dengan telanjang dan tangan kosong Allah menghadirkan kita di dunia ini, agar dengan berserah seutuhnya kepadaNya, kepenuhan RohNya memenuhi hidup kita dengan segala kelimpahan rahmatNya.
Kebahagiaan kita bukan ditentukan oleh berapa banyak harta dunia yang kita miliki, namun oleh kesatuan kita dengan Allah Tritunggal Mahakudus yang diam dalam diri kita, dan oleh kesatuan cinta kita dengan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita.
Kesatuan yang intim ini, membuat kita selalu bersyukur dan bahagia memiliki segalanya yang kita perlukan, karena kita bersatu dengan Pokok Anggur kehidupan, yakni Yesus sendiri. Kita tinggal di dalam Dia, kita hidup olehNya dan menghasilkan buah-buah kasih yang selalu kita bagikan kepada orang lain.
Jangan pernah terpisah dari persekutuan para kudus ini, agar dalam hidup di dunia ini, maupun kelak di surga, kebahagiaan surgawi selalu menyertai kita.
Selamat berbahagia bersama seluruh keluarga Allah, di bumi dan di surga. Aleluia, Amin.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Nov 2025
Sabtu Pekan Biasa XXX
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28
Bacaan Injil: Mat 5:1-12a
************
Bait Pengantar Injil
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Mat 5:1-12a
Bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
ketika melihat banyak orang yang datang,
Yesus mendaki lereng sebuah bukit.
Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya.
Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya,
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah kamu,
jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat;
bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***†*********
ℍ
Raya Semua Orang Kudus
“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.” (Mat 5: 12)
Ketika seseorang dikanonisasi menjadi orang suci, Gereja menyatakan bahwa ia adalah seseorang yang menjadi teladan keutamaan luar biasa atau ‘heroik’ dalam hidupnya: punya iman yang luar biasa, harapan yang tak tergoyahkan – bahkan di tengah cobaan yang luar biasa – dan amal kasih yang besar. Tentu ia menghidupi semangat seperti yang disebutkan dalam Injil hari ini: menghidupi Sabda Bahagia dengan cara yang radikal. Itulah sebabnya Gereja mengatakan bahwa orang-orang ini layak untuk dihormati dan diteladani. Mereka sama manusiawinya dengan kita semua, namun benar-benar miskin dalam roh, artinya, secara konsisten menaruh kepercayaan kepada Tuhan; mereka dengan yakin mencari kekuatan di dalam Tuhan di tengah semua penderitaan dan mereka benar-benar berdukacita atas dosa-dosa mereka. Mereka tulus dan rendah hati; mereka menginginkan kesucian lebih dari apapun dalam hidup; mereka menunjukkan belas kasihan kepada semua orang, bahkan musuh mereka; mereka bekerja tanpa kenal lelah untuk perdamaian; dan mereka dengan senang hati menderita penganiayaan demi Kristus dan iman mereka. Itu berarti bahwa mereka bukan hanya menjadi orang-orang baik. Mereka jauh dari sekadar menjadi orang baik.
Orang-orang yang sangat suci biasanya terkenal. Tetapi seorang selebriti yang terkenal, belum tentu suci. Selain itu, ada banyak orang yang dalam diam menghidupi kekudusan dan sekarang berada di surga. Mereka itu adalah orang-orang suci yang tidak terkenal, tidak dikanonisasi, tidak dibeatifikasi, anonim, namanya juga tidak ditemukan dalam kalender liturgi Gereja. Orang-orang kudus ini bisa saja kakek, nenek, orang tua, suami dan istri, paman dan bibi, guru dan teman, sahabat, anak, saudara laki-laki dan perempuan, keponakan, sepupu dan sebagainya dan sebagainya, yang sudah meninggal. Mereka tidak melakukan hal yang luar biasa tapi mereka tahu bagaimana mengasihi dengan sungguh-sungguh. Merekalah yang kita rayakan pestanya hari ini.
Selama kita hidup di dunia ini, kita memiliki jalan hidup yang berbeda-beda: ada yang menjadi petani, guru, pegawai pemerintah, pengusaha, dokter, pedagang; sebagian masih muda dan yang lain sudah tua; ada yang berumah tangga dan yang lain tidak menikah, dan sebagainya, namun di atas semua perbedaan itu, sebagai orang Kristiani, sebagai orang Katolik, kita memiliki tujuan yang sama; di manapun kita berada, apapun pekerjaan kita, kita dipanggil untuk menjadi Kudus! Biasanya kita akan mengatakan: “Mana bisa orang berdosa seperti saya ini menjadi kudus?” Namun itulah kehendak Tuhan sebagaimana Paulus katakan dalam suratnya kepada umat di Tesalonika bahwa Ia mau supaya kita menjadi kudus (1 Tes 4: 3). Dan Tuhan tidak mungkin meminta dari kita sesuatu yang mustahil!
“Tuhan meminta segalanya dari kita, dan sebagai imbalannya dia menawarkan kepada kita kehidupan sejati, kebahagiaan untuk apa kita diciptakan. Dia ingin kita menjadi orang suci dan tidak tinggal dalam keberadaan yang hambar dan biasa-biasa saja,” Gaudete et Exultate, no. 1.
Tuhan, semoga benih-benih kekudusan bertumbuh dalam hati dan perbuatan kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Tanpa henti berusaha menjadi kudus! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC