Selasa, 28 Oktober 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 28 Oktober 2025
Pesta Rasul St Simon orang Zelot dan St Yudas Tadeus
Lukas 6:13-16 (Luk 6:12-19)
Ketika hari siang, Yesus memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Penuh Gairah, Rajin Dan Berani Mewartakan Injil
Hari ini Gereja merayakan pesta 2 orang Rasul yakni Simon orang Zelot dan Yudas Tadeus, sepupu Yesus dan penulis surat Yudas dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.
Dari nama mereka, kita dapat memetik karakter iman yang bagus. “Zelot” artinya “yang rajin” atau “yang meluap semangatnya”. Dalam bahasa Inggris disebut “zelous”, artinya yang antusias, penuh gairah dalam hal mengasihi. Simon orang Zelot begitu dalam mencintai Yesus dan mengikutiNya dengan setia. Ia mewartakan Injil di Mesir dan mati sebagai martir di Beirut – Suriah.
Kemudian ada Yudas yang disebut “Tadeus”, artinya “pemberani”. Yudas mewartakan Injil dengan berani sampai ke Mesopotamia, Libya dan Armenia. Ia juga mati sebagai martir bersama St Simon di Beirut – Suriah. Ia dikenal sebagai Santo penolong untuk perkara-perkara sulit dan tidak ada harapan melalui doa Novena St Yudas Tadeus.
Kiranya kita dapat memetik inspirasi iman dari kerajian, antusiasme dan gairah penuh cinta dari Simon orang Zelot dan keberanian Yudas Tadeus.
Nasehat Yudas untuk membangun iman dan berdoa dalam Roh Kudus sangat bagus bagi kita. Ia menulis dalam Yudas 1:20, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”
Selamat mengawali hari baru dengan semangat iman yang baru. St Simon dan St Yudas mendoakan kita dari surga.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Okt 2025
Selasa Pekan Biasa XXX
Bacaan Injil: Luk 6:12-19
***********
Bacaan Injil
Luk 6:12-19
Yesus memilih dari antara murid-murid-Nya
dua belas orang yang disebut-Nya rasul.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa,
Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa.
Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Keesokan harinya, ketika hari siang,
Ia memanggil murid-murid-Nya,
lalu memilih dari antara mereka
dua belas orang yang disebut-Nya rasul.
Mereka itu ialah:
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus,
Andreas saudara Simon,
Yakobus dan Yohanes,
Filipus dan Bartolomeus,
Matius dan Tomas,
Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Yudas anak Yakobus,
dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Yesus turun bersama mereka
dan berhenti pada suatu tempat yang datar.
Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya,
dan banyak orang lain
yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem,
dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Mereka datang untuk mendengarkan Dia
dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka;
juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia,
karena dari pada-Nya keluar suatu kuasa,
dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.” [Luk 6: 13 – 16]
Injil hari ini membawa kita pada momen yang menentukan: Yesus menghabiskan sepanjang malam berdoa kepada Bapa, lalu memilih dua belas orang dari antara murid-murid-Nya untuk menjadi rasul. Pilihan ini bukanlah pilihan sembarangan. Sebuah pilihan yang lahir dari doa, lahir dari kehendak Bapa, dan menunjukkan kepada kita apa arti sesungguhnya dari menjadi murid.
Pertama, Yesus memanggil mereka “untuk tinggal bersama-Nya.” Sebelum diutus, mereka diundang untuk tetap dekat. Misi pertama setiap rasul — dan setiap orang Kristen — adalah persahabatan dengan Yesus. Ia tidak menginginkan hamba-hamba yang taat buta, tetapi sahabat yang berjalan bersama-Nya, berbagi sukacita-Nya, dan bahkan memikul Salib-Nya. Bayangkan: Anak Allah menginginkan persahabatan kita! Inilah inti iman kita — bahwa Allah ingin kita dekat dan ingin tetap dekat dengan kita.
Kedua, Ia memanggil mereka untuk belajar. Menjadi murid berarti menjadi pembelajar seumur hidup. Santo Simon dan Yudas tidak memahami segala sesuatu sejak awal, begitu pula kita. Mereka berjalan, tersandung, bertanya, berdebat, dan perlahan-lahan tumbuh. Itulah jalan kita juga: membiarkan Yesus mengajar kita, hari demi hari, tentang cara mencintai dan mengampuni, cara melayani dan berharap.
Ketiga, Ia memanggil mereka untuk menjadi rasul — untuk diutus. Seorang rasul adalah seorang utusan, seorang duta, menjadi pesan hidup Kristus. Bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui hidup itu sendiri. Kita adalah “model” Yesus, dimaksudkan untuk menunjukkan wajah-Nya kepada dunia. Semoga ketika orang memandang kita dapat mengenali Yesus dalam diri kita.
Perhatikan juga siapa rasul-rasul ini: orang-orang biasa, tanpa kekayaan atau status, dengan latar belakang yang berbeda-beda bahkan bertentangan. Matius si pemungut pajak dan Simon Zelot seharusnya menjadi musuh, namun dalam Yesus mereka menjadi saudara. Inilah keajaiban Injil: di dalam-Nya, hal-hal yang bertentangan dipertemukan.
Pada Pesta St. Simon dan Yudas ini, marilah kita ingat bahwa kita pun dipanggil —untuk tinggal bersama Yesus, lalu belajar dari-Nya, dan akhirnya diutus sebagai duta-duta-Nya. Meskipun kita biasa-biasa saja, Yesus mempercayai kita untuk membawa kasih-Nya ke dunia. Jika kita tetap dekat dengan-Nya, seperti para rasul, hidup kita pun dapat menjadi Injil yang hidup.
St. Simon dan St. Yudas Tadheus, doakanlah kami.
Selamat beraktivitas. Berani menjadi saksi-saksi-Nya! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC