Kamis, 09 Oktober 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 09 Oktober 2025
Lukas: 11:13 (Luk 11:5-13)
”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Roh Kudus Jawaban Utama Doa Kita
Sesudah mengajarkan doa “Bapa Kami” Yesus meyakinkan murid-muridNya akan kebaikan hati Bapa di surga yang tak terbatas. Kata Yesus, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Tapi relasi kita dengan Bapa tidak berhenti pada apa yang kita minta. Allah Bapa bahkan memberikan jauh melampaui apa yang kita minta. hanya soal meminta dan menerima. Yesus menyampaikan apa sesungguhnya anugerah doa kita, kataNya, “Bapamu yang di sorga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Sesungguhnya dengan menganugerahkan Roh KudusNya kepada kita itu berarti Allah Bapa telah memberikan segalanya bagi kita karena RohNya sendiri diam di hati kita. Dia-lah Roh cinta Allah yang memenuhi seluruh diri kita sehingga sebagai anak Allah, kita tak pernah akan berkekurangan belaskasih Allah, karena Allah sendiri yang bekerja dalam diri kita.
Biarlah api Roh Kudus terus menyala dalam hati kita sebagai tanda cinta Yesus untuk terus tinggal bersama kita, membuka pintu-pintu berkat dan mengabulkan doa-doa kita serta menuntun kita di jalanNya.
Selamat hari Kamis. Roh Kudus Allah menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr.(Fontana di Trevi – Roma)
Kalender Liturgi 09 Okt 2025
Kamis Pekan Biasa XXVII
PF S. Yohanes Leonardus, Imam
PF S. Dionisius, Uskup dkk. Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b
Bacaan Injil: Luk 11:5-13
***********
Bait Pengantar Injil
Kis 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami,
supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Bacaan Injil
Luk 11:5-13
Mintalah, maka kalian akan diberi.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa,
Yesus bersabda kepada mereka,
“Jika di antara kalian
ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat
dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamkanlah aku tiga buah roti,
sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku,
dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;’
masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab,
‘Jangan mengganggu aku;
pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur.
Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’
Aku berkata kepadamu:
Sekalipun dia tidak mau bangun
dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya,
namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu,
pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia diperlukan.
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu,
mintalah, maka kamu akan diberi;
carilah, maka kamu akan mendapat;
ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, akan menerima;
dan setiap orang yang mencari, akan mendapat,
dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu.
Bapa manakah di antara kalian,
yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti?
Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan?
Atau kalajengking, kalau yang diminta telur?
Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu,
betapa pula Bapamu yang di surga!
Ia akan memberikan Roh Kudus
kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” [Luk 11: 9 – 10].
Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan perumpamaan tentang seorang sahabat yang datang mengetuk pintu pada tengah malam. Dalam budaya zaman Yesus, keramah-tamahan adalah hal yang suci. Seorang tamu yang tiba larut malam dapat saja mengharapkan bukan hanya makanan, tetapi juga perhatian yang melimpah. Namun, orang dalam cerita itu menemukan dirinya tidak siap, lemarinya kosong. Dalam keputusasaan, ia pergi ke tetangganya, mengetuk pintu dengan gigih dan tak kenal malu hingga akhirnya mendapat roti.
Pada pandangan pertama, kita mungkin berpikir Yesus mengajarkan kita untuk mengganggu Allah hingga Ia menyerah. Namun, itu bukanlah pelajaran yang dimaksud. Perumpamaan ini menyajikan sebuah kontras. Jika seorang tetangga yang enggan, yang terganggu di tengah malam, akhirnya bangun untuk membantu, betapa lebih lagi Bapa kita yang penuh kasih di surga akan menanggapi anak-anak-Nya? Allah tidak menjawab dengan enggan, seperti tetangga itu; Ia menjawab karena kasih-Nya yang tak terbatas.
Injil Lukas mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak acuh tak acuh terhadap perjuangan kita. “Karena ramhat dan belas kasih Allah kita, yang akan mengunjungi kita dari surga untuk menerangi mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang maut, untuk menuntun kaki kita ke jalan damai sejahtera” (Lukas 1:78-79). Allah tahu kebutuhan kita sebelum kita memintanya. Dia bukanlah orang asing di balik pintu yang terkunci, tetapi seorang Bapa yang hatinya selalu terbuka.
Namun, Yesus memanggil kita untuk tekun dalam doa. Mengapa? Karena doa yang sejati bukanlah tentang mengubah pikiran Allah, tetapi membuka hati kita. Ketekunan memurnikan keinginan kita, menguji kesungguhan iman kita, dan mendekatkan kita kepada Bapa. Setiap doa dijawab—kadang-kadang dengan karunia yang kita minta, kadang-kadang dengan karunia yang lebih besar yang tidak kita duga.
Allah menjawab doa-doa kita. Dia menjawab sesuai dengan rencana-Nya, yang terbaik bagi kita, sesuai dengan waktu-Nya, menurut cara-Nya. Jika kita berpikir kita tidak menerima apa yang kita minta, itu bukan karena Ia menolaknya, tetapi dalam rencana dan kebaikan-Nya Ia ingin memberi kita sesuatu yang lebih baik. Tuhan tidak pernah memberikan sesuatu yang akan merugikan kita.
Allah kita selalu memberikan hal-hal dan pemberian yang baik. Ia tidak pernah berhenti memberkati kita. Dia selalu baik dan murah hati, memberi kita anugerah terbaik yang pernah ada: ROH KUDUS-Nya.
Tuhan, aku berpaling kepada-Mu dalam doa yang sungguh-sungguh. Kubuka hatiku dan memohon agar Engkau menolongku: untuk memuji Engkau, memohon kepada-Mu, berterima kasih kepada-Mu, dan terutama belajar untuk mendengarkan-Mu dan mengikuti kehendak-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Bapa sungguh baik! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC