Selasa, 07 Oktober 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 07 Oktober 2025
Peringatan St Perawan Maria Ratu Rosario
Lukas 10:41-42 (Luk 10:38-42)
Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Ketika Kita Berdoa Tuhan Bekerja
Dua bersaudara Marta dan Maria, menjadi lambang bentuk hidup kontemplatif, berdoa, dan bentuk hidup aktif berkarya. Tentu keduanya penting agar seimbang: doa dan kerja.
Tapi ada saatnya, kemampuan fisik kita begitu terbatas. Kita tak mampu membawa hasil yang kita harapkan. Bersyukurlah kita atas kuasa ilahi yang Tuhan berikan melalui doa dan penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan, teristimewa melalui doa Rosario. Memohonkan kepada Allah Bapa dalam nama Yesus, melalui BundaNya Maria, Sang Mempelai Roh Kudus.
Dalam sejarah Gereja dan sejarah dunia, inilah yang terjadi di Lepanto, Spanyol, tanggal 7 Oktober 1571, ketika terjadi pertempuran laut yang sangat menentukan antara Liga Negara-Negara Katolik (Eropa, antara lain Italia, Yunani, Austria dan Spanyol) melawan armada laut Kekaisaran Ottoman Turki yang jauh lebih besar dan kuat.
Pertempuran ini sangat fatal bagi Eropa khususnya Italia karena sedikit lagi Roma, yang merupakan pusat Gereja, akan direbut oleh Kekaisaran Muslim Ottoman. Bila kalah, Eropa akan menjadi Kerajaan Islam, dan semua yang ditawan akan menjadi budak.
Oleh karena itu Paus Pius V memanggil semua kerajaaan Kristen untuk bersatu mempertahankan Roma dari serangan Turki. Don Juan dari Austria yang masih muda diminta Paus untuk menjadi panglima perang. Ia ragu karena masih muda dan belum berpengalaman, apalagi armada Turki jauh lebih besar, kuat dan berpengalaman. Tapi Paus berkata, “Pergilah anakku, karena aku tahu Tuhan akan memberimu kemenangan. Rosario akan menjadi keselamatan bagi kita!”
Rosario adalah kekuatan bala tentara Kristen. Sebelum bertempur para prajurit dan seluruh umat Katolik Eropa berdoa Rosario. Para prajurit mendapatkan Komuni Kudus dan sambil bertempur berdoa Rosario.
Apa yang terjadi? Tanggal 7 Oktober itu, angin yang semula menguntungkan pihak Turki, lalu berbalik mempercepat armada Kristen dan bahkan angin kencang itu menenggelamkan kapal-kapal Usmaniah Turki.
Panglima Usmaniah yang menyadari bahwa ia bukan hanya berperang melawan manusia, lari terbirit-birit. Komandan perang Usmaniaj, Ali Pasya yang legendaris gugur. Don Juan de Austria yang masih muda itu memenangkan pertempuran hanya dalam 1 hari.
Itulah sebabnya tanggal 7 Oktober oleh Paus Pius V, ditetapkan sebagai Penghormatan kepada Bunda Maria, Ratu Rosari Suci, Ratu Kemenangan, dan seluruh bulan Oktober menjadi bulan Rosario.
Kekuatan doa orang yang duduk diam depan kaki Yesus, dipanjatkan melalui Bunda Yesus, Maria, melalui untaian Rosario, sungguh kuat kuasanya. Saat kita berdoa, Tuhan bekerja
Selamat hari Selasa. Bunda Maria Ratu Rosario Suci doakanlah kami. Amin❤️
Ps Revi Tanod Pr (Pisa – Italia)
Kalender Liturgi 07 Okt 2025
Selasa Pekan Biasa XXVII
PW SP Maria, Ratu Rosario
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 11:28
Bacaan Injil: Luk 10:38-42
***********
Bait Pengantar Injil
Luk 11:28
Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan
dan melaksanakannya.
Bacaan Injil
Luk 10:38-42
Marta menerima Yesus di rumahnya.
Maria telah memilih bagian yang paling baik.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Dalam perjalanan ke Yerusalem
Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung.
Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
Maria itu duduk dekat kaki Tuhan
dan terus mendengarkan sabda-Nya.
Tetapi Marta sangat sibuk melayani.
Ia mendekati Yesus dan berkata,
“Tuhan, tidakkah Tuhan peduli,
bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri?
Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya,
“Marta, Marta,
engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
padahal hanya satu saja yang perlu.
Maria telah memilih bagian yang terbaik,
yang tidak akan diambil dari padanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya,” [Luk 10: 42].
Hari ini kita merayakan Santa Perawan Maria Ratu Rosario, sebuah perayaan yang lahir dari keyakinan bahwa doa—terutama pengulangan sederhana Rosario—memiliki kekuatan untuk mengubah sejarah dan mengubah hati. Rosario bukan hanya tentang kata-kata; tetapi tentang memasuki misteri Kristus dengan mata dan hati Maria, belajar untuk duduk di kaki-Nya seperti Maria dari Betania dalam Injil hari ini.
Cerita tentang Marta dan Maria menunjukkan ketegangan antara aksi dan kontemplasi. Marta sibuk melayani, sementara Maria memilih untuk duduk dengan tenang dan mendengarkan. Yesus dengan lembut mengingatkan kita: “Hanya satu saja yang perlu.” Bukan berarti tindakan itu salah — Allah membutuhkan Marta maupun Maria — tetapi tindakan kita harus mengalir dari doa, dari hati yang berakar pada Allah. Jika tidak, bahkan niat baik kita pun bisa menjadi gelisah, teralihkan, atau memberatkan.
Ini sangat sesuai dengan bacaan pertama dari Yunus. Nabi Yunus menyampaikan pesan sederhana tentang pertobatan, dan dengan terkejut, seluruh kota Niniwe berbalik kepada Allah. Pertobatan mereka tidak datang dari kelancaran bicara atau usaha Yunus, tetapi dari kuasa Allah yang bekerja dalam hati mereka yang bersedia. Kadang-kadang, seperti Marta, kita berpikir bahwa segalanya bergantung pada tindakan kita. Tetapi Rosario mengajarkan kita sebaliknya: bahwa keselamatan mengalir pertama-tama dari mendengarkan, dari merenung, dari membiarkan Allah bekerja dalam diri kita.
Santa Perawan Maria Ratu Rosario mengundang kita untuk memasuki keseimbangan ini — seperti Maria, duduk di kaki Yesus, dan seperti Yunus, bersaksi tentang belas kasihan-Nya. Rosario memberi kita keduanya: kontemplasi misteri Kristus dan kekuatan untuk menghidupinya dalam tindakan.
Hari ini, mari kita mohon kepada Santa Perawan Maria untuk membantu kita mendengarkan dengan lebih dalam, berdoa dengan lebih setia, dan melayani dengan lebih penuh kasih — sehingga, dalam segala yang kita lakukan, Kristus tetap menjadi pusatnya.
Santa Perawan Maria Ratu Rosario, ajar kami untuk mendengarkan Yesus Putera-Mu dan memusatkan hidup kami pada-Nya. Amin.
Selamat beraktivitas. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC