Sabtu, 04 Oktober 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 04 Oktober 2025
Peringatan St Fransiskus Asisi
Lukas 10:21 (Luk 10:17-24)
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”
Bijak Di Mata Tuhan
Misteri kasih Allah yang tak terkirakan dalam diri Yesus hanya bisa diselami oleh orang yang merasa kecil di hadapan Tuhan, yang dengan rendah hati mengosongkan diri dan mencari kepenuhan hanya dalam Tuhan. Ia seperti tanah yang kering dan tandus yang merindukan air. Dia-lah orang yang bijak di mata Tuhan.
Sebaliknya orang yang merasa bijak dan pandai, yang merasa mampu dan sudah mengetahui segalanya, cenderung menutup diri terhadap kebenaran iman. Ibarat tanah, ia sudah jenuh karena sudah penuh dengan air.
Tak usah kecil hati dianggap kecil dan bodoh oleh dunia karena iman kita akan Yesus yang tersalib. Kata Paulus dalam 1 Kor 1:27-29, “apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”
St Fransiskus Asisi yang kita rayakan pestanya hari ini, menjadi teladan iman yang indah. Ia yang berasal dari keluarga bangsawan dan pedagang kaya, memilih mengikuti Yesus, meninggalkan segalanya, dan menjadi seperti pengemis yang tak punya apa-apa. Ia hanya mau bermegah dalam Tuhan.
”St Fransiskus Asisi, doakanlah kami agar selalu dapat bersyukur atas kekayaan rahmat Tuhan yang sangat berlimpah dalam hidup kami.”
”Bapa Surgawi beri kami kesempatan untuk menjadi saluran berkatMu dan pembawa damai bagi dunia. Amin.”
Selamat berakhir pekan. Kasih Kristus memenuhi hati kita. Doaku untuk kita semua dari Lourdes. Bunda Maria menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Okt 2025
Sabtu Pekan Biasa XXVI
PW S. Fransiskus dari Assisi
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Luk 10:17-24
***********
Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Bacaan Injil
Luk 10:17-24
Bersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu itu
ketujuh puluh murid Yesus kembali dari perutusannya dengan gembira
dan berkata,
“Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”
Lalu kata Yesus kepada mereka,
“Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Sesungguhnya Aku telah memberikan kalian
kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking
dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh,
sehingga tiada yang dapat membahayakan kalian.
Namun demikian janganlah bersukacita
karena roh-roh itu takluk kepadamu,
tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.”
Pada waktu itu juga
bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata,
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi,
karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai,
tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.
Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.
Segala sesuatu telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku
dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa,
dan siapakah Bapa selain Anak
dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.”
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada para murid dan berkata,
“Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat.
Karena Aku berkata kepada kamu:
Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat,
tetapi tidak melihatnya
dan ingin mendengar apa yang kalian dengar,
tetapi tidak mendengarnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” [Luk 10: 20]
Hari ini kita rayakan Peringatan Santo Fransiskus dari Assisi, orang miskin Allah yang melihat seluruh ciptaan sebagai saudara dan saudarinya, dan kita juga mengakhiri Bulan Doa untuk Memelihara Keutuhan Ciptaan (Season of Creation). Kalau anda ingat, tanggal 1 September 2025 yang lalu kita membukanya dengan Hari Doa untuk Memelihara Keutuhan Ciptaan, dan gerakan Doa Ekumenis untuk Pemeliharaan Keutuhan Ciptaan ini ditutup tiap tahunnya pada Peringatan St. Fransiskus Asisi, tanggal 4 Oktober. Firman Allah hari ini mengingatkan kita akan kegembiraan, sukacita, kerendahan hati, dan anugerah melihat dengan hati yang polos seperti anak-anak.
Dalam Injil, ketujuh puluh murid kembali dengan penuh sukacita karena mereka telah menyaksikan kuasa Yesus bekerja. Namun Yesus mengingatkan mereka: sumber sukacita yang sejati bukanlah dalam prestasi mereka, melainkan dalam mengetahui bahwa nama mereka tertulis di surga. Kesombongan dapat membuat kita buta, tetapi kerendahan hati membuka mata kita terhadap kasih karunia Allah. Santo Fransiskus hidup sesuai dengan kebenaran ini. Ia menolak kenyamanan dunia ini untuk memeluk harta kekayaan terbesarnya — cinta Kristus. Kesederhanaannya memungkinkan dia melihat kehadiran Allah tidak hanya pada orang miskin dan penderita kusta, tetapi juga pada burung-burung di udara, matahari, angin, dan bahkan “Saudari Kematian.”
Dalam bacaan pertama Baruch mengingatkan kita bahwa bahkan ketika kita telah menjauh dari Allah, Dia memanggil kita kembali dengan belas kasihan: “Hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin.” Ini adalah pesan bagi kita hari ini. Kita hidup di dunia yang terluka oleh kesombongan, keserakahan, dan kerusakan lingkungan. Tangisan bumi dan jeritan orang miskin saling terhubung. Mengikuti Fransiskus berarti kembali dengan kerendahan hati, menemukan kembali kegembiraan hidup sebagai anak-anak Allah yang merawat ciptaan-Nya sebagai anugerah, bukan sebagai sesuatu yang harus dieksploitasi.
Saat kita menutup Hari-hari doa untuki Keutuhan Ciptaan (Season of Creation) ini, mari kita bawa semangatnya: bersukacita bukan atas apa yang kita miliki, tetapi atas belas kasihan Allah; bukan atas apa yang kita kuasai, tetapi atas keajaiban menjadi anak-anak-Nya. Bersama Santo Fransiskus, mari kita memuji Allah dalam segala hal, hidup dengan sukacita yang rendah hati dan kesederhanaan yang bersinar.
Ya Allah, anugerahi kami sukacita sejati sebagai anak-anak-Mu, yang senantiasa bersyukur atas anugerah-anugerah-Mu, yang selalu tergerak untuk merawat keutuhan ciptaan-Mu. St. Fransiskus dari Asisi, doakanlah kami. Amin.
Selamat berakhir pekan. Happy St. Francis Day! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC