Jumat, 12 September 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 12 September 2025
Lukas 6:41 (Luk 6:39-42)
”Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”
Introspeksi Diri
Cara kita melihat sangat menentukan siapa diri kita yang sebenarnya. Dikatakan bahwa mata lebah akan selalu melihat bunga, sedangkan mata lalat akan selalu melihat sampah.
Jangan kita terjebak dengan cara melihat yang cenderung melihat kesalahan atau kelemahan orang lain, tanpa menyadari kesalahan dan kelemahan diri sendiri.
Introspeksi diri adalah langkah yang bijaksana untuk kita berefleksi dan melihat ke dalam diri saat menilai dan menghakimi orang lain.
Yesus mengajak kita untuk mawas diri, merenungkan pikiran, emosi, sikap, perbuatan, kelemahan, dan kesalahan diri sendiri guna meningkatkan pemahaman dan wawasan serta mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Mengganti kecenderungan melihat yang negatif, menjadi pribadi yang mengutamakan yang baik dan positip dalam diri orang lain, juga dalam diri sendiri, sekalipun tidak perlu merasa benar sendiri.
Bila kita tergoda melihat kesalahan orang dan menghakiminya, mari bercermin dan bertanya dalam hati, “Bila Yesus yang melihat, apakah yang pertama-tama dilihatNya?”
”Ya Yesus murnikanlah hati dan pikiran kami, agar mata kami jernih dan mampu memandang apa yang baik dalam diri orang lain. Bila melihat kesalahan, mampukan kami untuk dapat membantu memperbaiki atas dasar kasih dan ketulusan hati. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan mencari kesalahan orang lain. Semoga kami selalu mawas diri. Amin.”
Selamat hari Jumat. Tuhan Yesus memberkati kita❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Jul 2025
Jumat Pekan Biasa XVI
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Mat 20:20-28
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Aku telah menetapkan kamu
supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap.
Bacaan Injil
Mat 20:20-28
Cawan-Ku akan kamu minum.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa,
menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem,
datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus,
lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu.
Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?”
Jawab ibu itu, “Berilah perintah,
supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,
yang seorang di sebelah kanan-Mu,
dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi Yesus menjawab,
“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta!
Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”
Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.”
Yesus berkata kepada mereka,
“Cawan-Ku memang akan kamu minum,
tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,
Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang
bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mendengar itu,
marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,
“Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa
memerintah rakyatnya dengan tangan besi,
dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu!
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu,
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,
hendaklah ia menjadi hambamu;
sama seperti Anak Manusia:
Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,
dan untuk memberikan nyawa-Nya
menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu,” [Mat 20: 26 – 27]
Hari ini kita rayakan Pesta St. Yakobus, anak Zebedeus dan saudara Yohanes Penginjil. Yakobus diyakini sebagai rasul pertama yang menjadi martir. Ada sebuah tradisi dari awal abad pertengahan yang menunjukkan bahwa ia menyebarkan Injil di Spanyol dan dihormati sebagai santo pelindung Spanyol. Dia dieksekusi dengan cara dipenggal di tangan Herodes Agripa, cucu Raja Herodes, pada tahun 44. Pada abad ke-9, jasadnya dimakamkan di Compostela, yang sekarang menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.
Matius memperingatkan bahwa komunitas murid-murid Yesus berada dalam bahaya ababila mereka termotivasi oleh keinginan untuk menjadi yang pertama, mencari pengakuan dan rasa hormat dari orang lain. Sungguh, ajaran Yesus bertentangan dengan nilai-nilai dunia. Alih-alih berusaha mendominasi orang lain, Yesus menekankan pentingnya melayani satu sama lain.
Anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, datang kepada Yesus bersama ibu mereka dengan sebuah permintaan. Yesus mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran yang kuat tentang kerendahan hati. “Kamu ingin menjadi besar?” kata Yesus, “hendaklah kamu menjadi pelayan bagi yang lain.” “Kamu ingin menjadi yang terkemuka? Hendaklah kamu menjadi hamba bagi yang lain.”
Di masa sekarang, hal itu tetap relevan. Jika ingin menjadi besar, berubahlah:
* Hentikanlah sikap membandingkan diri dengan orang lain dan merasa diri lebih hebat.
* Jangan mengukur prestasi akademis dan kecerdasan Anda dengan orang lain.
* Berhentilah berpikir untuk mengendalikan dan memanipulasi hasil.
* Hindari mempertimbangkan status atau kemampuan Anda untuk memengaruhi orang lain.
Tidak penting entah sudah berapa lama saya telah menjadi anggota Gereja/komunitas, atau seberapa jauh saya dapat menjadi pemimpin, atau posisi atau “jabatan” apa yang saya pegang, hati yang melayani dan mengasihilah satu-satunya hal yang penting. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH,” [1 Kor 13: 13].
Tuhan, berilah kami hati yang melayani dan mengasihi. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Selamat pesta St. Yakobus. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC