Selasa, 02 September 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 02 September 2025
Lukas 4:36 (Luk 4:31-37)
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”
Karunia Merasa Takjub
Merasa takjub, kagum dan heran, sesungguhnya adalah karunia Tuhan. Ketika merasa takjub orang mengalami karya agung Tuhan dan kebesaranNya, betapa Allah kita dahsyat dan luar biasa. Rasa takjub adalah karunia Roh Kudus yang mendorong kita untuk memuji dan memuliakan Allah yang kuat kuasa. Terutama yang dapat kita lihat dalam perbuatan-perbuatan Yesus serta sabdaNya yang penuh wibawa dan kuasa.
Marilah kita bertanya dalam hati masihkah ada rasa takjub atau kagum dan heran mendengar Sabda Yesus ketika kita membaca dan merenungkan Injil? Berbahagialah kita bila jawaban kita adalah ya!
Rasa takjub dan heran akan pengajaran dan perkataan Yesus yang penuh kuasa membuat kita penuh gairah dan semangat mengikuti Yesus. Tetaplah takjub dan heran. Yesus kita luar biasa!
Hanya dengan menyebut nama Yesus, Iblis lari ketakutan. Yesus menjadikan segala sesuatu baik adanya. Kebangkitan Yesus telah memulihkan segala ciptaan menjadi baru dan hidup kembali. Ia sanggup mengangkat kita dari dosa dan kejatuhan serta memulihkan hidup kita.
Hati-hatilah bila dalam hidup ini kita tidak lagi punya rasa takjub, heran dan kagum. Maka tumbuhkanlah selalu rasa takjub, kagum dan heran sebagai bagian dari sikap iman, agar ada gairah dan pujian serta syukur karena menyadari kasih dan karunia Tuhan yang selalu baru setiap hari.
Temukanlah selalu hal yang mengagumkan, yang luar biasa, dalam diri suami – istri, orangtua, anak serta teman-teman kita, atasan dan bawahan kita bahkan siapa saja yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita, agar kita mampu menghargai, memuji dan membesarkan hati mereka, serentak itu pula, kita bersyukur kepada Tuhan telah menghadirkan mereka dalam hidup kita.
Selamat hari baru, teruslah merasa takjub akan kuasa kasih Tuhan❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 02 Sep 2025
Selasa Pekan Biasa XXII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 4:31-37
*************
Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil
Luk 4:31-37
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea.
Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat.
Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,
sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan.
Ia berteriak dengan suara keras,
“Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”
Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya,
“Diam, keluarlah dari padanya!”
Maka setan menghempaskan orang itu
ke tengah-tengah orang banyak,
lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.
Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain,
“Alangkah hebatnya perkataan ini!
Dengan penuh wibawa dan kuasa
Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat,
dan mereka pun keluar.”
Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” (Luk 4: 36).
Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengusir roh jahat yang merasuki seseorang di rumah ibadat. Dalam kisah itu digarisbawahi kuasa kata-kata Yesus. “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa,” (Luk 4: 32). Setelah Yesus mengusir roh jahat pun mereka berkata satu sama lain: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” (Luk 4: 36). Perkataan Yesus penuh kuasa. Saya ajak anda bermenung tentang kata-kata. Kata-kata kita.
Kata-kata adalah kekuatan paling hebat yang tersedia bagi umat manusia. Kita dapat memilih untuk menggunakan kekuatan ini secara konstruktif. Kata-kata memiliki energi dan kekuatan dengan kemampuan untuk membantu, menyembuhkan, menghalangi, melukai, menyakiti, mempermalukan dan merendahkan hati.
Mengingat kekuatan kata-kata yang kita ucapkan, kita hendaknya mendisiplinkan diri kita sendiri untuk berbicara penuh hormat, kelembutan dan kerendahan hati. Salah satu tanda paling jelas dari moralitas adalah berbicara secara benar. Berbicara secara benar adalah satu dari dasar-dasar pribadi yang matang. Sebelum berbicara, ambillah beberapa saat untuk merenungkan apa yang akan anda katakan dan bagaimana anda akan mengatakannya; sambil mempertimbangkan akibat yang akan dihasilkan pada para pendengar. Berbaik-hatilah kepada semua orang dan ucapkan kata-kata yang memberi inspirasi, antusiasme, dan dorongan untuk semua. Kata-kata yang baik dan penuh hormat selalu menjadi musik indah di telinga para pendengarnya.
Saat kita berbicara hendaklah kita berbicara dengan penuh perhatian, dengan cara yang meneguhkan kedamaian dan belarasa dalam karakter kita. Tidak hanya perkataan kita penting, tetapi juga nada yang kita gunakan memiliki pengaruh yang besar. Ada cara tertentu yang harus memandu komunikasi kita dengan orang lain. Katakanlah selalu kebenaran, hindari melebih-lebihkan, konsisten dengan apa yang kita katakan, tidak menggunakan standar ganda dalam menyapa orang, tidak menggunakan kata-kata kita untuk memanipulasi orang lain, dan yang terpenting tidak menggunakan kata-kata untuk menghina atau meremehkan siapa pun.
Beberapa hari belakangan ini, kita menyaksikan, betapa kata-kata yang tidak punya empati dapat menimbulkan kemarahan banyak orang dan mengagitasi gerakan yang merusak. Kita juga menyaksikan, jika kata-kata yang disampaikan tidak konsisten dengan perbuatan maka kepercayaan juga luntur. Kata-kata yang direkayasa melalui teknologi artificial intelligence secara tidak bertanggung jawab dan disebarluaskan dapat di satu pihak merusak reputasi seseorang dan di pihak lain menyulut api amarah orang banyak.
Kata-kata itu bagaikan ‘peluru atau benih’. Jika kita menggunakan kata-kata kita sebagai peluru kita dapat membunuh, dan jika kita menggunakan perkataan kita sebagai benih dengan cita-rasa suportif dan niat baik yang tulus, kita dapat membangun hubungan dengan cara yang positif dan meneguhkan kehidupan.
Saat ini kita hidup dalam dunia yang dibombardir dengan kata-kata: kata-kata yang terucap, kata-kata yang tertulis, kata-kata yang dibumbui dengan macam-macam pemanis dan penyedap, kata-kata yang dibagikan secara digital melalui media sosial dan pelbagai sarana komunikasi. Bagaimanakah kata-kata kita? Apakah kata-kata kita itu sering kali murahan, atau malahan menyakitkan, penuh kepalsuan, bahkan ada yang penuh dengan kebencian dan seringkali juga cuma omong kosong? Atau kata-kata kita meneguhkan, penuh cinta, menginspirasi kebaikan, mendamaikan, menunjukkan rasa hormat, kelembutan dan rendah hati?
Tuhan, semoga dunia ini menjadi sedikit lebih baik karena kami berusaha berkata-kata dan berperilaku sesuai dengan kabar baik Yesus. Amin.
Semoga kata-kata kita hari ini juga penuh kuasa untuk menyembuhkan dan membangun kehidupan bersama yang lebih baik. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎..
RP Joni Astanto MSC