Senin, 01 September 2025
Sabda Kehidupan
Senin 01 September 2025
Lukas 4:24 (Luk 4:16-30)
Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”
Tetap Mencintai Sekalipun Tidak Dihargai
Betapa sedih hati Yesus, ketika ditolak oleh orang-orang sekampungNya di Nazareth. Mereka lebih melihat latar belakang keluargaNya yang sederhana, daripada melihat semua tanda-tanda heran yang dibuat Yesus sebagai tanda bahwa Tahun Rahmat Tuhan yang dinantikan Israel sudah tiba.
Memang betapa sulit menerima dan menghargai apa yang datang dari kalangan sendiri. Mantan presiden Habibi merasa sedih karena tekadnya menjadikan Indonesia hebat dengan membuat pesawat terbang sendiri, ternyata tidak dihargai di negaranya sendiri. Orang lebih tertarik dengan merk luar negri daripada buatan negri sendiri. Lucunya cepatu Nike dibuat di Tangerang, fashion terkenal Zara diproduksi di Sukoharjo, Hugo Boss di Bandung, termasuk Uniqlo dan H&M. Para Insinyur pesawat yang mendesain pesawat Boeing ternyata para insinyur Indonesia. Tetaplah bangga dengan buatan dalam negeri!
Penolakan Yesus oleh keluarga sekampungNya, sahabat kenalanNya sendiri, mengingatkan kita pentingnya menerima dan menghargai semua anggota keluarga kita, orang-orang sederhana di sekitar kita.
Namun sekalipun ditolak manusia, Yesus tak pernah menolak kita. Ia mencintai kita apa adanya. Ia ikut menanggung beban derita kita karena Ia mengerti kesulitan kita sebagai manusia biasa.
Yesus meminta kita untuk melakukan yang sama, mencintai semua orang yang Yesus cintai, bahkan musuh sekalipun.
Nasehat Rasul Paulus ini sangat indah: “Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rom 12:20-21)
Tetaplah baik sekalipun diperlakukan tidak baik! Teruslah berkarya, bukan lagi ditentukan oleh penghargaan orang lain, melainkan karena Tuhan yang mengutus kita.
Selamat memasuki bulan September dengan penuh syukur. Yesus selalu menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Sep 2025
Senin Pekan Biasa XXII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
Bacaan Injil: Luk 4:16-30
*************
Bait Pengantar Injil
Luk 4:18
Roh Tuhan menyertai aku;
Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik
kepada orang-orang miskin.
Bacaan Injil
Luk 4:16-30
Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.
Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci.
Maka diberikan kepada-Nya kitab nabi Yesaya.
Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut,
“Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab Aku diurapi-Nya
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Dan Aku diutus-Nya
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
penglihatan kepada orang-orang buta,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas;
Aku diutus-Nya memberitakan
bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Kemudian Yesus menutup kitab itu
dan mengembalikannya kepada pejabat, lalu duduk;
lalu Ia duduk
dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,
“Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu
pada saat kalian mendengarnya.”
Semua orang membenarkan Yesus.
Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu kata mereka, “Bukankah Dia anak Yusuf?”
Yesus berkata,
“Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,
‘Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.
Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,
segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!”
Yesus berkata lagi, “Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,
‘Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel
tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain Naaman, orang Siria itu.”
Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.
Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,
dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ ☘️
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang…. Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 4: 18 – 19. 21).
Mulai hari ini, sampai akhir tahun liturgi, bacaan Injil diambil dari Injil Lukas, Injil yang memberi perhatian khusus pada Roh Kudus, belas kasih Allah, perhatian Yesus bagi orang kecil dan miskin, dan peran perempuan dalam kehidupan Yesus. Lukas menempatkan kabar gembira dalam perjalanan Yesus dari Nazareth di Galilea menuju Yerusalem.
Hari ini kita mendengar awal dari pelayanan publik Yesus, program hidup-Nya yang “disusun” oleh Roh Kudus.
Ia memaklumkan bahwa keselamatan dimulai “hari ini” dengan pengajaran-Nya dan karya-Nya di tengah umat manusia. Bagi kita pun, waktu rahmat itu adalah “hari ini”, “saat ini”.
“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya,” (Luk 4: 21).
Bagi kita pun, saat rahmat itu adalah hari ini, saat ini, dengan Tuhan yang hidup dan berkarya di tengah-tengah kita, dan kita-lah rekan kerja-Nya. Dengan Yesus hidup di tengah-tengah kita, kita harus berani dan siap berkata bersama-Nya: “Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk memberitakan kabar baik bagi orang-orang miskin.”
Yesus diutus oleh Bapa. Mengikuti Yesus berarti siap diutus atas nama-Nya dan atas nama Bapa. Kemuridan (discipleship) kita harus menjadi matang menjadi kerasulan (apostleship).
Apakah kehadiran saya, di manapun, menjadi kabar baik bagi kesekitaran saya? Apakah program kerja Yesus juga menjadi program kita?
Bapa, urapi kami dengan Roh yang sama dengan yang Kaucurahkan atas Yesus Putera-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Hadirkan kabar baik! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎..
RP Joni Astanto MSC