Sabtu, 23 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 23 Agustus 2025
Peringatan St Rosa De Lima
Matius 23:11-12 (Mat 23:1-12)
”Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Hidup Untuk Melayani
Di tengah kecaman Yesus terhadap para Ahli Taurat dan orang Farisi yang sombong dan selalu menonjolkan diri, Yesus meminta murid-muridNya untuk menjadi pelayan yang rendah hati.
Yesus sendiri yang adalah Tuhan dan Guru kita mengambil rupa seorang hamba. “Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.“ (Filp 2:6-7).
Martabat kita sebagai anak Allah, sahabat Yesus dan bait kediaman Roh Kudus, menjadi keyakinan kita yang teguh untuk tidak merasa kecol hati ketika mengambil rupa seorang hamba.
Bunda Maria juga menyebut dirinya “hamba Tuhan” ketik ia menerima tugas menjadi ibu Yesus. Inilah justru sukacita kita ketika diperkenankan Tuhan menjadi hambaNya.
Apapun yang kita kerjakan, apapun profesi kita, kiranya semangat pelayanan ini menjadi spirit terdalam pemberian diri kita. Baik sebagai atasan atau bawahan, pemimpin atau yang dipimpin, kita ada untuk melayani.
Demikian juga sebagai orangtua bagi anak-anaknya, anak bagi orangtua, suami terhadap istri dan sebaliknya, kakak-adik, dan dalam pertemanan. Kita semua saling melayani.
Dorongan dan gelora cinta Yesus yang datang untuk melayani, kiranya menjadi dorongan hati kita untuk selalu menjadi pelayan. Katakanlah selalu dengan penuh kerendahan hati, “Aku ini hamba Tuhan, aku ada untuk melayani. Melayanimu itulah sukacitaku.”
Selamat melayani dalam Tuhan dan selamat berakhir pekan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Agt 2025
Sabtu Pekan Biasa XX
PF S. Rosa dari Lima, Perawan
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 23:9a.10b
Bacaan Injil: Mat 23:1-12
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 23:9a.10b
Bapamu hanya satu, ialah yang ada di Surga.
Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.
Bacaan Injil
Mat 23:1-12
Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya,
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah
segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,
tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka,
karena mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.
Mereka mengikat beban-beban berat,
lalu meletakkannya di atas bahu orang,
tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Semua pekerjaan yang mereka lakukan
hanya dimaksud supaya dilihat orang.
Mereka memakai tali sembahyang yang lebar
dan jumbai yang panjang.
Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan
dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
mereka suka menerima penghormatan di pasar
dan suka dipanggil Rabi.
Tetapi kalian, janganlah kamu disebut ‘Rabi’;
karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara.
Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini,
karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga.
Janganlah pula kalian disebut pemimpin,
karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus.
Siapa pun yang terbesar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan,
dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
”Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” (Mat 23: 2 – 3)
Injil hari ini merupakan sindiran langsung terhadap mereka yang banyak ”bla, bla, bla” dalam Firman Tuhan, tetapi kemudian lupa mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan. Yesus dengan keras mengkritik ahli Taurat dan orang Farisi – Ia bersikap keras terhadap mereka yang memanfaatkan Tuhan dan agama untuk keuntungan dan gengsi mereka sendiri.
Para murid Yesus dipanggil untuk menjadi orang-orang yang sedikit bicara tetapi lebih banyak bertindak. Nasihat terkenal Santo Fransiskus dari Assisi, ketika ia mengutus dua biarawannya untuk mewartakan Injil patut diingat: “Selalu beritakan Injil, gunakan kata-kata bila perlu”. Evangelisasi tidak selalu berarti banyak bicara, mengkhotbahkan suatu ajaran.
Orang Farisi dan ahli Taurat menyatakan diri mereka sebagai penafsir resmi Taurat – Hukum Musa; mereka menafsirkan apa yang baik dan yang buruk. Namun Yesus mengkritik mereka karena tindakan kesalehan mereka di depan umum hanya untuk mengesankan orang banyak.
Sabda Tuhan hari ini menjadi pengingat bagi kita, terutama bagi mereka yang memegang wewenang dalam Gereja, untuk menghindari memamerkan puasa dan silih di depan umum, berlutut, berdoa banyak-banyak di hadapan semua orang, sementara perilaku dan hubungan dengan orang lain tidak mencerminkan apa yang mereka ajarkan. Sudah sepantasnya kita semua yang memiliki wewenang di Gereja membaca bagian ini dengan saksama dan merenungkan kehidupan kita. Janganlah kita termasuk dalam kategori orang-orang yang membebani orang lain dengan beban yang tak tertahankan, lalu kita tidak bergerak sedikit pun untuk membantu.
Paus Fransiskus, mengomentari perikope Injil ini, mengatakan, “Kesalahan umum yang dilakukan oleh mereka yang memegang otoritas sipil atau gerejawi adalah menuntut orang lain untuk melakukan hal-hal — bahkan hal-hal yang benar — yang tidak mereka praktikkan secara langsung. Mereka menjalani kehidupan ganda. Ini menjadi contoh buruk otoritas. Otoritas adalah penolong, tetapi jika disalahgunakan, ia menjadi represif; ia tidak memungkinkan orang untuk bertumbuh, dan menciptakan iklim ketidakpercayaan dan permusuhan, serta mengarah pada kerusakan.
Kita, para murid Yesus, hendaklah tidak mencari gelar kehormatan, otoritas, atau supremasi. Kita tidak boleh menganggap diri kita lebih unggul daripada orang lain; kerendahan hati sangat penting bagi kehidupan yang berusaha selaras dengan ajaran Yesus, yang lemah lembut dan rendah hati, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Tuhan, bimbing kami untuk menghidupi kebenaran Injil dan berani memberi kesaksian nyata dalam hidup kami. Amin.
Selamat berakhir pekan. Mari hidupi apa yang kita katakan. ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC