Kamis, 21 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 21 Agustus 2025
Peringatan St. Pius X
Matius 22:2-3 (Mat 22:1-14)
”Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang…”
Mari Memenuhi Undangan Tuhan
Dengan berbagai cara Yesus mengingatkan kita betapa Allah merindukan kita berada bersamaNya di hadiratNya yang kudus, penuh kemuliaan dan sukacita.
Yesus menggambarkan suasana perjumpaan kita dengan Allah Bapa bagaikan sebuah pesta perjamuan kawin anak raja. Orang yang diundang hadir tentu saja adalah orang-orang pilihan, istimewa dan dekat di hati raja.
Bayangkan saja bila kita menerima undangan untuk ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara disertai jamuan kenegaraan. Nama kita tertera dalam undangan dengan cap istana. Di dalamnya tertera nama yang mengundang: Presiden Prabowo!
Betapa kita akan melonjak kegirangan atas kehormatan yang diberikan. Tidak mungkin kita hanya sekedar hadir dan tidak mempersiapkan penampilan terbaik dan hati yang penuh kerinduan serta sukacita.
Demikian mau dikatakan Yesus, begitu istimewanya kita di mata Allah sehingga Yesus sendiri yang menulis nama kita di undangan dan Yesus mengutus Roh KudusNya untuk menyampaikannya pada kita.
Itulah undangan untuk ikut perjamuan Ekaristi setiap hari Minggu. Bahkan setiap hari, dalam persekutuan doa dan ibadah.
Mari kita bangun suasana hati yang penuh kerinduan, gairah dan sukacita untuk berjumpa dengan Allah. Yesus yang sangat kita kenal dan begitu dekat dengan kita jadi tuan pesta. Biarlah Roh Kudus Allah terus mendandani kita dengan pakaian kesucian serta gairah kasih untuk berjumpa dengan Tuhan, Sang Tuan Pesta.
”Ini aku Tuhan, aku mau hadir untukMu. Layakkanlah aku untuk berdiri di hadiratMu yang kudus, memuji dan menyembahMu seumur hidupku. Amin.”
Selamat hari Kamis. Tuhan selalu mengundang kita bersatu denganNya❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 21 Agt 2025
Kamis Pekan Biasa XX
PW S. Pius X, Paus
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Mat 22:1-14
*************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,
tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
Bacaan Injil
Mat 22:1-14
Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu ketika
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat
dengan memakai perumpamaan.
Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya
memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu
tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,
‘Katakanlah kepada para undangan:
Hidanganku sudah kusediakan,
lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah tersedia.
Datanglah ke perjamuan nikah ini.’
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.
Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap para hamba itu,
menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu.
Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana
untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu
dan membakar kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada para hamba,
‘Perjamuan nikah telah tersedia,
tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan
dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana
ke perjamuan nikah itu.
Maka pergilah para hamba
dan mereka mengumpulkan semua orang
yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja masuk hendak menemui para tamu,
ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya,
‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’
Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja lalu berkata kepada para hamba,
‘Ikatlah kaki dan tangannya
dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;
di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih,” [Mat 22: 14]
Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan perumpamaan seorang raja yang mempersiapkan pesta perkawinan untuk anaknya — sebuah perayaan besar, sebuah perayaan cinta dan persekutuan (lih. Mat 22:1–14). Raja ini adalah Allah sendiri, dan keinginan terdalam-Nya adalah berbagi sukacita-Nya dengan kita. Namun, Ia tidak memaksa kita; Ia mengundang kita. Ia membuka lebar pintu pesta–Nya dan menanti tanggapan kita.
Betapa indahnya gambaran ini tentang Allah kita! Ia tidak memaksakan kehendak-Nya, tetapi dengan penuh kasih memanggil. Ia mempersiapkan segalanya, namun tetap memberi kita kebebasan untuk menerima atau menolak. Seperti yang diingatkan oleh Santo Agustinus: “Dia yang menciptakan kita tanpa bantuan kita tidak akan menyelamatkan kita tanpa persetujuan kita.” Inilah martabat kebebasan kita. Namun, betapa seringnya kita menolak undangan itu?
Injil mengatakan bahwa banyak dari mereka yang diundang memiliki alasan — mereka terlalu sibuk dengan ladang mereka sendiri, bisnis mereka sendiri. Dan seberapa sering kita melakukan hal yang sama? Kita mengisi hidup kita dengan kebisingan, kesibukan, jadwal, dan banyak gangguan lainnya, dan karenanya kita melewatkan suara lembut Dia yang memanggil kita kepada sesuatu yang lebih besar: kepada persekutuan, kepada sukacita, kepada cinta.
Tetapi Allah tidak menyerah. Dia terus mengundang. Dia pergi ke jalan-jalan dan mengumpulkan semua — orang miskin, yang terlupakan, yang terluka. Mereka yang tahu bahwa mereka membutuhkan anugerah yang datang memenuhi undangan-Nya. Dan ketika mereka berkata “ya,” pesta itu terpenuhi.
Mari kita bertanya pada diri kita sendiri dengan jujur: Seberapa besar ruang yang saya berikan kepada Allah dalam hidup saya? Apakah saya berkata “ya” pada undangan-Nya, atau saya menutup pintu hati karena terlalu sibuk dengan diri sendiri?
Mari kita belajar dari Maria, yang dengan kata “ya” yang rendah hati membuka hidupnya bagi sukacita Allah. Semoga kita juga melakukannya.
Tuhan, semoga kami tidak pernah melewatkan undangan-Mu. Semoga kami selalu membuka hati kami bagi-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari, jangan lewatkan undangan-Nya! ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC