Minggu, 17 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 17 Agustus 2025
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia”
Matius 22:21 (Mat 22:15-21)
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Dirgahayu Republik Indonesia Ke 80
Hari ini dengan penuh sukacita dan syukur, bangga dan bahagia, kita merayakan HUT ke 80 Proklamasi Kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia.
Betapa bahagianya kita mempunyai bangsa dan negara yang berlandaskan iman akan Tuhan yang Mahaesa serentak itu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indonesia kita tercinta menjadi wujud nyata kerinduan hati Yesus akan kesatuan dan harmoni anak-anak Allah dan anak-anak bangsa, yang terpatri indah dalam dasar negara: Pancasila.
Segala puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Tuhan yang Mahaesa atas anugerah kemerdekaan untuk Indonesia Jaya. Bangsa kita telah menjadi harapan baru dunia untuk pewartaan Injil, untuk persemaian iman, untuk perdamaian dunia.
Dalam segala keterbatasan kita, kita bersyukur bisa terus bersatu padahal kita berbeda-beda bahasa dan agama. Bhineka Tunggal Ika adalah anugerah Tuhan untuk kita terus bersatu mengabdi bangsa dan negara tercinta.
Mari memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara tercinta, sebagai tanda sembah bakti kita kepada Allah Bapa di surga. Kita tak pernah melupakan Allah dalam perjuangan kemerdekaan, demikian juga dalam mengisi dan mempertahankannya.
”Terimakasih Tuhan untuk Indonesia tercinta. Jadikanlah kami abdi negeri yang setia dan anak Tuhan yang menjadi berkat bagi dunia.”
”Bagimu Negeri jiwa raga kami!”
Dirgahayu Republik Indonesia ke 80! Haleluya – Merdeka!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Agt 2025
Minggu Pekan Biasa XX
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 22:21
Bacaan Injil: Mat 22:15-21
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 22:21
Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,
dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.
Bacaan Injil
Mat 22:15-21
Berikanlah kepada kaisar
apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar,
dan kepada Allah
apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
orang-orang Farisi berunding
bagaimana mereka dapat menjerat Yesus
dengan suatu pertanyaan.
Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian
bertanya kepada Yesus,
“Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur,
dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah,
dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga,
sebab Engkau tidak mencari muka.
Katakanlah kepada kami pendapat-Mu:
Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka.
Maka Ia lalu berkata,
“Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.”
Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus.
Maka Yesus bertanya kepada mereka,
“Gambar dan tulisan siapakah ini?”
Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.”
Lalu kata Yesus kepada mereka,
“Berikanlah kepada Kaisar
apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,
dan kepada Allah
apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah,” (1 Ptr 2: 16)
Kemerdekaan adalah anugerah atau rahmat Allah Yang Maha Kuasa, sekaligus merupakan panggilan hidup seluruh anak bangsa Indonesia. Kita semua, tanpa kecuali, apa pun latar belakangnya, dipanggil kepada kemerdekaan. “Kamu dipanggil untuk kemerdekaan, maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.” Refren atau ulangan Mazmur Tanggapan ini sangat indah dan penting untuk disadari sebagai panggilan kolektif: Dipanggil untuk kemerdekaan.
Rasul Petrus dalam bacaan kedua menegaskan, “Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” (1Ptr 2:16). Hiduplah sebagai orang merdeka dan sebagai hamba Allah. Hiduplah sebagai hamba, pelayan, warga negara yang merdeka, yang dengan bebas – sesuai dengan panggilannya dalam Gereja dan masyarakat – ikut terlibat untuk mempertahankan atau memelihara anugerah atau rahmat kemerdekaan dari Allah Yang Maha Kuasa.
Bagaimana kita hidup sebagai orang merdeka? Bagaimana kita mempertahankan kemerdekaan yang telah berusia 80 tahun ini? Bagaimana kita memelihara anugerah kemerdekaan ini? Bagaimana kita hidup sebagai sesama warga yang merdeka?
Pertama, Rasul Petrus memberi nasihat, “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1Ptr 2:17). Menghormati semua orang karena memiliki martabat hidup yang sama adalah hal mendasar sebagai orang beragama. Takut akan Allah mesti terukur konkret, nyata, dapat dilihat mata, dapat dirasakan oleh sesama saudara, lewat sikap saling menghormati sekalipun agama berbeda, suku atau ras atau status sosial berbeda. Kita semua adalah saudara. Torang samua basudara. Kita sadar bahwa hal ini tetap menjadi perjuangan kita bersama.
Kedua, Kitab Putra Sirakh, dalam bacaan pertama, juga memberi nasihat kepada kita, “Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu” (Sir 10:6). Menaruh benci kepada sesama, yang adalah sesama saudara sebangsa, bangsa Indonesia, jelas melukai dan mencederai pengorbanan para pejuang kemerdekaan dan anugerah kemerdekaan dari Allah Yang Maha Kuasa. Semangat kemerdekaan mesti tampak nyata dalam semangat saling menghormati sesama warga negara Indonesia. Selain itu, mesti terus kita hidupi semangat saling mengampuni, apa pun kesalahannya, kata sang bijak, bukan dengan saling menaruh benci.
Ketiga, kini saatnya bukan hanya sekadar mempertahankan dan memelihara kemerdekaan namun juga meningkatkan dan memajukan bangsa ini. Bagaimana caranya? Antara lain, dengan “berbagi inspirasi untuk memajukan negeri”. Sejarah, tradisi, cerita masa lalu, serta keberhasilan dari rakyat atau daerah bisa menjadi inspirasi bagi warga lain di negeri ini untuk mewujudkan kesejahteraan. Semoga kita sungguh-sungguh semakin bersatu, berdaulat, semakin sejahtera dan semakin maju. Masih diperlukan kerja keras untuk itu, bukan omon-omon…
Kita telah dianugerahi rahmat kemerdekaan. Namun, kita juga dipanggil untuk kemerdekaan yang sejati. Mari kita berjuang untuk menjadi anak-anak Allah yang merdeka. “Hiduplah sebagai orang merdeka,” kata Rasul Petrus.
Tuhan, mampukan aku menggunakan kemerdekaanku untuk semakin mengasihi Engkau dan sesama. Amin.
Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Merdeka! ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC