Rabu, 13 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 13 Agustus 2025
Matius 18:19-20 (Mat 18:15-20)
”Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Indahnya Persekutuan Doa
Yesus mendirikan Gereja agar kita tidak sendirian berjalan di dunia ini menuju ke surga. Kita punya teman, kita punya keluarga, kita punya komunitas. Yesus telah berjanji, “di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
”Aku Ada” itulah arti dari nama Yahweh. Nama yang diberikan Allah kepada Musa sebagai jaminan untuk perutusannya. Kehadiran Yesus di tengah kita adalah jaminan hadirnya Yahweh, Allah yang perkasa dan setia dalam perjalanan hidup kita.
Maka bila Yesus ada dalam persekutuan keluarga, jemaat, wilayah rohani, sel, komunitas, betapa kita diberkati oleh persekutuan kasih bersama Dia.
Sesungguhnya pengabulan doa kita yang paling utama adalah kehadiran Yesus di tengah kita dalam Roh KudusNya. Bila Yesus hadir, Ia selalu berjanji, “Aku ini, jangan takut! Tinggallah bersama Aku. Mintalah maka kamu akan menerima.”
Mari bersatu dengan teman dan saudara kita, ajak seluruh anggota keluarga kita berjumpa dengan Yesus dalam persekutuan iman, dan kita sepakat untuk berdoa bersama dalam nama Yesus.
Jadikanlah Yesus bagian dari komunitas kecil kita. Rasakan kehadiranNya yang memberi kelegaan. Ia selalu memasang telingaNya yang setia mendengar ungkapan hati kita. TanganNya selalu terulur siap menolong. Yesus adalah sahabat kita yang setia. Ia Tuhan tempat kita bersandar dan menemukan segalanya yang kita perlukan.
”Ya Yesus tinggalah bersama kami. KehadiranMu memberi kami kedamaian. PenyertaanMu membuat kami kuat menjalani hidup ini, berjalan bersamaMu selalu itulah sukacita kami.”
Selamat Hari Rabu. Damailah selalu di hati, Yesus menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 13 Agt 2025
Rabu Pekan Biasa XIX
PF S. Hippolitus, Imam dan Martir
PF S. Pontianus, Paus
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20
************
Bait Pengantar Injil
2Kor 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus
dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
Bacaan Injil
Mat 18:15-20
Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu,
engkau telah mendapatnya kembali.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah….. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” (Mat 18: 15)
Dalam interaksi sosial dalam kehidupan bersama kita, saling menegur dan saling mengingatkan adalah hal yang baik. Namun permenungan lebih dalam dari perikop Injil hari ini membawa kesadaran bahwa apa yang diajarkan lebih dari sekadar memberi koreksi kepada orang-orang yang bersalah. Di balik semuanya itu adalah KASIH. Kasih sejati. Kasih sejati dan perhatian kita kepada saudara-saudari kita, tidak membiarkan kita untuk diam dan acuh tak acuh terhadap saudara-saudari kita yang mempunyai kelemahan. Diam dan menolak untuk melibatkan diri bukanlah pilihan yang menyelamatkan. Dengan diam dan tak peduli kita dapat jatuh dalam dosa “kelalaian”.
Dalam budaya “malu hati”, “rikuh pekewuh”, mengoreksi saudara-saudari berbuat salah mungkin sulit dilakukan. Namun demi kasih kita kepada mereka, hal itu wajib dilakukan. “Di atas semuanya itu, kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan,” (Kolose 3:14)
Namun, di atas segalanya, kehadiran Tuhan di tengah kita menjadi yang utama. Perikope Injil hari ini beberapa kali mengatakan “dua atau tiga orang”. Yesus mengajarkan, jika seorang saudara yang berbuat kesalahan dan tidak dapat dikoreksi dengan pembicaraan empat mata, saudara yang prihatin akan hal itu dan hendak menegurnya dianjurkan untuk mengundang dua atau tiga orang saksi untuk membantunya berbicara dengan saudara yang bersalah. Lebih lanjut Yesus berkata, “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga,” dan jika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia ada di tengah-tengah mereka. Dalam apa saja yang kita buat, hendaknya kita sadar bahwa kita ada “dalam kehadiran-Nya.” Pun dalam usaha kita menegur saudara kita, undang Tuhan untuk hadir. Tegurlah saudara-saudari yang berbuat kesalahan, tetapi jangan lupa doakan mereka. Berbicara dari hati ke hati itu penting, namun pertama-tama yang mengubah hati orang adalah rahmat Tuhan. Rahmat Tuhanlah yang membuat hati bertobat, bukan kita. Itulah sebabnya, doa adalah sangat penting, bagian paling vital dalam koreksi persaudaraan.
Tuhan, saat memberikan koreksi terhadap sesama, berilah aku kasih. Ketika menerima koreksi, berilah aku kerendahan hati. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari saling koreksi dalam kasih. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC