Senin, 11 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Senin 11 Agustus 2025
Peringatan St Clara
Matius 17:27 (Luk 17:22-27)
”Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”
Berdoa Dan Bekerja
Nampaknya hidup ini begitu mudah bagi Yesus. Mau makan roti sampai kenyang, Ia tinggal berdoa dan memperbanyak roti. Mau minum anggur, Ia tinggal merubah air menjadi anggur. Mau menyeberang danau Yesus tidak perlu naik perahu. Cukup berjalan di atas air.
Dalam Injil hari ini, ketika perlu uang untuk membayar pajak Bait Allah, Yesus tinggal menyuruh Petrus memancing untuk menemukan mata uang empat dirham dalam mulut ikan.
Wow begitu mudahnya hidup bagi Yesus dan betapa menyenangkan bila bersama Yesus. Semuanya beres! Tinggal meminta, mengetuk, mencari, pastilah mendapatkan!
Pertanyaannya sekarang, mengapa Yesus memilih jalan salib yang begitu berat dan mengerikan? Mengapa mengambil jalan yang sangat berat bila ada cara yang sangat ringan dan mudah?
Yesus tidak menolak jalan yang mudah, tapi juga tidak lari ketika cinta butuh pengorbanan dan kerja keras bahkan ketika harus berkorban nyawa.
Cinta tanpa pengorbanan, bukanlah cinta sejati. Demikian juga doa harus disertai dengan bekerja dan berusaha. Selalu harus ada ikhtiar, upaya dan usaha, bahkan kerja keras! Ora et labora.
Petrus diminta Yesus memancing ikan, bukan membuka laci dan mengambil uang. Ia harus menggunakan ketrampilannya untuk bisa mendapatkan apa yang ia perlukan. Demikian juga kita manusia diberi talenta, kemampuan fisik, akal budi dan terutama iman. Semua anugerah Tuhan ini haruslah kita kembangkan dan berdayakan.
Sebagai orang percaya janganlah kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mentang-mentang kita anak Allah selalu minta keistimewaan, minta keringanan, ataupun minta discount/potongan.
Jangan minta memperkecil salib kita dengan memotongnya. Bisa jadi salib besar itulah yang akan kita pakai menjadi jembatan untuk menyeberang bila bertemu dengan jurang atau sungai yang dalam.
Bila salib kita sudah diperkecil, salib itu tak dapat lagi kita pakai menjadi tumpuan untuk berpijak karena tidak cukup sampai ke seberang.
Bila menyangkut keselamatan jiwa, kita harus berjuang mati-matian, berani memanggul salib, memikul tanggungjawab seberat apapun itu. Salib dan pengorbanan tidak pernah sia-sia. St Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar! (Flp 2:12).
Semangat Senin! Tetaplah berdoa dengan tekun dan bekerja dengan rajin!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Agt 2025
Senin Pekan Biasa XIX
PW S. Klara, Perawan
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 2Tes 2:14
Bacaan Injil: Mat 17:22-27
*************
Bait Pengantar Injil
2Tes 2:14
Allah memanggil kita,
agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Bacaan Injil
Mat 17:22-27
Ia akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit.
Putera-putera raja bebas dari pajak.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya ada di Galilea.
Ia berkata kepada mereka,
“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia;
mereka akan membunuh Dia,
tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka hati para murid itu pun sedih sekali.
Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Kapernaum
datanglah seorang pemungut pajak bait Allah kepada Petrus dan berkata,
“Apakah gurumu tidak membayar pajak dua dirham?”
Jawab Petrus, “Memang membayar.”
Ketika Petrus masuk rumah,
Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan,
“Bagaimana pendapatmu, Simon?
Dari siapa raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak?
Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
Jawab Petrus, “Dari orang asing!”
Maka kata Yesus kepadanya, “Jadi bebaslah rakyatnya!
Tetapi agar kita jangan menjadi batu sandungan bagi mereka,
pergilah memancing ke danau.
Dan ikan pertama yang kaupancing,
tangkaplah dan bukalah mulutnya,
maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya.
Ambillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
JANGAN JADI BATU SANDUNGAN
Kabar Baik dari Tuhan Pagi untukmu:”Tuhan percaya bahwa engkau akan menjadi berkat dan pembawa damai bagi sesamamu. Maka berjuanglah agar engkau tidak menjadi sumber masalah atau batu sandungan bagi orang lain.”
Yesus menegaskan dalam kisah Injil hari ini:“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka.” ( ayat 27 )
Karena itu, ada beberapa butir permenungan bagi kita di pagi ini:
– Ingatlah bahwa engkau adalah orang baik karena engkau tercipta secitra dengan Penciptamu;
– Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain selama hidupmu;
– Dukunglah orang lain untuk menggapai impian dan cita mereka.
Akhirnya, jika engkau tidak mau membantu orang lain, maka setidak-tidaknya jangan menghalangi atau menjadi batu sandungan bagi orang lain selama hidup terberi kepadamu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )