Sabtu, 09 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 09 Agustus 2025
Matius 17:20 (Mat 17:15-20)
Yesus berkata kepada mereka: “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”
The Power Of Faith
Iman adalah anugerah Allah yang memampukan kita percaya bahwa kuat kuasa Allah berlaku dalam seluruh hidup kita agar kita sepenuhnya mengandalkan Tuhan dan kuasa kasihNya.
Yesus mengingatkan kita bahwa anugerah iman yang hanya sebesar biji sesawi saja, dahsyat kekuatannya karena kuasa Allah yang bekerja oleh iman sekecil itu.
Walaupun segunung besarnya persoalan yang menghadang di depan, orang yang memiliki iman akan sanggup memindahkannya, karena bukan kita lagi yang bekerja melainkan kuasa Allah dalam Roh KudusNya yang diam dalam diri kita.
Beriman berarti kita bersandar pada kekuatan Allah.
Biarlah kuasa Allah bekerja dalam diri kita sehingga memampukan kita untuk melihat semua hal ihwal kehidupan kita, semua perkara hidup kita dalam terang kuasa Allah. Maka tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.
Oleh iman, kita dipenuhi dengan Roh Kudus Allah, hingga bukan lagi kekuatan kita yang kita andalkan melainkan kuat kuasa Allah. Oleh iman, kita selalu dimenangkan Allah.
Liihatlah selalu melalui mata iman tangan Allah di balik segala hal yang terjadi di sekitar kita. Katakanlah dengan penuh iman: “segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberiku kekuatan.”
Jangan biarkan segunung masalah kehidupan menghalangi kita untuk melihat kedahsyatan kuasa Allah. Jangan biarkan kelemahan diri kita, keterbatasan yang ada pada kita, membatasi kita untuk percaya bahwa Yesus sanggup menolong kita mengatasi semua permasalahan yang kita hadapi. Dia-lah jalan, kebenaran dan hidup kita. Dalam kasihNya kita berserah, dalam kuasaNya kita terus bekerja, dalam terang Roh KudusNya kita terus melangkah.
Selamat berakhir pekan dalam iman akan kasih Allah yang setia menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 09 Agt 2025
Sabtu Pekan Biasa XVIII
PF S. Teresia Benedikta dr Salib, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Mat 17:14-20
************
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil
Mat 17:14-20
Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya,
“Tuhan, kasihanilah anakku.
Ia sakit ayan dan sangat menderita.
Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu,
tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”
Maka kata Yesus,
“Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat,
berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian?
Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian?
Bawalah anak itu ke mari!”
Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu
lalu keluarlah ia dari padanya,
dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.
Kemudian ketika mereka sendirian,
para murid menghampiri Yesus dan bertanya,
“Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya.
Sebab Aku berkata kepadamu:
Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja
kamu dapat berkata kepada gunung ini,
‘Pindahlah dari sini ke sana,’
maka gunung ini akan pindah,
dan tiada yang mustahil bagimu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu,” (Mat 17: 20)
Dalam Injil hari ini Yesus dihadapkan dengan seorang ayah yang sangat prihatin dengan anaknya yang menderita ayan. Para murid tidak dapat melakukan apa pun untuknya. Yesus menegur para murid. “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat!” Yesus telah memberi murid-muridnya kemampuan untuk mengusir setan. Mereka sebelumnya sudah diutus untuk berkhotbah dan untuk menyembuhkan banyak orang. Dan mereka berhasil. Jadi bagaimana kita menjelaskan kurangnya iman para murid? Jika sebelumnya mereka telah berhasil mengusir setan, mengapa mereka tiba-tiba tidak mampu mengusir setan ini? Apakah setan ini lebih kuat daripada yang lainnya?
Ketika kita, seperti para murid, mulai memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu, kita jatuh dalam godaan untuk mengandalkan diri sendiri. Jika saya berhasil mengusir setan sepuluh kali sebelumnya, maka saya bisa melakukannya lagi! Saya hebat! Lupa kalau kuasa itu adalah anugerah dan bukan kemampuan sendiri.
Ketika para murid bertanya, mengapa mereka tidak dapat (lagi) mengusir setan, Yesus menjawab: “Karena kamu kurang percaya! Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Yang dibutuhkan oleh para murid adalah iman, meski kecil, tetapi iman yang benar: mempercayakan diri kepada Allah sepenuhnya, bukan mengandalkan diri sendiri. Jadi para murid bukannya tidak memiliki kemampuan untuk mengusir setan, melainkan kurang iman dalam arti kurang rendah hati untuk mempercayakan diri pada kuasa Allah yang bertindak atas nama kita.
Tuhan, tolonglah kami yang kurang percaya! Tambahkanlah iman kami dan tuntunlah kami mempercayakan diri kepada-Mu. Bantulah kami membawa kasih dan kebenaran kepada setiap orang yang kami jumpai.
Selamat berakhir pekan. Percayakan diri selalu pada-Nya! !❤️
[.]
RP Joni Astanto MSC