Rabu, 06 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 06 Agustus 2025
Pesta Yesus Menampakkan KemuliaanNya
Lukas 9:29, 35 (Luk 9:28b-36)
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
Menjadi Mulia Dalam Doa
Lukas mengisahkan bahwa ketika Yesus sedang berdoa menghadap BapaNya di atas gunung Tabor, terjadilah sebuah “transfigurasi” atau perubahan wajah Yesus. Dari penampakan biasa sebagai manusia, menjadi mulia dan bercahaya.
Peristiwa ini terjadi disaksikan para murid Yesus yang terpilih, agar mereka menjadi saksi siapakah Yesus yang sebenarnya. Ia adalah Anak Pilihan Allah, Anak Terkasih Allah, yang diutus untuk menggenapi nubuatan para nabi.
Kelak para murid akan melihat wajah Yesus yang penuh derita, bermahkota duri dan bercucuran darah. Di balik wajah derita Yesus, mereka diharapkan mampu melihat wajah kemuliaan Yesus.
Demikian juga halnya kita yang dibaptis dan diangkat menjadi anak Allah dalam Yesus. Kitapun mempunyai dalam diri kita wajah kemuliaan Kristus. Paulus berkata, “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” (Flpi 3:20-21).
Yesus menunjukkan pada kita bahwa jalan bagi kita untuk masuk dalam kemuliaan Allah adalah doa. Saat kita hadir di hadirat Allah dalam doa, kita menemukan jati diri kita yang sesungguhnya sebagai anak yang dikasihi Allah, anak yang mulia oleh pilihan Allah.
_Masuklah dalam keheningan doa dan dengarkanlah suara Allah yang berbisik di hati kita, “Engkau adalah anak yang Kukasihi.”
Jangan dengarkan kata dunia yang mengatakan engkau tak berarti dan hina. Kita adalah anak pilihan Allah, kekasih Allah dalam Yesus. Mari hidup sesuai martabat sejati kita ini. Kita mulia dan begitu berarti di mata Allah.
Muliakanlah hidup kita dengan karya-karya kebaikan yang menandakan kita adalah anak-anak Allah.
Selamat menikmati damai dan sukacita di hari yang baru dengan semangat baru, Allah Bapa mencintai kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Agt 2025
Rabu Pekan Biasa XVIII
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 17:5c
Bacaan Injil: Luk 9:28b-36
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 17:5c
Inilah Anak yang Kukasihi,
kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.
Bacaan Injil
Luk 9:28b-36
Ketika Yesus sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus,
lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Ketika sedang berdoa, wajah Yesus berubah,
dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia,
yaitu Musa dan Elia.
Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan,
dan berbicara tentang tujuan kepergian Yesus
yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur,
dan ketika terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya;
juga kedua orang yang berdiri di dekat Yesus itu.
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus,
Petrus berkata kepada Yesus,
“Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.
Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah,
satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
Sementara Petrus berkata demikian,
datanglah awan menaungi mereka.
Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata,
“Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!”
Ketika suara itu terdengar,
nampaklah Yesus tinggal seorang diri.
Murid-murid itu merahasiakan semua itu,
dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun
apa yang telah mereka lihat itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” [Luk 9: 35]
Kisah Lukas tentang Yesus yang berubah rupa bukan hanya tentang perjalanan fisik ke sebuah gunung; ini adalah pendakian rohani — perjalanan menjauh dari hiruk-pikuk dunia menuju kehadiran Allah. Gunung ini bukan sekadar Gunung Tabor; tetapi mewakili dunia Allah, tempat di mana perspektif ilahi mengubah pandangan manusia.
Yesus mengundang Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk meninggalkan “dataran rendah” — simbol pemikiran duniawi di mana nilai diukur dengan kekayaan, ketenaran, dan kesuksesan — dan masuk ke dalam doa. Hanya dalam ruang keheningan dan keintiman dengan Allah inilah para murid mulai melihat Yesus dengan cara yang berbeda. “Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah.” Wajah yang pernah cacat karena penolakan dan penderitaan kini bersinar dengan kemuliaan ilahi. Apa yang dulu dianggap kegagalan kini terungkap sebagai kemenangan sejati di mata Allah.
Transformasi ini bukan hanya tentang Yesus — ini adalah undangan bagi kita. Di dunia yang dipenuhi kebisingan, gangguan, dan penilaian yang dangkal dan superficial, kita dipanggil untuk naik ke “gunung” juga. Kita harus mencari ketenangan, tinggal dalam doa, dan membiarkan pandangan kita dibentuk oleh Injil. Tanpa pendakian ini, kita berisiko salah menilai apa yang benar-benar penting dalam hidup.
Dikisahkan bahwa Musa dan Elia muncul di samping Yesus — mewakili Hukum dan Para Nabi — mengonfirmasi bahwa jalan penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya memang merupakan pemenuhan seluruh Kitab Suci. Awan melingkupi mereka, simbol kehadiran Allah, dan dari sana, terdengar suara : “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
Inilah inti Injil: dengarkan Yesus! Bahkan ketika cara-Nya tampak sebagai paradoks atau sulit, bahkan ketika salib tampak besar, kita harus percaya bahwa di dalam-Nya terdapat hidup yang sejati. Setiap Minggu, setiap saat dalam Ekaristi, kita mendaki gunung kembali. Di sana, kita menyaksikan kemuliaan-Nya dan mendengar kembali perintah Tuhan: “Dengarkanlah Dia.”
Ya Allah, semoga kami menjadi orang-orang yang dibebaskan dalam Kristus, berkomitmen untuk mengubah dunia ini dengan keadilan dan kebebasan bagi semua orang, dan belajar untuk saling mengasihi sebagaimana Engkau mengasihi kami dalam Kristus, Putera-Mu. Amin.
Selamat berkarya hari ini. Mari ubah dunia menjadi lebih baik! JLU!
[♡.] ❤️
RP Joni Astanto MSC