Kamis, 24 Juli 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 24 Juli 2025
Mat 13:16-17 (Mat 13:10-17)
”Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya..”
Melihat Dengan iman
Pepatah berkata, “You get what you see” (Engkau mendapatkan apa yang engkau lihat). Oleh karena itu cara kita melihat atau kemampuan kita dalam melihat sesuatu sangat menentukan apa yang kita dapatkan.
Misalnya ada sebuah botol diisi setengahnya dengan air. Apa yang kita lihat di dalamnya? Setengah penuh atau setengah kosong? Bila kita menjawab setengah penuh, artinya kita melihat air yang ada di dalamnya dan mendapatkan yang ada. Bila kita mengatakan setengah kosong, maka kita mendapatkan apa yang kosong, alias tidak mendapatkan apa-apa.
Sebuah contoh lain. Ada sebuah apel jatuh ke tanah. Bagi orang yang lewat dan melihatnya sebagai hal biasa, ia mendapatkan hanya 1 apel. Bagi pemilik kebun itu, ia melihat jatuhnya sebuah apel sebagai tanda musim panen telah tiba. Ia mendapatkan banyak apel.
Lain lagi bagi seorang Isaac Newton. Ilmuwan Inggris yang menemukan hukum gravitasi. Melihat apel jatuh ia bertanya: mengapa apel jatuh? Memaknai fenomena itu lebih jauh dan dalam, ia menemukan hukum gravitasi.
Bagaimana dengan seorang beriman? Bagi seorang yang melihat dengan mata iman, ia bahkan melihat di balik fenomena jatuhnya apel sebagai karya Tuhan yang menganugerahkan apa yang kita butuhkn dalam hidup. Oleh iman kita bahkan dapat melihat karya agung Tuhan di balik fenomena alam dan kehidupan yang penuh berkat.
Tuhan tetap berkarya, menyediakan yang terbaik. Maka kita akan selalu bersyukur dan bahagia. Indahnya hidup penuh syukur dan sukacita bagi orang beriman. Ia selalu dapat melihat hadirnya Tuhan dan hidup dalam kelimpahan berkat Tuhan.
Selamat Hari Kamis. Mari melihat dengan iman dan bersyukurlah selalu.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Jul 2025
Kamis Pekan Biasa XVI
PF S. Sharbel Makhluf, Imam
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Mat 13:10-17
************
Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Bacaan Injil
Mat 13:10-17
Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Surga,
tetapi mereka tidak.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Setelah Yesus menceriterakan perumpamaan tentang orang penabur,
murid-murid bertanya kepada-Nya,
“Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?”
Jawab Yesus,
“Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga,
tetapi orang-orang lain tidak.
Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi,
tetapi barangsiapa tidak mempunyai,
maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga.
Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan,
karena biarpun melihat, mereka tidak tahu,
dan biarpun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi:
‘Kalian akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak menangkap.
kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan matanya melekat tertutup,
agar jangan mereka melihat dengan matanya
dan mendengar dengan telinganya
dan mengerti dengan hatinya,
lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.’
Akan tetapi berbahagialah mata kalian sebab melihat
berbahagialah telinga kalian sebab mendengar.
Sebab Aku berkata kepadamu,
‘Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar
ingin melihat apa yang kalian lihat,
tetapi tidak melihatnya,
dan ingin mendengar apa yang kalian dengar,
tetapi tidak mendengarnya.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Mat 13: 16 – 17)
Tuhan memberi kita dua telinga tetapi hanya satu mulut. Orang bilang, itu agar kita memberi perhatian dua kali lebih banyak untuk mendengarkan daripada berbicara. Yang lain berkata, Dia tahu bahwa mendengarkan dua kali lebih sulit daripada berbicara.
Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa Ia “berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” Lho koq gitu? Apakah Ia sengaja membingungkan para pendengar-Nya? Atau Tuhan tidak ingin mereka dapat memahami Siapa Dia?
Orang-orang pada zaman Yesus sungguh beruntung. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri Siapa Dia. Mereka melihat Dia yang mengadakan mujizat. Mereka mendengar langsung Dia memberitakan Firman Allah. Mereka dapat melihat seperti apa hidup-Nya. Mereka tahu dari mana Mesias akan datang. Mereka memiliki informasi yang mereka butuhkan.
Yesus tidak akan menunjukkan kepada mereka dengan kata-kata, secara gamblang bahwa Dia adalah Allah, bahwa Dia adalah Mesias. Sebenarnya semuanya sudah jelas bagi mereka. Ada cukup bukti di sana untuk mereka. Yang diperlukan adalah hati dan pikiran terbuka. Rahasia Kerajaan ditujukan kepada orang-orang yang rendah hati dengan pikiran dan hati terbuka, bukan bagi para cerdik pandai yang sombong dan menutup pikiran serta hati mereka serta merasa diri paling benar.
Kita harus melengkapi mata dan telinga kita dengan iman dan hati. Kita harus membiarkan mata dan telinga jiwa kita bekerja. Kita harus membuka seluruh diri kita dan memohon terang Roh Kudus agar Sabda Tuhan dapat masuk ke dalam diri kita dan kita dapat menyerapnya. Semoga apa yang kita dengar tidak “masuk di telinga kiri tetapi keluar di telinga kanan. Atau, dalam hal melihat, semoga kita tidak hanya melihat secara lahiriah saja, tetapi mampu melihat dengan mata iman peristiwa-peristiwa hidup kita. Dengan itu kita mampu mengenali Dia yang bekerja dalam hidup kita. Kita mampu mengenali jejak-jejak cinta-Nya dalam peristiwa hidup kita.
Renungkanlah hari ini, seberapa terbuka Anda terhadap Firman Tuhan dan semua yang ingin Tuhan katakan kepada Anda melalui peristiwa-peristiwa hidup. Berusahalah untuk mendengarkan dan memahami. Jika Anda melakukannya, Anda akan menemukan bahwa ada kehidupan yang penuh dengan kasih karunia yang menunggu untuk dicurahkan kepada Anda.
Tuhan, kami ingin mengenal-Mu. Kami ingin mencari Engkau dan menemukanMu. Tolonglah kami untuk dengan rendah hati berpaling kepada-Mu dalam segala hal dan terus bertumbuh dalam iman. Amin.
Selamat beraktivitas. Buka mata dan telinga iman. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC