Sabtu, 19 Juli 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 19 Juli 2025
Matius 12:20-21 (Mat 12:14-21)
”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Jangan Pernah Menyerah
Tema Tahun Yubileum 2025 ini adalah: Peziarah Pengharapan. Tema ini sejalan dengan pesan Injil hari ini agar kita hidup dalam pengharapan akan janji Tuhan.
”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.”
Yesus tak ingin kita kehilangan harapan dan menjadi putus asa. Ia tidak akan pernah mengecewakan orang yang menaruh harapan padaNya dan yang percaya akan kasih setiaNya. Yakinlah bahwa Tuhan tak akan membiarkan kita jatuh terkulai serta memadamkan semangat hidup kita.
Rasul Paulus mengingatkan kita, “Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Rom 5:5).
Tak ada kata putus asa bagi orang yang menaruh harapannya pada Yesus, dan tak ada kata menyerah bagi sekutu-sekutu Allah. Oleh krena itu “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Rom 12:12).
Mungkin saja iman bisa lenyap oleh kesombongan dan kepercayaan diri yang berlebihan. Cintapun bisa hilang oleh rasa benci dan dendam yang tak terhapuskan. Damai juga bisa lenyap bila tak ada lagi pengampunan di hati.
Namun Yesus datang memberi harapan. “Jangan takut, Aku ada bersamamu.”
Sebuah lagu yang indah kiranya menjadi penguat iman dan harapan kita: “Jangan Pernah Menyerah”
Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, Tetapi Dia berjanji selalu menyertai.
Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata, Tetapi Dia berjanji berikan kekuatan
Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa, Mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah.
Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa, Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya.
Selamat berakhir pekan. Tetaplah berharap pada pertolongan Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Jul 2025
Sabtu Pekan Biasa XV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 12:14-21
*************
Bait Pengantar Injil
2Kor 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus,
dan mempercayakan warta pendamaian kepada kita.
Bacaan Injil
Mat 12:14-21
Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus.
Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana.
Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua.
Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya,
“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi,
yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.
Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia,
dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak,
suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya,
sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA DOBO, BUMI JARGARIA
BERGABUNG JURUS UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN
“Sering terjadi bahwa entah karena orang-orang memiliki tujuan dan alasan yang sama atau karena takut melakukan sendiri, maka bergabung dan bersekongkonglah mereka untuk melakukan rencana bahkan kejahatan terhadap orang yang tidak mereka sukai.”
Inilah yang dilakukan oleh orang-orang Farisi terhadap Yesus seperti dikisahkan dalam Injil hari ini: “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.” ( ayat 12 )
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini, adalah:
– Jangan membenci orang baik dan perbuatan baik mereka;
– Bila engkau membenci orang baik maka sadarlah bahwa ada sesuatu yang telah dan sedang salah dalam hati dan pikiranmu;
– Jangan bergabung dengan orang jahat apalagi sampai membiarkan dirimu dipakai oleh mereka untuk melakukan kejahatan.
Akhirnya sadarlah bahwa sendiri berjuang melakukan kebaikan itu lebih terpuji daripada bergabung jurus dengan orang lain untuk melakukan kejahatan terhadap sesama.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )